Menu

Featured Post

Nokia 6, Smartphone yang akan Mengingatkan Kita Akan Kualitas Nokia

Assalammualaikum.Wr.Wb Apa kabar Sahabat Keluarga Nawra Nokia adalah sebuah nama yang sempat berjaya pada masanya. Kejayaan ini buka...

Monday, May 29, 2017

/ /
Masjid Al-Amin Tengah Padang Kota Bengkulu


Setiap ada yang baru pertama kali berkunjung aau ada keperluan ke rumah saya. Setiap ada yang bertanya alamat rumah di mana. Saya selalu berkata begini. 

Nanti berhenti saja di mushollah atau masjid Al-Amin. Rumahnya dekat mushollah . Tanyakan saja dengan warga yang tinggal di sekitar mushollah. Gang rumahnya hanya berjarak dua rumah dari mushollah itu. Di depan gang ada pohon kelapa Hibrida.

Hasilnya memang dengan menyebutkan nama Mushollah Al-Amin tersebut. Alamat rumah saya jadi lebih mudah ditemukan. Termasuk juga mudah ditemukan oleh berbagai kulir paket dan pak pos. Sebenarnya itu  rumah orang tua saya. Saat ini kami balik dulu ke rumah orang tua. Untuk menemani dan merawat ibu saya yang sudah tua dan sering sakit-sakitan. Rumah kami yang di simpang Nakau untuk sementara kami kontrakan dulu. 

Memang meski sudah punya rumah sendiri, untuk alamat surat menyurat kami masih menggunakan alamat rumah ini. Sebab lebih sering nongkrong dan standbye di rumah orang tua.

Nama mushollah Al-Amin ini saya tidak tahu yang mencetuskannya siapa? Hanya yang saya ingat sewaktu saya kecil dulu. Saya ingat sekali karena almarhum bapak saya adalah ketua RT. Beliau yang juga merupakan salah satu orang yang memperjuangkan berdirinya Mushollah ini. 



Dari awalnya hanya terbuat dari bambu, lalu berubah menjadi papan sampai akhirnya menjadi seperti sekarang. Bapak saya termasuk orang yang berjuang di awal berdirinya masjid ini.  

Namuan sayang , saat saya berusia sebelas tahun atau sekitar kelas lima SD bapak saya meninggal dunia. Selanjutnya kepengurusan mushollah ini dilanjutkan oleh kakak saya Saparwan. Beliau yang memang setiap hari rajin untuk menghidupkan berbagai kegiatan di mushollah. Mulai dari salat lima waktu di masjid. Terutama pada saat Magrib, Isya dan Shubuh. Menghidupkan kegiatan hari besar islam. Seperti perayaan Isra Mikraj, Maulid Nabi. Salat hari Raya Idul Fitri, Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban. Penerimaan dan penyaluran zakat dan infak selama Ramadhan. Termasuk juga lomba-lomba yang dilakukan dalam rangka peringatan hari besar islam tersebut.

Sungguh sayang kakak saya tersebut sudah meninggal di tahun 2004 silam, karena sakit. Cerita tentang perjuangan beliau dan kenangan saya bersama beliau serta Mushollah Al-Amin ini saya tuliskan di dalam sebuah antologi yang berjudul Di Masjid Hatiku Terkait.

Kutipan  dari  tulisan saya di buku tersebut 

Pesan terindah dari bapak saya sebelum meninggal

“Bapak tidak meninggalkan harta untuk kalian , hanya satu Masjid yang mulai rapuh dimakan zaman.Masjid ini akan hilang jika kalian tidak menjaga dan merawatnya. Jadikan ia sebagai tempat terindah di hati kalian...!” Suara Bapak kian pelan ,hilang dan berhenti bersama napas terakhirnya.
Masih di salam buku antologi tersebut.



Masjid Al-Amin terletak di tengah pemukiman rumah penduduk dikawasan Jalan Iskandar 6 RT V No 50 Kelurahan Tengah Padang Kota Bengkulu. Bangunannya kini semakin terawat dan terurus. Semakin megah dan rapi. Hanya ini warisan Bapak, agar kami memakmurkan dan mencintai Masjid. Pada awal dulu kami bahu membahu adik-beradik meramaikan semua kegiatan di Masjid ini. Mulai dari sholat, kegiatan keagamaan dan sosial semua berawal dan dibicarakan di Masjid.

