Menu

Keluarga Nawra

Sunday, May 21, 2017

GIVE AWAY, Berhadiah Buku Hanya Dengan Berbagi Komentar

/ / 2 Comments
GIVE AWAY, Berhadiah Buku Hanya Dengan Berbagi Komentar


Assalammualaikum Wr, Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Hola-hola, keluarga Nawra mau berbagi buku ini. Istilah kata kekinian. Mau give away. Caranya gampang banget. Gak pake susah.

Kamu cukup komen di sini, berbagi komentar dan sharing saja. Berbagi itu kan indah dan menyenangkan. Jadi keluarga Nawra minta kalian berbagi di sini.


Oh, ya hadiah yang akan diberikan adalah, dua buah buku keren ini. Kalo kamu mau beli boleh aja sih. Tersedia di toko buku. Harganya sekitar Rp. 78.000. Serta satu orang dengan jawaban yang paling keren (jika ada) pulsa sebesar Rp. 25.000,-

Tapi kali ini, keluarga Nawra mau kasih kamu gratis ya. Simak caranya supaya bisa ikutan GA ini


Pertama, Kamu cukup, like dan gak wajib ya . Cuma
supaya kamu dapat update infonya seh ,sapa tau kamu yang menang. Tapi kamu gak jadi menang karena kudet. Sosial media #Keluarganawra berikut ini. Silakan klik aja sudah terhubung langsung.

Instagram @keluarganawra

Twitter @keluarganawra

Fanspage @keluarganawra

Kedua, Drop jawaban atau komentar kamu di kolom komen postingan ini. Dengan disertai alamat kalian. Yang dianggap ikut GA ini adalah yang menyertakan alamat lengkap dan no hapenya ya.

Tiga, kamu tekan tombol share di bagian bawah postingan blog ini di Twitter atau , G+ atau Facebook atau semuanya. Dengan tagar #GAKeluargaNawra

Mudahkan caranya !

Pertanyaannya adalah, silakan pilih mau menjawab no 1 atau 2

1.Menurut kamu sebaiknya pesta pernikahan dilakukan di gedung atau di rumah , berikan alasanmu.

2. Jika ke pesta pernikahan, kamu lebih suka memberikan amplop atau kado kepada pengantin.

Silakan dijawab ya, dan drop komentarnya di kolom Komen. 

Jawaban ditunggu sampai dengan tanggal 15 Juni 2017
Pemenang akan diberitahu atau akan ada kejutan. Pada tanggal 17 Juni 2017.



Saturday, May 20, 2017

Pagoda di Pulau Kemaro Palembang

/ / 1 Comments
Pagoda di Pulau Kemaro Palembang





Assalammualaikum Wr. Wb
Halo sahabat #KeluargaNawra

Berkunjung ke Pulau Kemaro akhirnya jadi juga setelah dua belas tahun bolak-balik ke kota Palembang. Terbayar juga. Sebenarnya cuma penasaran saja, ingin melihat langsung. Kalo cerita pulau Kemaro ya bisa dibaca di mana-mana dan sering juga saya dengar dari cerita keluarga yang ada di Palembang.

Katanya di sana ada bangunan PAGODA, itu saja. Cuma ya, kalo belum lihat secara langsung, tetaps aja ya penasaran.


Pagoda adalah semacam kuil yang memiliki atap bertumpuk-tumpuk, bergaya Meru. Sebuah pagoda terutama ditemukan di negara-negara dengan umat Buddha yang banyak seperti Thailand atau Tiongkok.

Apalagi untuk pergi melihat Pagoda di pulau Kemaro tersebut kita harus menyeberangi sungai Musi dengan perahu kecil atau yang disebut orang Palembang 'KETEK'

Lucu ya namanya, selain Ketek ada juga kapal lain yang menuju ke sana. Kita bisa menggunakan kapal pesiar kecil, atau perahu boat agar cepat sampai. Namun sensasi naik Ketek akan sangat berbeda, dan itu merupakan pengalaman yang luar biasa.

