Menu

Featured Post

Nokia 6, Smartphone yang akan Mengingatkan Kita Akan Kualitas Nokia

Assalammualaikum.Wr.Wb Apa kabar Sahabat Keluarga Nawra Nokia adalah sebuah nama yang sempat berjaya pada masanya. Kejayaan ini buka...

Monday, December 24, 2018

/ /
Bagi Raport Pertama Athifah di Taman Wisata Family
Assalammualaikum. Wr.Wb

Dear Sahabat Keluarga Nawra, hari ini saya bersama dengan  mama (panggilan anak-anak saya untuk kakak perempuan saya) akan mengambil raport pertama Athifah. Undangan yang disebarkan beberapa hari sebelumnya, menyebutkan. Pembagian raport akan dimulai pada pukul delapan. Dengan sedikit muter-muter dan banyak berhenti. Akhirnya kami tiba di lokasi pembagian raport, di Taman Wisata Family


Kalo banyak berhenti, dalam rangka mencari sarapan dan bekal yang akan di bawah ke wisata bermain. Kalo muter untuk menghindari banjir, maklum saja kota Bengkulu, beberapa hari ini sedang banjir. Jadi jalannya juga harus pilih-pilih. Supaya tidak terendam. Kasian mobil kalo terendam.Apalagi kalo sempat mati ditempat.

Datang ke Lokasi Agak Terlambat

Sampai di lokasi, anak-anak sudah pada berkumpul, begitu juga dengan orang tua. Ternyata bukan hanya kami yang terlambat. Ada juga rombongan keluarga lainnya yang terlambat. Ciyee, jadi ada temannya yang terlambat.

Setelah parkir, saya segera mengantar Athifah ke sebelah kanan, di area itu teman-teman Athifah sudah kumpul bersama ibu gurunya dan sedang bermain. Rupanya ibu guru sudah mempersiapkan permainan untuk anak


Saya menuju ke lokasi bagian kiri, dimana orang tua kumpul di sana. Terdengar sayup-sayup suara dari atas saung. Rupanya ceramah ustadnya, baru saja dimulai. Haiya, ternyata sesi pembukaan acara sudah lewat.

Dedek Annasya, bermain bersama mama, saya lanjut menuju saung dan lokasi orang tua kumpul.
Add caption

Cuaca masih ada mendung, sisa hujan dari tadi malam, Alhamdulillah di sini tidak hujan. Meski juga belum panas. Cuacanya cocok untuk kumpul dan bermain di luar.

Ternyata saung utama sudah penuh, resiko yang datang terlambat yak. Setelah mengisi buku tamu, menyalami dan cipika-cipiki dengan para guru. Saya langsung menuju saung kecil yang berhadapan dengan saung utama.


Dari sini, terdengar sangat jelas suara dan isi ceramah ustadnya. Kebetulan yang mengisi tausyiah ini ustad Alamsyah. Kalo saya simak isi ceramahnya, ini lebih mirip dengan seminar parenting. Isinya berbobot sekali dan sangat up to date.

Beberapa pesan ustadnya adalah, ini yang saya ingat yaaak!

1. Jika ada belum membuahkan hasil ( baca belum pintar) waktu TK, maka anak masih punya kesempatan untuk tetap berkembang dan punya kesempatan di jenjang pendidikan berikutnya. Bisa jadi waktu SMP, SMA, Kuliah dll. Jadi jangan pernah berputus asa dan berhenti mendoakan anak-anak.

2. Tidak memaksakan cita-cita kepada anak-anak. Apalagi untuk mewujudkan cita-cita orang tua yang tidak kesampaian. Misalnya, orang tua yang gagal menjadi dokter, memaksakan diri cita-cita tersebut pada anak.

3. Dalam mendidik anak, kedua orang  tua berperan sangat penting. Di dalam diri anak, terbentuk dari dua kromosom ayah dan ibu. Oleh karena itu, anak membutuhkan pendidikan, ajaran yang seimbang dari kedua orang tuanya. Agar hidupnya seimbang. Agar anak tidak tumbuh dan berkembang dengan dominan yang kuat. Entah dari ayah atau dari ibunya. Ada ajaran, didikan yang lebih masuk, bisa diterima oleh anak jika disampaikan oleh ayah, pun sebaliknya ada yang lebih paas disampaikan oleh ibu. Oleh karena itu ayah bunda, harus menjadi pigur yang baik buat anak-anak. 