Tak jauh atau tepatnya berada di belakang SMP N 3 Kota Bengkulu. Berdekatan juga dengan kantor Kelurahan Tengah Padang.

Bagian dalam, shaf untuk perempuan

Kini Masjid ini adalah warisan terbesar dari Bapak. Juga warisan Kakakku. Kakak yang dulu seiya sekata denganku dalam menggerakkan roda kegiatan Masjid sudah meninggal dalam usia yang relatif muda. Tanpa ia sempat melihat dan menikmati bagaimana perubahan Masjid itu sekarang. Ia meninggalkan kami dalam keadaan yang baik .Kakak  yang suaranya meski kadang diselingi batuk sangat dinantikan pada setiap jam sholat datang. Kini suara itu telah berganti dengan Kakakku yang lain. Menjelang akan nikah beliau pindah kerja  dan mendekat dengan kami sehingga kini dia berada di sekitar Masjid warisan  Bapak.Sungguh di Masjid ini hati kami  anak-anak Bapak saling terkait dan saling memuliakan pesan terindah Bapak.

Bagian depan, shaff untuk laki-laki

Sekarang masjid ini dikelolah oleh kakak saya pas di bawah kakak yang meninggal ini. Beliau saat ini juga rajin mengajak anak dan istrinya untuk salat berjamaah di masjid. Selain itu beliau juga menjabat sebagai pengurus masjid an mengelolah pengurusan ibadah kurban setiap bulannya. Meskipun hanya masjid kecil, Alhamdulillah setiap tahun selalu ada yang memberikan amanah kepada masjid Al-Amin untuk memotongkan hewan kurbannya. Baik sapi atau kambing.

Pemotongan Hewan Kurban
Selain itu suami saya dan anak-anak juga rajin dating berkunjung dan beribadah di masjid. Saya dengan arisan Mandiri. Hampir dipastikan selalu mengadakan kegiatan di masjid ini bersama-sama ibu arisan. Baik untuk kegiatan arisan itu sendiri. Seperti pengajian rutin dan ceramah agama. Atau untuk peringatan hari besar islam. 

Ibu-ibu Arisan Mandiri selesai acara kebesaran islam
Memang masjidnya kecil , hanya muat sekitar seratus orang tetapi fasilitas ibadah dan perlengkapan kematian sudah lengkap. Sebab dikelolah dengan baik oleh para pengurus dan anggota kematian serta anggota arisan Mandiri. Misalnya saja ketika ada warga anggota kematian yang terkena musibah , maka mulai dari menggali kubur, menyiapkan makan untuk pengali kubur, ahli musibah dan para tamu selama tiga hari saat digelar acara takziah. Untuk urusan biaya dan makanan ditanggung oleh persatuan kematian. Di malam takziah, persatuan kematian menyiapkan air serobat untuk para tamu. 

Keranda kematian dan kamar mandi untuk berwudhu

 
Kegiatan salat di masjid ini ramai pada salat Magrib, Isya dan Subuh. Untuk hari jumat karena ini masjid kecil atau sering orang menyebutnya mushollah maka kegiatan salat Jumat tidak dilakukan di masjid ini. Akan tetapi para perempuan secara rutin juga salat berjamaan di masjid dan biasaya juga dilanjutkan dengan ceramah atau pengajian rutin.

Sekarang kondisi masjid Al-Amin sudah sangat bagus dan nyaman. Ruangannya juga sudah bagus.Plafon ruangannya juga sangat diganti dengan kayu dan dicat sehingga menarik


Tempat berwudhu juga sangat memandai dan terawat dengan baik. Air mengalir dengan baik dan lancer.

Tinggal sekarang tugas saya dan keluarga serta masyarakat di sekitar masjid ini untuk memakmurkan masjid. Mengisinya dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Menajganya agar tetap tetap terawat dengan rapi, bersih dan nyaman.

Saya selalu terngiang perkataan Bapak,  bahwa Masjid  harus kami upayakan untuk selalu ramai dengan berbagai kegiatan yang baik. Membawa Masjid dalam segala aspek kehidupan kami. Menjadikan Masjid sebagai rumah utama setelah rumah tempat tinggal kami, menjadikan  Masjid tempat mencurahkan hati dan belajar tentang islam. Menebar kebaikan pada sesama.

Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan dari Blogger Bengkulu dalam #nulisserempak tentang #masjiddibengkulu. Sekaligus untuk mengurai rasa rindu saya terhadap bapak dan kakak saya yang sudah meninggal.

Baca juga ya, tulisan sobat Bobe Komi Kendy

Padang Betuah, Masjid Berusia Ratusan Tahun




Friday, May 26, 2017

/ /
Rumah-rumah Terapung  di Atas Sungai Musi Palembang

Assalammualaikum Wr.Wb
Halo sahabat #KeluargaNawra

Beberapa waktu lalu saya sekeluarga bersama kakak ipar yang ada di kota Palembang. Berkesempatan untuk keliling di sungai Musi dengan menggunakan 'Ketek' perahu sederhana atau tradisional yang digunakan sebagai alat transportasi di atas sungai Musi. Tujuan perjalanan kami kali ini berkunjung ke pulau Kemaro .

Sungai Musi adalah sebuah sungai yang terletak di provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Dengan panjang 750 km, sungai ini merupakan yang terpanjang di pulau Sumatera dan membelah Kota Palembang menjadi dua bagian. Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang pun melintas di atas sungai ini. Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, sungai ini terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat.

Sambil bercerita tentang sungai Musi. Saya ingin memperlihatkan berbagai rumah yang berhasil saya ambil gambarnya dari atas perahu Ketek. Rumah-rumah tersebut tumbuh di atas sungai Musi bukan di pinggiran sungai Musi.



Geografi

Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua bagian kawasan: Seberang Ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan. Sungai Musi, bersama dengan sungai lainnya, membentuk sebuah delta di dekat Kota Sungsang.

Mata airnya bersumber di daerah Kepahiang, Bengkulu. Sungai Musi disebut juga Batanghari Sembilan yang berarti sembilan sungai besar, pengertian sembilan sungai besar adalah Sungai Musi beserta delapan sungai besar yang bermuara di sungai Musi. Adapun delapan sungai tersebut adalah :

Ini katanya rumah yang dipakai dalam film Habib Rizieq


Adapun  sungai yang bermuara ke sungai Musi tersebut adalah 

    Sungai Komering
    Sungai Rawas
    Sungai Leko
    Sungai Lakitan
    Sungai Kelingi
    Sungai Lematang
    Sungai Semangus
    Sungai Ogan




Lahan seluas 3 juta ha di daerah aliran sungai (DAS) Musi dianggap kritis akibat maraknya penebangan liar. Kondisi ini dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor.





DAS Musi secara geografis terletak pada 103° 34’ 12 “ – 105°  0’ 36” BT dan 02° 58’ 12”  -  04° 59’ 24” LS dengan luas 7.760.222, 86 Ha.  Secara administrasi DAS Musi termasuk pada 4 (empat) provinsi yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi dan Lampung. Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk ke dalam DAS Musi meliputi 17 (tujuh belas) Kabupaten/Kota atau seluruh Kabupaten/Kota yang berada di Provinsi Sumatera Selatan.

Kabupaten di Provinsi Bengkulu yang masuk pada DAS Musi meliputi Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang, sedangkan Kabupaten di Provinsi Jambi yang masuk pada DAS Musi meliputi Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Muaro Jambi. Dan kabupaten di Provinsi Lampung Barat yang masuk pada DAS Musi meliputi Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Way Kanan.



Nah, itu dia beberapa rumah yang terapung di atas sungai Musi yang berhasil saya ambil bersama keluarga. Kami berangkat dari belakang JCO di sekitar pasar 16 sekitar jam setengah dua belas siang. Saat itu lalu lintas di atas sungai tidak terlalu ramai. Namun ketika hendak pulang dari pulau Kemaro menuju ke pasar 16 kembali. Sekitar jam setengah tiga, lalu lintas di atas sungai mulai ramai.


Thursday, May 25, 2017

/ /
Villco, Kenikmatan Kopi Bengkulu Dari Atas Mobil



Assalammualaikum Wr. Wb
Hallo sahabat #KeluargaNawra

Waktu kopi darat kesepuluh Blogger Bengkulu, ahad lalu. Saya dan teman-teman blogger lainnya kebanjiran dan mabok kopi loh. Kenapa emangnya, ya gimana gak mabok. Ketemu langsung dengan para pengusaha kopi dan petani kopi yang ada di Bengkulu secara langsung. Kedatangan mereka tentu saja membawa produknya. Pastinya juga para blogger ikutan kecipratan icip-mencicip kopinya.

