Menu

Keluarga Nawra

Thursday, June 8, 2017

Nikmati Buka Bareng Bersama Keluarga Di Pinggir Pantai

/ / 13 Comments
Nikmati Buka Bareng Bersama Keluarga Di Pinggir Pantai

Assalammualaikum Wr. Wb
Halo sahabat #KeluargaNawra

Bulan puasa biasanya pada rame ya berbuka bareng atau bukber di luar. Entah di restoran, cafe, warteg, kedai makan, warung nasi padang atau kemana aja deh. Intinya sih, gak buka puasa  di rumah. Hampir semua keluarga di Indonesia melakukan hal tersebut. Sebuah tradisi yang biasa dilakukan di bulan puasa. 

Seru memang jika sudah kumpul, terjalin keharmonisan, kasih sayang dan tentunya silaturahim di antara anggota keluarga. Memang bulan puasa penuh rahmad dan barokah. Jadi lebih sering makan dan kumpul bareng keluarga. Saat makan sahur dan saat berbuka.

Sama halnya dengan keluarga kecil saya, moment ramadhan juga membuat kami semakin dekat dan akrab. Untuk buka bersama di luar , kami juga suka melakukannya. saya dan suami termasuk orang yang cozy dan easy. Jadi gak suka keribetan apalagi kerumitan. Jadi semuanya pengen dibuat mudah saja.

Sejak awal mau memasuki bulan puasa ada beberapa hal yang kami buat sebagai sebuah goal keluarga. Baik sebagai peningkatan diri sendiri dan peningkatan ketahanan keluarga, ini ngomongnya serius amat ya, hehehe.

Ini beberapa hal yang menjadi target keluarga saya dan diomongin sebelum puasa.

Target Suami, kepengen khatam Qur'an tiga kali. Melakukan banyak ibadah di masjid

Target saya, khatam Quran satu kali dan komitmen melakukan ibadah sunah lainnya dengan ikhlas dan baik. Sedikit ya terget saya :)

Udah segitu aja target saya dan suami, selain yang lainnya yang sedetil-seditiilnya. Kalo dituliskan semua bisa panjang banget ya.Sekarang giliran target untuk anak-anak ya, buat Nawra, Athifah, Annasya. Meski Nasya masih bayi, dia juga harus diberikan target. Soalnya biar adil dan kakaknya gak protes.

Nawra, usia 10 tahun

  • Khatam Quran sekali
  • Shalat tarawih di masjid
  • Shalat Dhuha tiap hari
  • Sahur 
  • Melakukan banyak kebaikan seperti mengajak adik bermain, memandikan adiknya sampai memakaikan baju. Soal ini Nawra alhamdulillah sudah terlatih. 

Jika target tercapai, maka akan diberikan hadiah perminggu Rp. 50.000, dan dibayarkan saat lebaran. istilahnya dapat THR deh
Boleh mendaftar les di GO atau Gama Saints, untuk persiapan ujian kelas 6
Ikut liburan ke Lombok in sya Allah pada bulan September
Boleh buka bareng atau ngabuburit bersama dengan teman-teman. Baik teman sekolah atau teman di lingkungan rumah. 

Sampai tulisan ini dibuat Nawra sudah sekali bukber ama teman sekolahnya pas dia ngaji di juz ketujuh , lalu pas ngaji juz ke 15 dia sudah ngabuburit bersama teman-teman dekat rumah kami.

Athifah, usia 4 tahun. 
Kebetulan 17 Juni nanti dia atau miladnya.

  • Mengenalkan istilah sahur dan puasa.
  • Tolilet training
Jika target pertama tercapai maka Athifah boleh memakai baju lebaran. Istilah yang dipakai 

Adek puasa ya Mi, boleh kan pakai baju lebaran. 
Kalo mau makan, bilangnya, Adek mau sahur Mi, adek lapar.

Lucu ya...pokoknya mengenalkan istilahnya dulu ya. Sama seperti saat berbuka puasa. Dia tidak menganggu atau merepotkan tetapi ikut serta dengan baik. 