4. Berikan anak hak, sandang, pangan dan ilmu dari sumber penghasilan yang halal. Barang yang tidak halal, jika masuk ke dalam tubuh anak, maka bisa jadi suatu hari akan menghambat tumbuh kembang anak. 

5. Tingkatkan iman dan takwa kepada Allah, orang tua yang penuh iman dan takwa dalam mendidik anak, maka akan berdampak juga baik kepada pendidikan anak. Termasuk untuk prestasi anak-anak.

Nah, saya duduk di depan saung itu yang menghadap langsung ke sungai. ini foto kiriman bu susi, di foto saya belum datang, dari sana view sungainya terlihat sangat jelas :)
Nah, itu hanya beberapa poin penting, yang saya ingat. Selebihnya masih banyak lagi yang penting. Sayang, seperti kata ustadnya. Acara kayak gini, sangat jarang kedua orang tua yang datang.

Padahal pendidikan anak itu adalah tanggungjawab kedua orang tua. Namun, acara kayak gini, lebih sering yang datang adalah para ibu. Betul itu ustad, kayak saya pun mengalaminya. Suami gak bisa hadir pada acara hari ini. Semoga di lain waktu yah, bisa datang komplit.
Siap-siap menrima raport

Sesi Bagi Raport di Atas Saung

Usai tausyiah dari ustad, kemudian dilanjutkan dengan pembagian raport. Untuk pembagian raport ini dibagi sesuai dengan kelasnya. Tempatnya juga dibagi-bagi. Kebetulan untuk B4, kelas Athifah berad di atas saung utama. Saya pun mengajak Athifah naik ke atas saung.
Suasana riuh pembagian raport B4

Di atas saung, Ibu Desty, wali kelas Athifah dan para orang tua lainnya sudah berkumpul. Gak begitu lama, setelah dibuka dan kata sambutan. Bu Desty segera membagikan hasil belajar anak-anak selama enam bulan ini.

Belajar, ambil raport sendiri :)

Selain diberikan raport, juga disertakan hasil berupa karya-karya , lembaran kerja anak selama di sekolah.  Serta bingkisan. Athifah tentu saja sangat senang mendapatkan bingkisannya. Langsung dibuka, hihihi.
Apa yah, isisnya...

Setelah terima raport, biasalah berfoto dulu. Athifah sempat foto bersama bu Desty. Terima kasih ya bu sudah mengajar dan membimbing Athifah selama ini.
Hasil belajar Athfah selama 6 bulan

Kemudian Athifah juga berfoto ria bersama dengan teman-temannya. Hari ini kebetulan hari selasa, anak-anak menggunakan baju seragam bewarna kuning. Kompak sekali.
Athifah bersama bu Desty

Tidak mau ketinggalan, para orang tua yang ikutan foto bersama, meski ada ayah yang datang. Melihat banyak ibu-ibu yang hadir. Ayah jadi ga ikutan berfoto. Gak papa ya, lain waktu kita foto lagi dalam formasi lebih lengkap.

Emak-emak hebat B4

Proses pembagian raportnya tidak terlalu lama. Jadi pra orang tua, masih bisa melanjutkan menikmati berbagai destinasi dan permainan yang ada di Taman Wisata Family ini. 
Teman-teman Athifah B4

Athifah dan Annasya juga begitu, tidak sabaran lagi untuk mencoba berbagai wahana bermain.

Menikmati Wahana Bermain di Wisata Family

Wahana pertama yang ingin dinikmati oleh anak-anak adalah naik perahu naga yang mengitari sungai. 
Di sungai ini, perahunya akan lewat, ini dilihat dari saung

Jadi tadi kami duduk di saung yang viewnya langsung ke sungai. Indah sekali. Anak-anak melihat orang dari tadi lalu-lalang naik perahu. Jadi ingin juga naik.

Dulu sih udah pernah naik ini, cuma masih kecil ya, belum ngeh dan ngerti. Jadi lupa. Makanya pengen lagi naik. Kayaknya juga seru yah.
Yah, dedeknya ngantuk, zzzzz

Kami pun naik, kena ongkosnya tiga puluh ribu, Dua dewasa satu anak-anak. Bayarannya sama. Si Annasya nebeng emaknya. Ga bayar .