Kegiatan ini di fasilitasi oleh Media Center Bengkulu, oleh bapak Khafi selaku humasnya. Bertempat di gedung kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu yang beralamat di jalan S.Parman Padang Jati. Tepat di tengah jantungnya kota Bengkulu. Kepala Disperindag bapak Lierwan juga mengajak para blogger untuk bisa membantu mempromosikan kopi Bengkulu. Saya mewakili sebagai ketua Blogger Bengkulu menyampaikan rasa suka cita yang luar bisa atas pertemuan dan persahabatan ini, semoga Bobe juga bisa ikut memperkenalkan kopi Bengkulu melalui tulisan di blog.

Kebetulan di acara ini saya kebagian kopi Villco. Dari namanya aja udah kentara banget ya. Kalo merek tersebut produknya  adalah kopi. Mirip juga sama nama sebuah permen kopi ya. Tapi tunggu dulu. Yang ini lebih istimewa.

Istimewanya kopi Villco ini disajikan atau atau kita nikmatin secara bebas dari sebuah mobil yang di desain secara unik dan klasik. Bikin tambah asik saja ngopinya. Mobil Kopi Villco sering mangkal di sekitar pantai Panjang di dekat Sport Center.

Ngopi Sambil Menikmati Pantai Panjang



Menurut pengusahanya, bahan baku kopi Villco ini berasal dari buah kopi yang merah atau cherry merah segar, yang di rawat dan dibudidayakan secara alami oleh para petani kopi di daerah Kepahiang. Salah satu kabupaten yang ada di Bengkulu.

Ditanam pada ketinggian 1200-1500 mdpl. Dari lahan perkebunan yang agro ekologi atau kebun yang ramah lingkungan. Semua proses dan perawatannya juga secara alami.

Pengusaha Kopi Villco

Untuk jenisnya, kopi Villco ada Arabica dan Robusta. Saya secara cepat belum bisa membedakan gimana rasa Arabica dan gimana juga rasanya Robusta. Soalnya saya suka minum kopi saja dan sukanya kalo pake susu. Jadi minum kopi susu. Tapi sejak ikutan acara ini dan kenalan sama banyak pengusaha kopi dan produknya. Saya mulai sedikit tahu dan menambah wawasan tentang kopi. Terutama kopi Villco ini.

Harga kopi Villco sangat terjangkau dengan rasa yang tak kalah . Bahkan nikmat di kelasnya. Sebab diproses dan diolah secara maksimal. 



Jika teman-teman ingin menikmati kopi sembari menikmati keindahan serta keramaian pantai Panjang. Maka pilihannya jatuh pada kopi Villco. Apalagi sensasi menimati kopi dari atas mobil, gak bakalan ditemukan di tempat lain.

Langsung saja cari mobilnya ya dan pesan segera kopinya. Ada berbagai olahan kopi juga yang bisa dipilih dan dicobain.


Untuk pemesanan kopi bisa hubungi
Wa 0821 7675 3396
Instagram Villco Bengkulu
Facebook Villco Bengkulu

Tuesday, May 23, 2017

/ /
Regenerasi Kulit Mu Melalui Terapi Stem Cell


Stem cell atau sel punca adalah merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Ia juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel – sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup organisme. Pada saat stem cell terbelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi stem cell atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus.

Ada Dua Jenis Stem Cell, yakni : 

Stem cell embrionik , stem cell embrionik adalah pluripoten dan dapat berdiferensiasi atau berubah menjadi semua jenis sel dalam tubuh, 



Stem cell dewasa, merupakan sel yang hanya dapat mempertahankan dan memperbaiki jaringan, stem cell dewasa lebih terbatas perubahannya dan hanya bisa berdiferensiasi menjadi jenis sel tertentu sesuai jaringan stem cell itu berasal. 



Melihat potensi tersebut, menjadikan stem cell menjadi terobosan baru dalam dunia pengobatan  maupun terapi regeneratif. Dan diharapkan terapi regeneratif ini akan menghasilkan jangka waktu hidup sehat yang lebih lama bagi pasien. Sedangkan dari sisi regenerasi, terapi stem cell diharapkan bisa meregenerasi kulit yang mengalami penuaan, cedera pada kulit seperti luka bakar, jaringan parut bekas jerawat, atau luka lain pada kulit.