Demi sebuah pengalaman, akhirnya ditemani oleh kakak ipar, kami sekeluarga akhirnya menjejak ingin melihat Pagoda di pulau Kemaro. Kami berangkat dari terminal ketek yang tersebar di dekat Benteng Kuto Besak atau BKB, sekitar jam sebelas. Sampai di sana sekitar jam dua belas. Pas sedang naik matahari, cuma kebetulan cuaca siang itu agak mendung . Belum turun hujan.

Berikut ini adalah gambar Pagoda yang kami ambil 
gambarnya di pulau Kemaro

Pagoda pertama yang kami jumpai
Nawra, Athifah dan Annasya, berfose di Pagoda Utama


Pagoda ini tingginya sembilan tingkat dan dibuka hanya pada saat perayaan hari kebesaran umat Budha. Jadi klao hari biasa, kita tidak bisa naik dan masuk ke dalam Pagoda. Ini adalah dua saudara, satu kakak ipar dan satunya lagi suami saya.


Habis itu suami kepengen di foto dengan pagoda dengan gaya kekinian, hehehe



Selanjutnya saya kasih bonus foto up to date, namun abaikan dulu ya rambut baba Nawra yang acak-acakan. Agak gondrong sih, maklum sempat galau dipotong apa gak. Saran saya buat rambut tipis kayak suami saya sebaiknya dipotong pendek saja. Meski terlihat sedikit botak karena rambutnya tipis. Tapi lebih rapi dan terlihat lebih ganteng, hehehe.


Giliran si Kakak Nawra , pengen di foto sendirian juga. Katanya ingin dipasang di akun Instagramnya. Duh, anak sekarang apa-apa pengen dipejeng. Gak mau kalah sama Memenya dan Babanya. Tapi Nawra gak minta langsung di upload kok di IG






Kalo saya ambil fotonya dari samping Pagoda ke arah sungai, dimana di sana juga terdapat dermaga kecil. yang juga banyak digunakan oleh orang-orang untuk berfoto. Demi keamanan anak-anak. Kami tidak berfoto di sana soalnya tidak ada pagar pengaman. Sangat rentan bahaya terutama bagi anak-anak. Oh, ya di belakang atau di sekitar halaman Pagoda, banyak terdapat para penjual makanan dan minuman. Seperti kelapa muda dan aneka minuman dingin. Jadi tidak perlu kuatir atau takut kelaparan. Bawa aja uang yang banyak.


Kalo ini gambar belakang Pagoda, diambil dari halaman pohon Cinta. Tepat di belakang fose foto saya di atas. Itu terlihat pohon cinta-nya. Kayak pohon beringin.









Dengan melihat Pagoda di pulau Kemaro ini, semakin saya dan keluarga sadar bahwa Islam adalah agama yang damai dan Rahmatan Lil Alamin. Kenapa, kalo memang islam seperti yang dicap oleh sebagian orang agama yang radikal. Tentu bangunan Pagoda ini tidak akan berdiri megah dan tetap ada di pulau Kemaro ini sampai sekarang. Tentu sudah lama dihilangkan atau dirobohkan oleh masyarakat Palembang. Akan tetapi kenyatannya tidak demikian.


Semoga dengan ulasan tentang gambar Pagoda yang ada di pulau Kemaro ini bisa menambah wawasan dan informasi buat kamu ya. Semoga tidak penasaran lagi Pagoda atau isi pulau Kemaro itu apa.  Oh, ya di pulau ini juga terdapat penghuni yang memang bertugas merawat dan memelihara Pagoda tersebut.

Thursday, May 18, 2017

Tradisi Makan Berhidang

/ / 1 Comments
Tradisi Makan Berhidang

Assalammualaikum Wr. Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Tradisi makan di beberapa wilayah di Bengkulu adalah dengan cara atau disebut dengan nama BERHIDANG. Dimana semua nasi, dan lauk pauknya dihidangkan ke hadapan para tamu. Biasanya tamu duduk melingkar atau duduk memenuhi setiap sudut ruangan dengan berseder dengan dinding tempat dilaksanakannya acara.