Naik perahunya, muter dua kali, jadi ke kanan dulu, lalu muter. Pas muter ini, bagian yang seru. Banyak yang teriak histeris. Lalu jalan lagi. Muter balik lagi. Teriak lagi. Sampai akhirnya berhenti di tempat naik tadi.
Senangnya naik perahu, muce juga

Ada sekitar 10-15 menitan. Muatan perahu ini juga lumayan banyak, jadi bisa rombongan. Nahkodanya satu orang.

Ngeri sedap naik perahu ini :)

Tempat duduknya juga nyaman, jalannya juga santai. Berbeda waktu kami menyeberangi sungai Musi, Palembang. Dimana air sungainya sampai masuk ke dalam perahu. Kalo perahu ini tidak, jadi aman tidak akan kebasahan.

Wahana lainnya, ada banyak. Sama halnya kayak arena permainan anak lainnya. Ada jungkitan, prosotan, loncatan, odong-odong, robot, badut.

Dedek Nasya, muai puyeng naik perahu :)

Kalo lapar dan haus, ga usah kuatir. Banyak yang menyediakan makanan dan minuman. Kita tingga beli saja.

Lebih asik lagi, makanan dan minuman tersebut bisa kita order dari saung. Bahkan penjualnya pun menawarkan langsung kepada kita. Jadi ga perlu capek, tinggal duduk manis dan nikmatin.

Oh, ya untuk karcis masuk, berapa ya, ga sempat Tanya. Sebab semua udah dikaper dari sekolah. Tapi yang kayaknya masuk ke sini gratis, menikmati wahana dan makan serta minum baru bayar, hihihi. Sama bayar parkiran. Untuk saungnya juga ga perlu disewa. 


Di saat yang sama, di sana juga digelar acara lain dari sekolah lain.Maklum lagi musim bagi raport. Jadi banyak yang nyari tempat untuk kumpul bersama. Kalo kamu punya kegiatan dan butuh tempat yang agak luas, bisa dipilih di sini ya .

Oh, ya Athifah ini sekolah di PAUD IQRA, di Bandar Raya. Rawa Makmur. Athifah baru TK B. Tahun depan rencana mau masuk SD, didoain yaah. Moga lancar yah, masuk ke sekolah idaman, aamiin. 

Salam, Keluarga Nawra  


  

Monday, December 17, 2018

/ /
Cobain Deh, Masak SOP KERING
Assalammualaikum. Wr.Wb

Dear Sahabat Keluarga Nawra, Siapa suka makan sop. Cuaca hujan apalagi, enak banget ya makan sop. Kuahnya bikin segar dan menambah selera makan. Itu kalo sop dengan kuah yang banyak dan gurih.

Nah, kalo makan sop kering. Udah pernah belum, ini enak juga loh. Makanan kesukaan Anak saya Annasya. Apalagi kalo banyak wortelnya. Duh, bisa habis sama Nasya aja.

Jangan bingung yah, sop Kering ini kayak apa. Ga usah penasaran, Nanti juga akan jelas, hahaha. Sebentar lagi, kita akan coba untuk masak yah. 


Resep Sop Ayam Kering

Bahan - bahan

  1. Potongan ayam yang sudah direbus
  2. Kol
  3. Brokoli
  4. Wortel
  5. Daun bawang
  6. Seledri
  7. Bumbu Sop Kering, rendam dalam air panas.
  8. Buncis
  9. Kentang, diiris tipis
  10. Kacang Arcis
  11. Garam secukupnya
  12. Margarine Palmia


Cara Mengolah Bahan

1. Potong dan rajang semua sayur seperti untuk memasak tumis atau oseng-oseng. Dipotong kecil-kecil.
2. Giling semua bumbu sop sampai halus
3. Potong atau iris agak kasar daun bawang dan seledri

Cara Memasak

1. Panaskan wajan. Masukan margarine Palmia secukupnya. Lalu cairkan.
2. Masukan bumbu sop
3. Masukan sayuran bahan sop.
4. Aduk sampai merata dan sampai matang
5. Tambahkan sedikit air untuk menjaga agar sayuran tidak lengket.
6. Setelah hampir matang. Masukan daun bawang dan seledri. Lalu aduk sampai masak.

Siap di sajikan.

Wuiih, gimana sudah dapat gambarannya, sop kering itu kayak apa? Bisa jadi ada yang bilang ini mah mirip capcay. Betul, bisa ajdi begitu. Hanya ini pake bumbu sop lengkap. Tapi ga ada kuahnya. makanya saya sebut dengan nama Sop Kering.