Telah banyak dilakukan penelitian berkaitan dengan stem cell ini, ada yang mengambil material stem cell bersumber dari epidermis, dermis, sel mesenkim, sumsum tulang, embrionik dan stem cell pada janin. Dan sumber stem cell yang terakhir tadi, yang bersumber dari janin dikabarkan paling berhasil dan aman dalam penerapannya untuk memperbaiki dan meregenerasi kulit.

Dimana setelah dimasukkan Stem cell melalui infus melalui pembuluh vena pasien, stem cell akan langsung menyebar ke dalam tubuh, berkembang menjadi sel-sel baru menggantikan sel-sel yang telah rusak sehingga terjadi proses peremajaan. 

Proses infus

Kontan saja, dalam waktu relatife singkat kulit yang kusam dan berkerut akan hilang akibat penurunan produksi kolagen oleh proses degeneratif. Hasilnya, kulit bertambah elastis, kulit semakin tebal, dan mengurangi pigmentasi sehingga penampilan jauh lebih baik. Rambut pun juga semakin tebal dan menghitam,karena telah tumbuh rambut baru.

Informasi tentang Stem Cells
Web: www.stanfordcenter.com
WA : 081259339977 (Vonny)

Sunday, May 21, 2017

/ /
GIVE AWAY, Berhadiah Buku Hanya Dengan Berbagi Komentar


Assalammualaikum Wr, Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Hola-hola, keluarga Nawra mau berbagi buku ini. Istilah kata kekinian. Mau give away. Caranya gampang banget. Gak pake susah.

Kamu cukup komen di sini, berbagi komentar dan sharing saja. Berbagi itu kan indah dan menyenangkan. Jadi keluarga Nawra minta kalian berbagi di sini.


Oh, ya hadiah yang akan diberikan adalah, dua buah buku keren ini. Kalo kamu mau beli boleh aja sih. Tersedia di toko buku. Harganya sekitar Rp. 78.000. Serta satu orang dengan jawaban yang paling keren (jika ada) pulsa sebesar Rp. 25.000,-

Tapi kali ini, keluarga Nawra mau kasih kamu gratis ya. Simak caranya supaya bisa ikutan GA ini


Pertama, Kamu cukup, like supaya kamu dapat update infonya seh ,sapa tau kamu yang menang. Tapi kamu gak jadi menang karena kudet. Sosial media #Keluarganawra berikut ini. Silakan klik aja sudah terhubung langsung.

Instagram @keluarganawra

Twitter @keluarganawra

Fanspage @keluarganawra

Kedua, Drop jawaban atau komentar kamu di kolom komen postingan ini. Dengan disertai alamat kalian. Yang dianggap ikut GA ini adalah yang menyertakan alamat lengkap dan no hapenya ya.

Tiga, kamu tekan tombol share di bagian bawah postingan blog ini di Twitter atau , G+ atau Facebook atau semuanya. Dengan tagar #GAKeluargaNawra

Mudahkan caranya !

Pertanyaannya adalah, silakan pilih mau menjawab no 1 atau 2

1.Menurut kamu sebaiknya pesta pernikahan dilakukan di gedung atau di rumah , berikan alasanmu.

2. Jika ke pesta pernikahan, kamu lebih suka memberikan amplop atau kado kepada pengantin.

Silakan dijawab ya, dan drop komentarnya di kolom Komen. 

Jawaban ditunggu sampai dengan tanggal 15 Juni 2017
Pemenang akan diberitahu atau akan ada kejutan. Pada tanggal 17 Juni 2017.



Saturday, May 20, 2017

/ /
Pagoda di Pulau Kemaro Palembang





Assalammualaikum Wr. Wb
Halo sahabat #KeluargaNawra

Berkunjung ke Pulau Kemaro akhirnya jadi juga setelah dua belas tahun bolak-balik ke kota Palembang. Terbayar juga. Sebenarnya cuma penasaran saja, ingin melihat langsung. Kalo cerita pulau Kemaro ya bisa dibaca di mana-mana dan sering juga saya dengar dari cerita keluarga yang ada di Palembang.

Katanya di sana ada bangunan PAGODA, itu saja. Cuma ya, kalo belum lihat secara langsung, tetaps aja ya penasaran.