Makan berhidang ini biasanya dilakukan pada acara pernikahan, acara syukuran , acara doa atau apa saja. Umumnya masih diterapkan pada keluarga di wilayah pedesana. Meskipun masih ada juga beberapa keluarga di daerah kota yang masih menerapkan cara makan berhidang.

Cara makan berhidang sudah mulai dilupakan atau ditinggalkan sebab agak repot. Butuh banyak piring unuk meletakkan lauk pauk dan nasi. Butuh banyak nampan untuk membawa piring yang berisi nasi dan lauk-lauk sampai akhirnya dihidangkan ke hadapan para tamu.

Selain itu cara makan berhidang butuh ruangan yang besar dan luas, agar muat untuk menghidangkan makanan. Oleh sebab itu banyak keluarga di Bengkulu yang meninggalkan tradisi makan berhidang ini. Menggantinya dengan cara makan prasmanan.

Beruntung, suatu masa saya dan keluarga datang silaturahim dengan keluarga di Kepahiang. Keponakan saya menggelar acara syukuran untuk menempati rumah baru. Cara perayaan acara syukuran rumah barunya menggunakan tradisi makan berhidang. Bukan hanya pada acara puncaknya. Ketika rombongan kami datang saya sudah dilayani dan disuguhi makan berhidang. 






Saya dan keluarga pun menikmati hidangan makan tersebut dengan lahap. Semua memang merasa lapar. Lumayan perjalanan dari Bengkulu ke kota Kepahiang ini menghabiskan waktu sekitar dua jam. Apalagi jalan menuju Kepahiang harus melalui pegunungan. turun naik gunung membuat kepala pusing dan perut terasa lapar, mual juga.

 

Memang menu yang dihidangkan ketika kami datang dan makan pertama kali agak berbeda dengan menu untuk acara puncaknya. Tetapi tetap saja bikin kenyang, banyak pilihannya. Acara puncak syukurannya nanti malam dilakukan selepas salat isya, sekitar jam delapan malam.

Nah, kalo menu untuk acara puncaknya nanti malam adalah, beberapa pilihan menu di bawah ini

Lele Goreng
Lalu Ada Sambal Terasi

Dilengkapi juga dengan menu aneka lalapan


Menu Ayam dan olahannya juga disajikan. Ayamnya orang Kepahiang menyebutnya ayam Pramuka.



Ditambah dengan menu acar timun untuk menetralkan olahan daging.




Banyak lagi menu lainnya. Termasuk aneka kue atau kudapan. Selain disajikan dalam bentuk berhidang. Tamu untdangan juga dapat menyantap hidangan makanan melalui meja prasmanan yang juga disiapkan oleh tuan rumah. Menunya sama saja, hanya tidak dihidangkan.

Untuk menghidangkan menu tersebut memang butuh banyak piring terutama piring kecil. Dimana dalam satu piring hanya berisi sedikit makanan. Jika lauk ayam atau ikan. Dalam satu piring hanya berisi sekitar dua atau tiga potong saja.

Melihat hidangan yang begitu banyak tentu saja membuat nafsu makan melambung ya, hehehe. Mari kita makan dulu ya. Sayang udah dihidangkan kalo gak langsung dimakan.

Kalo ditempat kamu, ada jugakah cara makan seperti ini. Namanya apa?

 

Tuesday, May 16, 2017

Pemenang Buku GRATIS MY WEDDING STORY Batch 1

/ / 3 Comments
Pemenang Buku GRATIS MY WEDDING STORY Batch 1





Assalammualaikum Wr. Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Saya mau mengumumkan pemenang give away batch 1
selamat kepada

1. Ghina Shafirah

2. Sandra Hamidah

Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa satu buah buku My Wedding Story.Hadiah akan dikirimkan segera ke alamat kalian dan semoga semuanya diberikan kemduahan oleh Allah SWT .

Yang belum menang ikut lagi di batch 2 ya. Dengan hadiah yang sama, tapi dengan cara kuis yang agak beda, tapi tetap mudah kok.

Ditungguin aja ya hadiahnya. ditungguin juga info batch selanjutnya!

Selamat kepada pemenang.

Salam, sampai jumpa!