Untuk target kedua, jika tercapai maka hadiahnya boleh ikut liburan ke Lombok. Pada bagian ini dia sangat semangat dan sepertinya mempunyai motivasi yang kuat untuk ikutan. Alhamdulillah target kedua untuk Athifah tercapai , dia berhasil melakukannya. Meskipun banyak dramanya. edisi ini nanti saya ulas sendiri ya di tulisan berikutnya tentang mengajarkan Toilet Training buat anak.a

Nah, sekarang buat Annasya yang berusia 12 bulan. Cuma satu targetnya BISA JALAN.

Dari reward tersebut , gak ada ya istilah baju lebaran dan perlengkapannya. 

Tenang, sudah saya belikan sebelum Ramadhan buat anak-anak. Jadi bulan puasa paling kalo ada yang diminati aja dibeli tapi gak ada istilah berburu baju lebaran, hehehe. Anak-anak juga sudah paham. Lagipula membeli baju, sepatu atau sandal kan tidak harus saat mau lebaran. Liburan dua bulan lalu di Palembang anak-anak juga sudah belanja dan masih bagus barangnya.  

Udah gitu aja, lalu. Gak ada jadwal bukber di luar ya. Ada dong, bukber atau sahur bareng atau sareng , ini mah istilah aku ajah ya. Dilakukan jika ada yang sudah Khatam Qur'an. Nah karena suami yang mentargetkan tiga kali khatam. Otomatis harapan itu kami letakkan di pundak beliau, kapan kami bisa bukber atau sareng di luar bersama. 

Ini gak enak banget ya. Tapi keberkahan kebaikan yang dilakukan oleh satu anggota keluarga , maka in sya Allah akan juga terciprat buat anggota keluarga yang lainnya . Jadi harus saling menyemangati sih bukan mnegandalkan, hehehe.

Jadi, Abah kami semua mengandalkanmu!

Maka tibalah hari yang menggembirakan tersebut, mulai tercium kabar bakalan bukber di luar. Baru tercium kabarnya doang, buktinya belum. Belum ada kabar soal khatam Quran.

Kata Abah khatam hari ini, kalo sebelum Ashar, jadi deh kita buka bareng di luar ya. Di tunggu saja sampai jam tiga sore. Ummi gak usah masak dulu ya

Ayeee, senang dong gak masak. Cuma nanti gimana ya kalo target khatamnya gak tercapai sebelum buka. Aha, sudahlah pasrahkan saja sama Allah, dan berdoa semoga Abah diberikan kemudahan untuk menyelesaikan kajiannya.

Akhirnya dapat kabar baik sebelum Ashar, alhamdulillah abinya anak-anak khatam Quran. Senang dong, senang bangetlah. Target tercapai. Tapi mau buka bareng di luar di restoran kan biasanya kudu pesan tempat dulu. Kalo mendadak suka tidak kebagian tempatnya.

Jadi gimana dong. Cuaca cerah ni, sayang kalo gak going !

Kita berbuka saja di pantai Panjang, berbuka sambil memandang laut. Seperti yang biasa kita lakukan. Saya lalu memberikan usulan dan membagi tugas. Nawra menyiapkan adik-adiknya, mulai dari mandi, pakai baju sampai pakai sepatu. Saya menyiapkan bekal yang akan di bawa, seperti air minum, kurma, teh hangat, dan perlengkapan lainnya. Ya, seperti biasa kalo kami piknik. Abinya membeli takjil dan nasi bungkus.

Barisan Pantai Malbero


Sponsor bukbernya :)

Akhirnya semua sudah di drop ke mobil, kami berangkat dari rumah sekitar jam setengah enam. Siap melaju, sengaja lewat jalur jalan belakang, melewati pantai Jakat, terus ke pantai Malabero. Sambil mata kami celingak-celinguk meihat posisi tempat dan akhirnya kami menemukan tempat tersebut. Di dekat atau di sepanjang jalan pantai Malabero. Ada pohon rindang yang ukurannya tidak terlalu tinggi. Kami berhenti di situ. Kemudian menurunkan barang bawaan. Semua sudah disiapkan.

Nuasa di pantai itu Es Kelapa Muda atau Dogan, ya udah kami pesan dua dari kedai di seberang jalan. Kesukaan anak-anak dengan gula putih. Apalagi Nawra doyan banget ama kelapa muda.


Kami pun menunggu waktu berbuka yang tinggal sebentar lagi, sun set sudah mulai turun, masuk ke dalam perut bumi. Langit mulai terlihat merah jingga. Pemandangan yang luar biasa.