Nah, daripada bingung dan pensaran. Langsung dicobain aja yah resepnya, biar ketahuan kayak apa? praktis kok bikinnya.

Selamat menikmati yaaah

Salam, Keluarga Nawra





Thursday, December 13, 2018

/ /
Dari Kumpul Keluarga Hingga Foto Pra Wedding, Bagus Sekali Di Sini
Assalammualaikum.Wr.Wb

Dear Sahabat Keluarga Nawra, liburan ini atau wiken kalo pengen kumpul keluarga. Bisa nyobain di sini yah. Di dekat Jembatan Cinta.


Hadeh, jembatan Cinta yang mana yaaak…

Saya juga ga paham, Ini nama sejak kapan di-launching. Saya juga tahunya dari mulut ke mulut. Itu Nama , tahu-tahu sudah menggema.


Upps, balik ke lokasi ya. Jadi lokasinya di dekat Jembatan Cinta, Di ujung pantai Zakat ke arah Unib atau kea rah Sungai Hitam. Ada jembatan bukan, nah jembatan itu diberi nama jembatan Cinta.


Pantai di ujung itu, sering disebut dengan nama pantai Muaro. Ada lokasi outbond juga. Sering juga dipakai untuk kumpul-kumpul.


Tempo hari, waktu saya ke sana. Ada sebuah acara semacam ghatering dari sebuah sekolah. Namun sayang, saya ga sempat foto. Keburu henponnya lowbat.


Tempat Menimati Indahnya  Pantai dan Kumpul Keluarga

Di sana , ke arah pantai. Kita bisa melihat pantai, deburan ombak, pasir, kapal dan perahu dari balai-balai saung yang sudah disiapkan untuk pengunjung. Saungnya permanen dan lumayan luas. Jadi bisa menampung banyak pengunjung.


Lantainya terbuat dari keramik, jika lupa bawak tikar, kondisi kering atau bersih. Kita bisa langsung duduk. Tapi kalo ada tikar, lebih baik lagi. Sekalian juga bawak bantal dan gulingnya. Yah, udah sekalian buat istirahat yah.


Cuma, ini saung di pinggir pantai, Jadi ga ada colokan listrik. Siapkan saja power bank dari rumah yah. Biar ga mati gaya, apalagi kalo mau ambil video atau foto-foto keluarga.
Bawaklah bekal makanan dari rumah.


Di sana, di dalam komplek itu, saya sebut begitu, sebab terpisah dengan area sebelahnya. Ada gerbang  yang memisahkannya. Kemudian ada sejenis portal. Supaya kendaraan tidak bisa langsung masuk. Ada penjaganya.


Di luar area itu ada beberapa kedai, pondokan yang menyediakan berbagai jenis makanan. Seperti pondokan Ambo, yang menyediakan berbagai menu. Jenis menu andalan di sana adalah aneka seafood, jagung bakar . Lumayan kalo jalan kaki. Kalo pake kendaraan. Jadinya bolak-balik.


Jadi, saran saya. Bawalah makanan dan bekal makanan atau apa pun itu dari rumah. Sediakan semuanya secara lengkap dan dipersiapkan dari rumah. Sampai di sana, cukup tinggal gelar tikar, gelar isinya dan dinikmati alias dimakan, hahaha.


Selain buat duduk dan kumpul keluarga, lokasi ini bagus juga buat foto prawedding, mencari ide buat menulis dan juga membiarkan anak untuk bermain pasir.


Menikmati sunrise dan sunset di sini juga asik. Apalagi kalo bersama pasangan dan keluarga, pasti lebih seru. Jogging track, juga seru loh di sini


Yah, udah langsung cuss ke sini yah, ajak orang-orang tersayang kalian. Terserah mau dimanfaatkan buat apa, tempatnya keceh dan dekat juga dari pusat kota Bengkulu.

Salam, Keluarga Nawra

Monday, December 10, 2018

/ /
Masak Rendang Dari Daging Beku
Assalammualaikum. Wr.Wb

Dear Sahabat Keluarga Nawra. Hari ini rencana mau masak apa?.Kalo saya, ingin masak Rendang. Kebetulan si Athifah dan si Nasya sedang doyan makan rendang.

Jadi kami sering buat aja sendiri. Dipotong kecil-kecil sehingga mudah digigit oleh anak-anak.


Mempersiapkan Bahan

Jadi untuk bahan utamanya adalah daging. Kami membeli satu kilo daging beku yang biasa di jual bulog. 