Sunday, May 14, 2017

Makan Seru Di Kebun Teh Kabawetan

/ / 0 Comments
Makan Seru Di Kebun Teh Kabawetan

Assalammualaikum Wr. Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Salah satu objek wisata yang hit di kota Kepahiang adalah kebun Teh Kabawetan. Dari kota Bengkulu menuju Kepahiang, menghabiskan sekitar dua jam perjalanan. Naik gunung dan turun gunung juga. Udara di Kepahiang sejuk. Mirip daerah Puncak, Bogor.

Orang Bengkulu, menyebut daerah Kepahiang- Curup adalah 'Puncaknya' Bengkulu. Sebab udaranya yang sejuk dan terasa sangat dingin di malam dan pagi hari. Airnya sedingin es. Tapi anak-anak saya suka dengan dinginnya air dan udaranya Kepahiang yang sejuk. Maklum anak saya putri salju semuanya. Senang yang dingin dan sejuk. Makanya di rumah hobinya ngetem di kamar sambil ngidupin Ac, hehehe. Mereka malah sering minta mandi.

Pemandangan di Sekitar Tempat Kami Makan

Oh, ya saran saya kalo ingin ke Kepahiang sebaiknya berangkatnya pagi sekali dari Bengkulu. Misalnya seusai subuh atau sekitar jam enam pagi. Supaya bisa langsung menikmati serunya Kabawetan. Pulangnya juga paling lama jam empat sore. Supaya tidak kemalaman ketika melintasi gunung.

Kali ini yang berangkat dua keluarga, satu rombongan keluarganawra dan keluarga ayah Andi ditambah dengan nenek. Muat satu mobil. Ada sekitar 10 orang.

Saya kebetulan yang kebagian membawa jatah maka siang, terutama nasi dan lauk pauk lainnya. Saya juga masak apa adanya aja. Saya juga menyiapkan pop Mie. Jadi aman kok kalo mau makan di Kabawetan. Termos air panas juga sudah sedia. Tinggal seduh saja, mau ngopi juga bisa. Meskipun penjual makanan juga banyak di sekitar lokawi wisata Kabawetan ini. Tapi saya lebih memilih menyiapkan dan membawa sendiri.


Kami memilih untuk tempat santai dan makan memang di tengah, di pinggir jalan dan di tempat yang rame. Supaya kalo terjadi apa-apa yang tidak kami inginkan akan lebih cepat mendapatkan bantuan. Sekalian itu juga untuk antisipasi misalnya hujan. Soalnya seperti daerah pegunungan lainnya, daerah Kabawetan suka turun hujan mendadak. Meski kadang cuma sebentar. 

Oke mobil sudah parkir, mari turunkan barang dan bersiap untuk makan siang. Kita habiskan makanan yang di bawa dari Bengkulu. Agar rantangnya kosong dan bisa diisi dengan makanan yang lainnya, hihihi.

Anak-anak sudah ribut dengan pembagian Pop Mie, eh si Athifah malah ketiduran. Annasya sibuk bermain







Pokoknya kalo makan ditempat yang sejuk dan keren kayak Kabawetan ini, mau menu atau makan apa saja. Semua akan terasa nikmat dan sedap. Lihat saja semua makanan habis, tanpa sisa. kecuali satu pop mie jatah si Athifah yang emang disisakan. Si abang Dzaki dan Nailah, sama lahapnya dengan Nawra. Habis semua tanpa sisa.

Termasuk ibu saya yang biasanya tidak habis makan. Ketika di kebun Kabawetan ini makannya jadi habis. Malah minta dibikinin kopi juga. 

Jadi kalo sedang tidak nafsu makan, barangkali bisa dicoba makan bersama keluarga di kebun teh Kabawetan ini ya. Pemandangannya yang indah memang membuat hati nyaman dan bahagia. Dan tentu saja akan membuat hati juga enjoy sehingga doyan makan.

Oh, ya sebaiknya kalo makan di tempat umum seperti ini. Sampahnya tetap dikumpulkan dan buanglah pada tempatnya yang tepat. Sebaiknya tidak dibuang sembarangan ya.