Abahnya lanjut mengaji kembali sambil menunggu bedug.



Athifah dan Nawra bermain di pantai menangkap kepiting dan bermain pasir. Lalu bermain bersama Annasya, tidur-tiduran tertawa riang gembira.


Akhirnya saat berbuka tiba, terdengar suara bedug dari masjid ada di sepanjang pantai. Ibu yang punya kedai kelapa muda, juga sibuk memberitahu kami. Jika waktu berbuka sudah datang.



Kami berbuka seperti biasa seperti di rumah. Minum teh dulu, makan kurma, takjil dan baru makan nasi. Tradisinya sama saja. Bedanya cuma ini dilakukan di pinggir pantai. 

Athifah dan Nasya juga ikut makan sendiri

Makan sendiri itu asik

Meskipun sudah berbuka dan waktu mahgrib sudah mulai masuk. Suasana di sekitar pantai masih terlihat terang. Akibat sinar alami dari sisa sun set yang mulai masuk ke perut bumi. Angin sepoi di pantai membuat buka puasa kami kali ini lebih syahdu dan berbeda.
Kota Bengkulu memang di kelilingi dengan pantai yang indah, sayang rasanya jika kita tidak memanfaatkan keindahan alam untuk bersyukur dan tafakur. Meskipun di depan kami juga berjejer restoran dan cafe yang penuh sesak dengan orang yang mau berbuka.

Kami memilih di sini saja, setelah makan kami bergegas untuk segera shalat Mahgrib. Sampai jumpa di cerita keluarga Nawra berikutnya ya. 

Oh, ya cerita ini dibuat untuk menjawab tantangan Blogger Bengkulu dalam #nulisserempak tentang #Ramadhandibengkulu.

Baca juga ya tulisan sobat Bobe Intan,

Serunya Ramadhan Di Bintuhan

Sampai jumpa ya di cerita lainnya.

Monday, June 5, 2017

Membuat Puding Cincau Untuk Menu Berbuka Puasa

/ / 0 Comments
Membuat Puding Cincau Untuk Menu Berbuka Puasa

Assalammualaikum Wr. Wb
Halo sahabat #KeluargaNawra

Bulan uasa itu identik banget dengan adanya cincau. Bahan makanan yang berwarna hitam, mirip agar-agar atau jelly. Kenyal dan lembut kalo dimakan. Di luar buan puasa Cincau sering juga kita temui sebagai campuran aneka minuman seperti cendol, es capucino dan lain sebagainya. Ada juga kok penjualnya. Tetapi di bulan puasa kebutuhan akan cincau semakin meningkat dan penjualnya juga bejibun. Ada dimana-mana dan harganya juga bervariasi. Saya biasa membeli dari harga seribu satu potong, dua ribu bahkan hingga harga sepuluh ribu. Tergantung ukurannya.

Eiit, apakah semua sudah tahu apa itu CINCAU.

Menurut Wikipedia Cincau adalah 

Cincau (Hanzi: ไป™่‰, pinyin: xiancao) adalah gel serupa agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan tertentu dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.

Kata "cincau" sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (Hanzi: ไป™่‰, pinyin: xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini.

Cincau paling banyak digunakan sebagai komponen utama minuman penyegar (misalnya dalam es cincau atau es campur). Dilaporkan juga cincau memiliki efek penyejuk serta peluruh.

Semua pada suka ya minum atau makan cincau ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Memang habis makan atau minum cincau tenggorokan jadi segar.

Nah, kali ini aku mau membagikan pengalamanmu membuat puding atau agar-agar cincau. Bikinnya sih gak sengaja. Waktu itu stok cincau tinggal sedikit, jadi untuk membuatnya jadi habis dimakan. Jadi ya aku olah aja lagi menjadi puding cincau.

Kita siapkan dulu ya bahan-bahannya

1. Cincau

2. Agar-agar putih atau bening satu buah

3. Gula pasir 200 gram, atau satu gelas atau satu gelas seukuran air mineral kemasan gelas

4. Daun pandan buat pewangi. Jika tidak ada bisa gunakan Vanile

 
Cara Membuat

Sama halnya dengan membuat agar-agar biasa. Siapkan satu panci. Untuk satu bungkus agar-agar membutuhkan sekitar empat gelas air putih atau 800 ml air. Masukan semua bahan menjadi satu. Tips dari saya supaya bubuk agar-agar tidak mengumpal. Sebaiknya serbuk agar-agar, air dan gula di aduk sampai rata terlebih dahulu baru dimasak di atas api kecil.

