Menu

Saturday, July 13, 2019

/
Assalamualaikum.Wr.Wb

Apa Kabar Sahabat Keluarga Nawra? 

Hari ini adalah hari pertama Athifah sekolah. Persiapan untuk sekolah ini sudah kami lakukan sejak jauh-jauh hari. Menyiapkan semua keperluan Athifah sekolah. Mulai dari pakaian seragam, perlengkapan sekolah dan juga alat tulisnya.

Namun, semua itu tidak baru. Mana yang sudah ada dan bisa dipakai, ya tidak perlu beli baru. Contohnya untuk pakaian seragam merah putih. Untuk roknya Athifah memakai rok bekas kakak Nawra. Hanya bajunya saja yang beli baru. Untuk topi, dasi dan ikat pinggang sudah disediakan dari sekolah.

Anak cantik ini udah jadi anak SD loh (foto Keluarga Nawra )

Lalu tas sekolah, Athifah tidak membeli yang baru juga. Sebab tas waktu TK masih sangat bagus. Memang saat membelinya dulu, kalo tidak salah saya beli ketika mau semester dua di TK B. Jadi masih baru juga ya. Memang dibeli yang agak bagus dan ukurannya lumayan besar. Agar bisa dipergunakan kembali untuk SD nantinya.

Tidak Harus Baru dan Beli

Hanya sebagain yang kami beli baru. Pokoknya memang kepada anak-anak kami ajari begitu. Untuk keperluan sekolah tidak harus baru. Tidak ada tradisi setiap taun ajaran baru. Maka semuanya serba baru. Kebutuhan dan keperluan sekolah akan dibeli jika memang diperlukan. Kapan saja, tidak harus menunggu tahun ajaran baru dimulai.


Oh, ya untuk alat tulis dan kotak pensilnya. Saya baru ingat. Kotak pensilnya juga tidak baru. Dibeli saat Athifah masih TK kemudian ada beberapa ATK yang diperoleh dari hadiah bingkisan dari sekolah. Yang diberikan pada saat pelepasan atau perpisahan sekolah beberapa waktu lalu.

Athifah sekolah di Madrasah Ibtidaiah Negeri yang disingkat MIN. Ini merupakan sekolah yang jenjangnya sama dengan SD. Hanya kalo SD di bawah pengelolaan Diknas sedangkan MIN di bawah Kemenag. Jadi sama-sama sekolah negeri.

Teman bermainnya dede nasya juga akan masuk Kober (foto Keluarga Nawra)
Nah., karena sekolah negeri. Untuk seragam merah putih dan pramuka tidak disediakan dari sekolah. Akan tetapi dibeli sendiri oleh wali murid. Menyesuakan dengan model yang sudah ada. Terserah  wali murid akan membeli dimana, membeli bahan apa dan dengan harga berapa. Tegantung dengan kemampuan dan selera orang tuanya. Jadi dibebaskan.


Begitu juga dengan kami, mengenai baju seragam ini, kami membeli sesuai dengan keperluan dan kemampuan kami. Bahkan ada yang tidak beli, tetapi menggunakan bekas kakak Nawra dulu. Jadi bisa irit dan uangnya bisa dipergunakan untuk keperluan yang lain.

Untuk buku-buku sekolah. Dari pihak sekolah menyediakan buku yang bisa dibeli oleh siswa, tetapi ada juga buku yang bisa difotokopi dan dibayar atau difotokopi satu bulan sekali. Sebab menurut penjelasan dari wali kelasnya. Buku tema itu berganti setiap bulan. Jadi fotokopi bukunya setiap bulan juga.

Bersama bu Guru Desti, guru TK B nya (foto KN)

Oh, ya Athifah juga harus membawa bekal makam, air mineral dan susu setiap hari. Jadi saya juga sudah memastikan bahwa tempat bekal makannya sudah ada. Saya menyiapkan tas bekal makannya berwarna pink. Warna kesukaan Athifah. Termasuk botol minumannya. Saya siapkan botol minuman yang tutupnya mudah dibuka dan ditutup kembali oleh Athifah. Agar tidak ada masalah saat ia haus dan ingin minum.

Lalu Persiapan Mental Athifah

Untuk keperluan dan perlengkapan sekolah, semua sudah siap.Tinggal persiapan mental anaknya, bagaimana untuk bisa bersekolah tanpa ada masalah. Hal ini juga sudah saya dan suami diskusikan. Hal pertama yang harus kami lakukan adalah menyiapkan dan memastikan agar semua keperluan dan perlengkapan Athifah sekolah siap dan ada. Supaya dia tidak minder. Meski pada hari pertama. Pokoknya semua harus oke dan tidak ada masalah lagi. Termasuk hal-hal yang remeh.Misalnya soal kaos kaki.


Lalu persiapan mental, bahwa masuk hari pertama akan kami temani sampai pulang. Namun di hari seterusnya hanya diantar dan ditungguin sampai bel sekolah masuk.

Tak tearsa yah, sebentar saja anak-anak ini cepats ekali tumbuhnya (foto KN)

Obrolan dan kesepakatan ini juga sudah kami bicarakan dengan Athifah. Supaya dia tidak kaget lagi dengan kondisinya nanti. Biasanya sih, awal masuk sekolah ini, selama satu pekan, belum efektif belajar. Masih tahap perkenalan dan pulangnya juga nanti lebih cepat.

Jadi itulah cerita beberapa persiapan yang kami lakukan untuk Athifah amsuk sekolah dasar. Bagaimana pun jenjang sekolah ini  berda dengan sewaktu ia TK. Jadi kita harus mendidik, mengajari dan memotivasinya.  

Terima kasih sudah berkunjung di blog Keluarga Nawra. Lain waktu datang lagi ya

Powered by Blogger.