Friday, May 12, 2017

Makan NASI PADANG Mini di Palembang

/ / 5 Comments
Makan NASI PADANG Mini di Palembang
Assalammualaikum Wr.Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Makan nasi Padang mini di Palembang. Jumat ini, suami memutuskan untuk mengantar saya bersama Nawra dan Athifah ditemani oleh Prizca ponakan kami untuk jalan-jalan di Palembang Square atau PS. Memang jarak rumah kami ke PS sangat dekat. Kami di jalan Kapten Rivai. Dengan alasan tersebut akhirnya suami tidak jadi mengantar kami, akhirnya kami menuju PS dengan berjalan kaki.

Sebenarnya gak ada niat khusus atau ingin membeli barang apa ke PS. Cuma ingin cuci mata saja. Melihat-lihat jikalu ada yang sier ingin di beli.

Hanya Nawra ingin sekali melihat koleksi Squisih di mall, makanya dia semangat sekali untuk ngemoll meskipun berjalan kaki.

Kami menuju PS sekitar jam sebelas siang, sampai di sana memang semua toko dan gerai sudah buka. Namanya juga mall pasti ramai ya.

Setelah keliling cukup lama, sekitar jam satu siang kami ingin pulang. Anak-anak juga sudah kelelahan dan terlihat mulai lapar. Ketika lewat di samping kanan PS, kami melihat ada seperti mobil toko, tapi kok gak ada rodanya. Terparkir di pinggir jalan di dekat are parkir motor. Di sana terbaca dengan jelas

Ayam Panggang Padang Mini

Nawra mencolek saya, mau mencoba makan di sana. Kami pun mendekat, naik ke atas gerobak yang mirip mobil toko tersebut. Di dalamnya memang sudah tertata rapi meja dan kursi untuk makan.





Perpaduan warna merah dan kuning menjadi semakin semangat untuk makan. Warna khas dari daerah Padang. interior ruangannya juga lucu, tapi rapi dan bersih.

Nawra lalu memesan tiga porsi makanan, menu yang tersedia hanya satu ayam Panggang.  kami menunggu tetapi tidak begitu lama.




Porsi yang imut cocok banget buat anak-anak. Kalo saya yang makan harus dua porsi ini, biar kenyang, hihihi. Saya mencicipi punya Athifah memang enak dan khas Ayam Panggang Padang dari bau bumbunya. Apalagi ayam memang dipanggang dulu sebeum disajikan, bau harumnya tercium kemana-mana.

Dalam satu porsi ada ayam, nasi, timun, sambal dan air mineral kemasan gelas. Anak-anak semua lahab menghabisi nasinya. Saya pun sangat senang melihat mereka makan tanpa ada yang tersisa.

"Idak rugi kan Me, makan kalo dihabiskan. Meme senang kalo makanannya habis " ucap ama Athifah berkali-kali

Kami selalu memotivasi anak untuk makan begitu, harus habis dan ucapkan pujian jika mereka menghabiskan nasinya. Sama halnya jika makan di luar, merka juga harus menghabiskan porsi makanan yang sudah mereka pilih. Kalo tidak ya bayar sendiri atau ditinggal di tempat, sebagai ganti pembayarannya, hehehe. Saya juga jarang membelikan mereka aneka minuman selain air putih jika sedang makan. Kuatir tidak habis makananya. Perut sudah penuh duluan dengan air minuman.

Oh, ya harga satu porsi hanya ada dua pilihannya paket mini 1 Rp. 8000,- atau paket mini 2 Rp. 10.000, ayamnya ada sayap, paha atas atau dada dan paha bawah.




Wednesday, May 10, 2017

Tiket Kereta API Untuk Anak-anak dan BAYI

/ / 2 Comments
Tiket Kereta API Untuk Anak-anak dan BAYI
Assalammualaikum Wr. Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Akhirnya kami sampai di stasiun Sindang Marga kota Lubuk Linggau. Memang kami adalah penumpang terakhir yang diantar oleh supir. Satu mobil tadi kami ada enam orang penumpang.