Pagoda adalah semacam kuil yang memiliki atap bertumpuk-tumpuk, bergaya Meru. Sebuah pagoda terutama ditemukan di negara-negara dengan umat Buddha yang banyak seperti Thailand atau Tiongkok.

Apalagi untuk pergi melihat Pagoda di pulau Kemaro tersebut kita harus menyeberangi sungai Musi dengan perahu kecil atau yang disebut orang Palembang 'KETEK'

Lucu ya namanya, selain Ketek ada juga kapal lain yang menuju ke sana. Kita bisa menggunakan kapal pesiar kecil, atau perahu boat agar cepat sampai. Namun sensasi naik Ketek akan sangat berbeda, dan itu merupakan pengalaman yang luar biasa.

Demi sebuah pengalaman, akhirnya ditemani oleh kakak ipar, kami sekeluarga akhirnya menjejak ingin melihat Pagoda di pulau Kemaro. Kami berangkat dari terminal ketek yang tersebar di dekat Benteng Kuto Besak atau BKB, sekitar jam sebelas. Sampai di sana sekitar jam dua belas. Pas sedang naik matahari, cuma kebetulan cuaca siang itu agak mendung . Belum turun hujan.

Berikut ini adalah gambar Pagoda yang kami ambil 
gambarnya di pulau Kemaro

Pagoda pertama yang kami jumpai
Nawra, Athifah dan Annasya, berfose di Pagoda Utama


Pagoda ini tingginya sembilan tingkat dan dibuka hanya pada saat perayaan hari kebesaran umat Budha. Jadi klao hari biasa, kita tidak bisa naik dan masuk ke dalam Pagoda. Ini adalah dua saudara, satu kakak ipar dan satunya lagi suami saya.


Habis itu suami kepengen di foto dengan pagoda dengan gaya kekinian, hehehe



Selanjutnya saya kasih bonus foto up to date, namun abaikan dulu ya rambut baba Nawra yang acak-acakan. Agak gondrong sih, maklum sempat galau dipotong apa gak. Saran saya buat rambut tipis kayak suami saya sebaiknya dipotong pendek saja. Meski terlihat sedikit botak karena rambutnya tipis. Tapi lebih rapi dan terlihat lebih ganteng, hehehe.


Giliran si Kakak Nawra , pengen di foto sendirian juga. Katanya ingin dipasang di akun Instagramnya. Duh, anak sekarang apa-apa pengen dipejeng. Gak mau kalah sama Memenya dan Babanya. Tapi Nawra gak minta langsung di upload kok di IG






Kalo saya ambil fotonya dari samping Pagoda ke arah sungai, dimana di sana juga terdapat dermaga kecil. yang juga banyak digunakan oleh orang-orang untuk berfoto. Demi keamanan anak-anak. Kami tidak berfoto di sana soalnya tidak ada pagar pengaman. Sangat rentan bahaya terutama bagi anak-anak. Oh, ya di belakang atau di sekitar halaman Pagoda, banyak terdapat para penjual makanan dan minuman. Seperti kelapa muda dan aneka minuman dingin. Jadi tidak perlu kuatir atau takut kelaparan. Bawa aja uang yang banyak.


Kalo ini gambar belakang Pagoda, diambil dari halaman pohon Cinta. Tepat di belakang fose foto saya di atas. Itu terlihat pohon cinta-nya. Kayak pohon beringin.









Dengan melihat Pagoda di pulau Kemaro ini, semakin saya dan keluarga sadar bahwa Islam adalah agama yang damai dan Rahmatan Lil Alamin. Kenapa, kalo memang islam seperti yang dicap oleh sebagian orang agama yang radikal. Tentu bangunan Pagoda ini tidak akan berdiri megah dan tetap ada di pulau Kemaro ini sampai sekarang. Tentu sudah lama dihilangkan atau dirobohkan oleh masyarakat Palembang. Akan tetapi kenyatannya tidak demikian.


Semoga dengan ulasan tentang gambar Pagoda yang ada di pulau Kemaro ini bisa menambah wawasan dan informasi buat kamu ya. Semoga tidak penasaran lagi Pagoda atau isi pulau Kemaro itu apa.  Oh, ya di pulau ini juga terdapat penghuni yang memang bertugas merawat dan memelihara Pagoda tersebut.