Kemudian, potong cincau sebesar dadu, atau persegi empat . Ukurannya sedang saja. Susun secara rapi di dalam sebuah wadah atau loyang. Kali ini saya gunakan loyak persegi panjang.

Setelah matang, lalu tuang air agar-agar di atas cincau yang sudah kita susun rapi di dalam loyang atau wadah tadi. Pastikan semua tertuang sampai habis dan merata. Bagusnya juga ketika dituang gunakan penyaring atau disaring terlebih dahulu.

Tips untuk membuat cetakan atau hasil puding menjadi bagus dan rata. Sebaiknya letakan cetakan atau loyang di atas meja atau tempat yang atasnya rapi dan rata sehingga hasil pudingnya juga bisa rata.

Setelah itu dinginkan puding pada suhu ruangan saja. Jika sudah dingin, maka boleh disimpan atau dimasukan ke dalam kulkas. Sampai menjelang berbuka, puding siang di potong dan disajikan.

Oh, ya jika dipotong kotak-kotak, puding inu juga bisa menjadi campuran minuman lagi loh. Mirip cincau lagi tapi dengan dua warna. Bening dan hitam




Gimana, sangat mudah ya membuatnya .Dicobain ya di rumah. 

Oh, ya sebaiknya cinca sebeum diolah direndam dulu dengan air panas ya. supaya bersih dan terbebas dari kotoran , bakteri dan kuman penyakit.

Friday, June 2, 2017

Cara Membuat Cabe Hijau Menjadi Pedas

/ / 11 Comments
Cara Membuat Cabe Hijau Menjadi Pedas


Assalammualaikum Wr. Wb
Halo sahabat #keluarganawra

Siapa yang suka makan cabe atau sambal. Tentu sebagian orang suka ya makan sambal. Ada yang suka makan sambal cabe merah, cabe keriting, cabe rawit, cabe hijau atau ada yang suka dicampur. Mislanya Cabe merah dengan cabe rawit atau cabeerah dengan cabe hijau.

Ada orang yang suka dengan cabe yang tidak pedas, jadi cabe hanya sebagai pelengkap atau penambah rasa pada menu masakan. Ada yang suka cabe yang pedasnya sedang saja, tetapi banyak juga orang yang suka sekali dengan cabe yang pedas banget.

Kepedasan cabe ini malah ada levelnya, makin tinggi level cabe atau menu makanan maka rasa pedasnya makin menjadi. 

Ada juga istilah sambal mercon, sambal ontor, sambal boom dan lain sebagainya untuk menggambarkan rasa pedas makanan tersebut.Apalagi sambal yang pedas. Duh, bikin tambah makan dan ngiler.

Terus apa iya cabe hijau itu tidak pedas. Bisa jadi iya, tapi iyakah cabe hijau tidak pedas. Apa salah dalam mengolah cabenya sehingga tidak terasa pedas,

Nah, berikut ini saya ingin berbagi cara MEMBUAT atau MENGOLAH CABE HIJAU MENJADI PEDAS.

Pertama, kita siapkan terlebih dahulu cabenya, bawang dan tomat. Cuci semuanya secara bersamaan sampai bersih. 

Kedua, rebus dengan sedikit air atau sampai semua bahan-bahan terlihat terendam air. 

Rebusan cabe, tomat dan bawang
 
Ketiga, masak di atas kompor dengan api sedang sampai air tinggal sedikit atau habis.

Keempat setelah air kering atau terlihat sedikit. Biasanya saya angkat saat tidak begitu kering. Silakan dicicipi, itu air pedas banget loh.

Kelima, giling cabe seperti biasa. Mau pakai blender atau digiling biasa saja. Sama saja. Digiling sampai halus. Jangan lupa saat menggiling berikan garam

Selanjutnya cabe hijau bisa digunakan seperti biasa, mau langsung dimakan atau mau diolah lagi menjadi sambal. Terserah saja, yang pasti cabenya sudah aman disantap, sudah masak.

Selamat mencoba ya.