Harga satu kilo daging beku ini cuma 80 ribu. Isinya daging semuanya. Meski dengan kualitas daging yang berbeda-beda. Saya tidak begitu paham dengan nama istilah bagian-bagian dari daging.

Oh, ya ini daging kerbau ya. 

Bahan bumbu yang perlu dipersiapkan. Saya membeli bahan bumbu rendang sudah siap atau jadi di toko rempah-rempah. 

Untuk kota Bengkulu, bisa dibeli di toko bumbu di pasar Minggu. Di bawah pasar PTM. Ada  toko bumbu Linda dan toko bumbu Berkat. Kedua toko bumbu tersebut sangat terkenal. Tapi di sana juga banyak toko bumbu lainnya. Namanya juga pasar ya, hihihi.



Saya membeli bumbu rendang lima ribu dan cabe tiga ribu saja. Isi bumbu rending yang saya beli itu adalah

Bumbu halus Rendang

5 butir kemiri
6 siung bawang putih
100 g cabe merah besar
12 butir bawang merah
100 g cabe merah keriting
2 cm jahe, bakar
2 cm lengkuas
3 cm kunyit, bakar
1/2 sdm ketumbar
2 sdt garam
1/2 sdt pala
1 sdt jintan, sangrai

Lalu saya membeli dua KG santan kelapa, yang  terbagi. Satu kilo dalam bentuk saantan sudah jadi atau santan cair. Dikemas dalam masing-masing setengah kilo. Lalu satu kilo lagi santan kasar atau yang belum diperas atau masih berbentuk kelapa parut. 

Rendangnya akan saya buat tidak terlalu pedas. Tapi ada terasa pedas sedikit.

Mempersiapkan daging Beku 


Namanya daging beku, tentu saja sebelum diolah kita dinginkan terlebih dahulu. Saya merendam daging beku di dalam air, kondisi daging masih terbungkus plastik. Ini supaya, daging tidak banyak mengandung air lagi. Cukuplah air yang terbawa atau menempel saat pembekuan. 

Setelah dingin, daging saya potong kecil lalu ditiriskan supaya airnya turun lagi.

Masak Rendang Daging Beku

Pertama, saya siapkan wajan yang berisi minyak untuk menumis bumbu-bumbu. Saya aduk sampai merata dan keluar wangi. 

Kedua, setelah wangi, saya masukin daging dan daun-daunan penyedap dan pembuat makyusnya rendang, seperti daun sereh, kunyit, salam, jeruk purut.

Ketiga, setelah semua bumbu tercampur merata dengan daging, lalu saya masukan santan cair yang diperas dari kelapa parut. Kalo kita peras, ini kira-kira santan kedua atau ketiganya setelah kita ambil santan kentalnya

Keempat, setelah daging atau santan tadi agak kering, maka masukan lagi sisa santan encernya, dimasak terus sampai daging terasa lembut.

Kelima, masukan santan kental sampai daging terasa lembut, begitu terus sampai santan  kental habis. Kalo saya biasanya sampai empat kali, dari dua kilo santan yang disiapkan

Setelah daging lembut atau terasa empuk, daging boleh dicicipin dulu, mana tahu masih ada bumbu yang kurang. 


Sebagian orang ada yang suka masak rendang dalam keadaan kering, tapi kalo saya lebih sukamasak rendang dalam keadaan ada kuah sedikit. Ga begitu suka kalo terlalu kering.

Oh, ya jangan sampai lupa diaduk-aduk ya saat masaknya, sebab bisa bikin daging mutung juga atau kekeringan. Hal ini bisa membuat daging rendang terasa agak pahit dan kurang sedap. Soalnya saya pernah mengalaminya.Meski sudah saya tambahkan air atau santan. Tetap saja rasa mutung atau gosongnya tidak mau hilang, hihihi.

Tapi, Alhamdulillah meski agak sedikit gosong, yang namanya rendang.Di rumah saya selalu habis, ga pernah rugi kok kalo masak rendang.

Kalo kamu gimana masak rendang, gimana caranya, bagi cerita yuk !