Sampai di depan stasiun, ternyata pintu belum terbuka. Banyak orang antri dan  ingin membeli tiket . Serta menunggu pintu dibuka. Kami juga ingin segera masuk karena belum salat magrib.

Kalo keluarganawra sudah membeli tiket jauh-jauh hari. Masih dapat harga Rp. 100.000. Untuk tiket saya dan suami, tiket Nawra dan tiket Athifah. Annasya juga sudah ada tiketnya. Meski bayi, Annasya juga harus mmebeli tiket dan sudah ada tiketnya sendiri ketika di print.

Untuk print tiket kita tinggal menuju ke mesin print tiket saja, jika bingung akan ada petugas yang membantu kita untuk print tiketnya. Biasanya letak mesin print tidak jauh dari loket untuk membeli tiket atau dekat pusat informasi.

Akhirnya pintu dibuka sekitar jam tujuh, otomatis kami juga harus menjamak salat magrib dengan isya.

Tiket Kakak Nawra
Harga tiket full dan sama dengar tiket orang dewasa, tidak ada diskon.

Tiket Kakak Tengah (Kanga Athifah)
Harga sama kayak orang dewasa dan kakak Nawra

Tiket Annasya
Meski bayi dan tidak dapat tempat duduk. Anasya tetap bayar dan harganya khusus buat infant. Seperti saat membeli tiket pesawat. Bedanya tiket pesawat nama bayi gabung dengan orang tuanya. Tetapi tiket kereta api, bayi sudah punya tiket sendiri dan tercetak atas namanya sendiri. Oleh karena itu perlu sekali memasukan data yang benar saat membeli atau booking tiketnya.


Oleh Annasya tiketnya juga dijadikannya mainan, hehehe.


Alhamdulillah tiket sudah kami print dan sudah cukup serta sesuai dengan nama dan identitas yang didaftarkan saat memesa.

Oh, ya saat memesan tiket secara online  kita perlu data no KTP
Saat akan masuk ke dalam, selain menyerahkan tiket kepada petugas, kita juga harus menyertakan KTP atau SIM atau paspor kepada petugas. Namaa yang teretra di tiket akan disesuaikan dengan nama yang ada di kartu identitas.

Ada baiknya untuk jaga-jaga, saat melakukan perjalanan dengan keluarga. Sebaiknya kita juga membawa fotokopi KK atau kartu keluarga. Untuk antisipasi.

Tiket sudah cukup, saatnya masuk ke dalam gerbong, kami tadi sampai di stasiun sekitar jam tujuh malam, jadi masih ada waktu satu jam untuk bersiap-siap.Oh, ya tadi kami dari Bengkulu jam dua siang, mampir sejnak istirahat di sekitar danau Mas Curup.

Istirahat dan Makan gorengan di danau Mas Curup

Kami akhirnya memutuskan untuk salat di Mushollah stasiun. Lokasi Musholahnya juga sangat dekat dengan peron. Tempatnya juga bersih dan banyak tersedia mukena. Jadi salatnya juga nyaman. Saya bergantian dengan Nawra untuk salatnya. Nawra menjaga Anansya, sedangkan Athifah berada di dekat saya. Duduk di sebelah tempat saya salat.

Lanjut anak-anak masuk ke dalam gerbong, kami sengaja menyetel kursinya untuk saling berhadapan. Nanti akan dirubah kembali saat anak-anak sudah tidur. Lalu anak-anak meminta bermain hape sebentar. saya pun memperbolehkan karena setelah kereta berjalan. Sinyal juga ikut berjalan entah kemana, hahaha.




Anak-anak bermain handphone hanya saat sebelum kereta api berjalan. Jika sudah berjalan apalagi saat signal hilang. Maka anak-anak tidak lagi bermain handphone. mereka lebih asik bermain ala kadarnya. Di antara sela kursi penumpang dan gang.

Selain menyiapakan membeli tiket untuk masing-masing anak dan kedua orang tuanya. Satu hal lagi yang harus ada adalah minuman dan aneka snack. Meskipun ada juga penjual makanan yang dikelolah secara khusus oleh pengolah kereta api, kita juga bisa memesan makanan.