Thursday, May 18, 2017

/ /
Tradisi Makan Berhidang

Assalammualaikum Wr. Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Tradisi makan di beberapa wilayah di Bengkulu adalah dengan cara atau disebut dengan nama BERHIDANG. Dimana semua nasi, dan lauk pauknya dihidangkan ke hadapan para tamu. Biasanya tamu duduk melingkar atau duduk memenuhi setiap sudut ruangan dengan berseder dengan dinding tempat dilaksanakannya acara.

Makan berhidang ini biasanya dilakukan pada acara pernikahan, acara syukuran , acara doa atau apa saja. Umumnya masih diterapkan pada keluarga di wilayah pedesana. Meskipun masih ada juga beberapa keluarga di daerah kota yang masih menerapkan cara makan berhidang.

Cara makan berhidang sudah mulai dilupakan atau ditinggalkan sebab agak repot. Butuh banyak piring unuk meletakkan lauk pauk dan nasi. Butuh banyak nampan untuk membawa piring yang berisi nasi dan lauk-lauk sampai akhirnya dihidangkan ke hadapan para tamu.

Selain itu cara makan berhidang butuh ruangan yang besar dan luas, agar muat untuk menghidangkan makanan. Oleh sebab itu banyak keluarga di Bengkulu yang meninggalkan tradisi makan berhidang ini. Menggantinya dengan cara makan prasmanan.

Beruntung, suatu masa saya dan keluarga datang silaturahim dengan keluarga di Kepahiang. Keponakan saya menggelar acara syukuran untuk menempati rumah baru. Cara perayaan acara syukuran rumah barunya menggunakan tradisi makan berhidang. Bukan hanya pada acara puncaknya. Ketika rombongan kami datang saya sudah dilayani dan disuguhi makan berhidang. 






Saya dan keluarga pun menikmati hidangan makan tersebut dengan lahap. Semua memang merasa lapar. Lumayan perjalanan dari Bengkulu ke kota Kepahiang ini menghabiskan waktu sekitar dua jam. Apalagi jalan menuju Kepahiang harus melalui pegunungan. turun naik gunung membuat kepala pusing dan perut terasa lapar, mual juga.



Memang menu yang dihidangkan ketika kami datang dan makan pertama kali agak berbeda dengan menu untuk acara puncaknya. Tetapi tetap saja bikin kenyang, banyak pilihannya. Acara puncak syukurannya nanti malam dilakukan selepas salat isya, sekitar jam delapan malam.

Nah, kalo menu untuk acara puncaknya nanti malam adalah, beberapa pilihan menu di bawah ini

Lele Goreng
Lalu Ada Sambal Terasi

Dilengkapi juga dengan menu aneka lalapan


Menu Ayam dan olahannya juga disajikan. Ayamnya orang Kepahiang menyebutnya ayam Pramuka.



Ditambah dengan menu acar timun untuk menetralkan olahan daging.




Banyak lagi menu lainnya. Termasuk aneka kue atau kudapan. Selain disajikan dalam bentuk berhidang. Tamu untdangan juga dapat menyantap hidangan makanan melalui meja prasmanan yang juga disiapkan oleh tuan rumah. Menunya sama saja, hanya tidak dihidangkan.

Untuk menghidangkan menu tersebut memang butuh banyak piring terutama piring kecil. Dimana dalam satu piring hanya berisi sedikit makanan. Jika lauk ayam atau ikan. Dalam satu piring hanya berisi sekitar dua atau tiga potong saja.

Melihat hidangan yang begitu banyak tentu saja membuat nafsu makan melambung ya, hehehe. Mari kita makan dulu ya. Sayang udah dihidangkan kalo gak langsung dimakan.

Kalo ditempat kamu, ada jugakah cara makan seperti ini. Namanya apa?

Tuesday, May 16, 2017

/ /
Pemenang Buku GRATIS MY WEDDING STORY Batch 1





Assalammualaikum Wr. Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Saya mau mengumumkan pemenang give away batch 1
selamat kepada

1. Ghina Shafirah

2. Sandra Hamidah

Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa satu buah buku My Wedding Story.Hadiah akan dikirimkan segera ke alamat kalian dan semoga semuanya diberikan kemduahan oleh Allah SWT .