Salam, Keluarga Nawra


Friday, December 7, 2018

/ /
Tidak Ada Kunjungan Wali Santri di Bulan Desember
Assalammualaikum Wr.Wb

Apa kabar sahabat Keluarga Nawra, bulan Desember ini, rasa kangen dengan kakak Nawra jadi semakin jadi. Sebab menurut informasi dari ustadzah pengasuhan di pondok. Untuk waktu atau jadwal kunjungan ke pondok , yang biasanya dilakukan pada setiap pekan. Selama bulan Desember ditiadakan. Dengan salah satu alasannya sebab anak-anak sedang ujian dan bersiap akan liburan semester ganjil.


Itu artinya, kami tidak bisa mengunjungi kakak Nawra, yang biasanya dijadwalkan pada setiap pekan pertama dan ketiga setiap bulannya. Harusnya tanggal 2 Desember lalu kami kunjungan, ini tidak ada.

Terakhir kami ketemu kakak Nawra di tanggal 18 November 2018 yang lalu.

Untuk pekan pertama, biasanya ananda Nawra bisa kami ajak ke luar pondok. Biasanya kami jemput sekitar jam Sembilan pagi, nanti sebelum jam tiga kami antarkan kembali ke pondok. Biasanya juga kami menunggu sampai jam lima sore, sampai gerbang pintu pondok ditutup untuk wali santri.


Kalo pekan ketiga, biasanya santri hanya bisa dikunjungi saja tapi tidak bisa dibawa ke luar. Jadi kami duduk seharian di pondok, makan, minum dan melakukan aktivitas bersama dengan kakak Nawra.

Kami biasanya membawa banyak bekal makanan, bantal, tikar bahkan mainan Annasya dan Athifah, supaya betah main di pondok. Selama ini kedua adiknya kalo ke pondok betah dan asik-asik saja. Kadang kami juga membeli aneka jajanan yang ada di jual di luar pondok. Seperti bakso dan minuman dingin.


Maklum seharian di pondok ya, dari jam Sembilan pagi hingga jam lima sore.  Kadang bekal makanan sudah habis. Yang sering kehabisa minum. Biasanya kakak Nawra mengambil air di dalam pondok, hihihi.

Setiap jadwal kunjungan itu juga kami juga membawakan makanan , seperti gulai dan lauk untuk kakak Nawra, sebab biasanya esok hari, di hari senin dia berpuasa bersama dengan teman-temannya.


Selain itu juga membawakan snack atau camilan ringan untuk sehari-hari. Untuk uang, tidak setiap datang kunjungan kami memberikan uang. Tergantung kebutuhan saja. Kalo kakak Nawra minta uang, barulah kami memberikan. Itu artinya dia sudah membutuhkannya.

Setiap jadwal kunjungan wali santri, kami juga berkenalan dan ngobrol dengan teman-teman kakak Nawra dan juga orang tuanya, sehingga lebih akrab dan menambah saudara juga.


Jika ada keperluan, kami juga mengobrol dengan para ustad dan ustadzah, mengenai pendidikan dan kehidupan kakak Nawra di pondok. Mengenai pelajaran sekolah, aktivitas di pondok dan apa saja yang menarik untuk dibahas.

Bertandang sekitar 7-8 jam di pondok atau seharian, membuat kami juga banyak mengcancel kegiatan di luar, demi untuk berkunjung ke pondok.


Kakak Nawra, masih kelas satu , masih baru mondoknya. Jadi butuh support yang besar dari kami. Butuh perhatian dan butuh untuk diajak ngobrol. Meski masih suka mewek juga dan bercerita begitu susahnya dia di pondok.

Namun kami selalu memotivasi kakak, supaya tidak putus asa dan tetap bersemangat untuk melakukan smeua aktivitas di pondok dengan sepenuh hati dan ikhlas.


Oh, ya saat kunjungan tersebut, kami biasanya mengelar tikar di sekitar halaman luar pondok. Jadi kami tidak diperbolehkan untuk masuk ke wilayah asarama, kecuali untuk shalat. Apalagi mau masuk ke kamar santri, tidak diperbolehkan.

Tidak terasa, di bulan Desember ini, sudah mau enam bulan kakak Nawra di pondok. Selama itu pun, kami tak pernah henti berdoa supaya ia ikhlas dan sabar menjalani setiap aktivitas yang ada di pondok

Jadi, bulan Desember ini, tidak ada jadwal kunjungan selain masa ujian, juga akan segera liburan. Diperkirakan liburannya hingga dua pekan. Cukup lama juga ya.


Yah, udah semoga kakak Nawra sukses dengan ujiannya ya dan bisa mendapatkan nilai yang terbaik. Aamiin

Powered by Blogger.