Namun, kami lebih menyukai jika membawa juga makanan dan minuman dari rumah. Selain lebih terjamin. Harga makanannya di kereta api juga relatif mahal. Jadi bisa juga sekalian berhemat jika membawa makanan dari rumah.

Oh, ya ini kami naik kereta bisnis malam dari stasiun kereta api Sindang Marga Lubuk Linggau menuju stasiun Kertapati, Palembang. Tujuan perjalanan kami kali ini hanya untuk liburan dan silaturahim saja dengan keluarga yang ada di Palembang.

Udah dulu ya, ini keretanya sudah mau berjalan. Nanti kita lanjutkan ceritanya!

Warung Penjual Makanan Di Sekitar Danau Mas Bastari Curup

/ / 1 Comments
Warung Penjual Makanan Di Sekitar Danau Mas Bastari Curup


Assalammualaikum Wr.Wb
Halo sahabat #KeluargaNawra

Liburan itu emak asik ya, apalagi bersama keluarga. saya dan keluarga pun sellau begitu melihat kalo ada kalender ada angka merahnya. Udah mau menyusun waktu saja buat liburan. Ya, gak usah jauh-jauh yang penting keluar rumah, kalo waktunya sebentar. Misalnya cuma satu hari dan terjepit nasional, hahaha.

Di bulan Mie ini kami berencana untuk mudik ke kota Palembang
Naik kereta api malam dari Lubuk Linggau
Yap, karena jalur kereta api belum ada di Bengkulu
Semoga ke depan segera ada ya, jalur kereta apinya di Bengkulu

Jadi karena hari rabu itu Babanya Nawra masih kerja, kami berangkat ke Lubuk Linggau siang sekitar jam dua siang. Dengan menggunakan mobil tarvel. Beruntung saat ini mobil yang menjemput kami adalah  Inova. Lumayan lebar dan leluasa. Kami memsan tiga kursi untuk di bagian tengah.

Cuma ya itu meski mobilnya besar, karena supirnya gak asik. Saya muntah di jalan hampir empat kali. Pokoknya semuanya keluar dan ludes semuanya.

Dari Bengkulu menuju kota Lubuk Linggau kita harus melewati kabupaten Kepahiang lalu kabupaten Rejang Lebong. Lumayan juga perjalanannya.

Setelah melewati Kepahiang, setelah tiba di kota Curup dan mendekati objek wisata danau Bastari. Mobil kami berhenti. Untuk ssalat Ashar, makan dan MCK.


Jenis jualan makanannya juga banyak pilihannya. Ada aneka gorengan, pempek, tahu bulat, Mie Ayam, Bakso, Nasi goreng dan lain sebagainya.

Saya pesan teh hangat, buat melegakan tenggorokan.
Anak-anak pesan gorengan dan nasi goreng.



Oh, ya harga gorengannya hanya seribuan, nasi goreng sepuluh ribuan, teh hangat lima libuan . Di sini juga tersedia ruangan atau tempat untuk salat. Cuma untuk wudhu kita harus turun ke bawah . Ya, karena posisi watung kedai makanan ini posisinya di atas. Airnya juga lancar dan tempatnya juga bersih. 



Pemandangan di depan kami duduk juga sangat indah, tak jemu mata memandang. Memang kami memilih model kursi bukan lesehan. Untuk meja lesehan ada di bagian depan. kami sengaja memilih ke belakang untuk melihat pemandangan yang hijau. Sekalian melepaskan penat.




Jika dilihat dari pinggir jalan, lokasi kedai ini terlihat kecil. Tetapi ketika kita masuk, ternyata sangat luas dan banyak tersedia pilihan kursi. Mau lesehan juga banyak tersedia.

Memang harga makananya tidak mahal, namun kesejukan , kesegaran suasana dan pemandangan yang membuat makanan di sini serasa lebih mahal dari harga biasanya.


Udah dulu ya istirahatnya, kami mau melanjutkan perjalanan ke kota Lubuk Linggau. Kereta kami akan berangkat jam delapan malam ini. Semoga kami tiba di stasiun dengan selamat ya. Aamiin

Powered by Blogger.