Yang belum menang ikut lagi di batch 2 ya. Dengan hadiah yang sama, tapi dengan cara kuis yang agak beda, tapi tetap mudah kok.

Ditungguin aja ya hadiahnya. ditungguin juga info batch selanjutnya!

Selamat kepada pemenang.

Salam, sampai jumpa!

Sunday, May 14, 2017

/ /
Makan Seru Di Kebun Teh Kabawetan

Assalammualaikum Wr. Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Salah satu objek wisata yang hit di kota Kepahiang adalah kebun Teh Kabawetan. Dari kota Bengkulu menuju Kepahiang, menghabiskan sekitar dua jam perjalanan. Naik gunung dan turun gunung juga. Udara di Kepahiang sejuk. Mirip daerah Puncak, Bogor.

Orang Bengkulu, menyebut daerah Kepahiang- Curup adalah 'Puncaknya' Bengkulu. Sebab udaranya yang sejuk dan terasa sangat dingin di malam dan pagi hari. Airnya sedingin es. Tapi anak-anak saya suka dengan dinginnya air dan udaranya Kepahiang yang sejuk. Maklum anak saya putri salju semuanya. Senang yang dingin dan sejuk. Makanya di rumah hobinya ngetem di kamar sambil ngidupin Ac, hehehe. Mereka malah sering minta mandi.

Pemandangan di Sekitar Tempat Kami Makan

Oh, ya saran saya kalo ingin ke Kepahiang sebaiknya berangkatnya pagi sekali dari Bengkulu. Misalnya seusai subuh atau sekitar jam enam pagi. Supaya bisa langsung menikmati serunya Kabawetan. Pulangnya juga paling lama jam empat sore. Supaya tidak kemalaman ketika melintasi gunung.

Kali ini yang berangkat dua keluarga, satu rombongan keluarganawra dan keluarga ayah Andi ditambah dengan nenek. Muat satu mobil. Ada sekitar 10 orang.

Saya kebetulan yang kebagian membawa jatah maka siang, terutama nasi dan lauk pauk lainnya. Saya juga masak apa adanya aja. Saya juga menyiapkan pop Mie. Jadi aman kok kalo mau makan di Kabawetan. Termos air panas juga sudah sedia. Tinggal seduh saja, mau ngopi juga bisa. Meskipun penjual makanan juga banyak di sekitar lokawi wisata Kabawetan ini. Tapi saya lebih memilih menyiapkan dan membawa sendiri.


Kami memilih untuk tempat santai dan makan memang di tengah, di pinggir jalan dan di tempat yang rame. Supaya kalo terjadi apa-apa yang tidak kami inginkan akan lebih cepat mendapatkan bantuan. Sekalian itu juga untuk antisipasi misalnya hujan. Soalnya seperti daerah pegunungan lainnya, daerah Kabawetan suka turun hujan mendadak. Meski kadang cuma sebentar. 

Oke mobil sudah parkir, mari turunkan barang dan bersiap untuk makan siang. Kita habiskan makanan yang di bawa dari Bengkulu. Agar rantangnya kosong dan bisa diisi dengan makanan yang lainnya, hihihi.

Anak-anak sudah ribut dengan pembagian Pop Mie, eh si Athifah malah ketiduran. Annasya sibuk bermain







Pokoknya kalo makan ditempat yang sejuk dan keren kayak Kabawetan ini, mau menu atau makan apa saja. Semua akan terasa nikmat dan sedap. Lihat saja semua makanan habis, tanpa sisa. kecuali satu pop mie jatah si Athifah yang emang disisakan. Si abang Dzaki dan Nailah, sama lahapnya dengan Nawra. Habis semua tanpa sisa.

Termasuk ibu saya yang biasanya tidak habis makan. Ketika di kebun Kabawetan ini makannya jadi habis. Malah minta dibikinin kopi juga. 

Jadi kalo sedang tidak nafsu makan, barangkali bisa dicoba makan bersama keluarga di kebun teh Kabawetan ini ya. Pemandangannya yang indah memang membuat hati nyaman dan bahagia. Dan tentu saja akan membuat hati juga enjoy sehingga doyan makan.

Oh, ya sebaiknya kalo makan di tempat umum seperti ini. Sampahnya tetap dikumpulkan dan buanglah pada tempatnya yang tepat. Sebaiknya tidak dibuang sembarangan ya.
Powered by Blogger.