Cabe hijau setelah diuleg atau digiling manual


Monday, May 29, 2017

Masjid Al-Amin Tengah Padang Kota Bengkulu

/ / 5 Comments
Masjid Al-Amin Tengah Padang Kota Bengkulu


Setiap ada yang baru pertama kali berkunjung aau ada keperluan ke rumah saya. Setiap ada yang bertanya alamat rumah di mana. Saya selalu berkata begini. 

Nanti berhenti saja di mushollah atau masjid Al-Amin. Rumahnya dekat mushollah . Tanyakan saja dengan warga yang tinggal di sekitar mushollah. Gang rumahnya hanya berjarak dua rumah dari mushollah itu. Di depan gang ada pohon kelapa Hibrida.

Hasilnya memang dengan menyebutkan nama Mushollah Al-Amin tersebut. Alamat rumah saya jadi lebih mudah ditemukan. Termasuk juga mudah ditemukan oleh berbagai kulir paket dan pak pos. Sebenarnya itu  rumah orang tua saya. Saat ini kami balik dulu ke rumah orang tua. Untuk menemani dan merawat ibu saya yang sudah tua dan sering sakit-sakitan. Rumah kami yang di simpang Nakau untuk sementara kami kontrakan dulu. 

Memang meski sudah punya rumah sendiri, untuk alamat surat menyurat kami masih menggunakan alamat rumah ini. Sebab lebih sering nongkrong dan standbye di rumah orang tua.

Nama mushollah Al-Amin ini saya tidak tahu yang mencetuskannya siapa? Hanya yang saya ingat sewaktu saya kecil dulu. Saya ingat sekali karena almarhum bapak saya adalah ketua RT. Beliau yang juga merupakan salah satu orang yang memperjuangkan berdirinya Mushollah ini. 



Dari awalnya hanya terbuat dari bambu, lalu berubah menjadi papan sampai akhirnya menjadi seperti sekarang. Bapak saya termasuk orang yang berjuang di awal berdirinya masjid ini.  

Namuan sayang , saat saya berusia sebelas tahun atau sekitar kelas lima SD bapak saya meninggal dunia. Selanjutnya kepengurusan mushollah ini dilanjutkan oleh kakak saya Saparwan. Beliau yang memang setiap hari rajin untuk menghidupkan berbagai kegiatan di mushollah. Mulai dari salat lima waktu di masjid. Terutama pada saat Magrib, Isya dan Shubuh. Menghidupkan kegiatan hari besar islam. Seperti perayaan Isra Mikraj, Maulid Nabi. Salat hari Raya Idul Fitri, Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban. Penerimaan dan penyaluran zakat dan infak selama Ramadhan. Termasuk juga lomba-lomba yang dilakukan dalam rangka peringatan hari besar islam tersebut.

Sungguh sayang kakak saya tersebut sudah meninggal di tahun 2004 silam, karena sakit. Cerita tentang perjuangan beliau dan kenangan saya bersama beliau serta Mushollah Al-Amin ini saya tuliskan di dalam sebuah antologi yang berjudul Di Masjid Hatiku Terkait.

Kutipan  dari  tulisan saya di buku tersebut 

Pesan terindah dari bapak saya sebelum meninggal

“Bapak tidak meninggalkan harta untuk kalian , hanya satu Masjid yang mulai rapuh dimakan zaman.Masjid ini akan hilang jika kalian tidak menjaga dan merawatnya. Jadikan ia sebagai tempat terindah di hati kalian...!” Suara Bapak kian pelan ,hilang dan berhenti bersama napas terakhirnya.
Masih di salam buku antologi tersebut.



Masjid Al-Amin terletak di tengah pemukiman rumah penduduk dikawasan Jalan Iskandar 6 RT V No 50 Kelurahan Tengah Padang Kota Bengkulu. Bangunannya kini semakin terawat dan terurus. Semakin megah dan rapi. Hanya ini warisan Bapak, agar kami memakmurkan dan mencintai Masjid. Pada awal dulu kami bahu membahu adik-beradik meramaikan semua kegiatan di Masjid ini. Mulai dari sholat, kegiatan keagamaan dan sosial semua berawal dan dibicarakan di Masjid.

Tak jauh atau tepatnya berada di belakang SMP N 3 Kota Bengkulu. Berdekatan juga dengan kantor Kelurahan Tengah Padang.

Bagian dalam, shaf untuk perempuan

Kini Masjid ini adalah warisan terbesar dari Bapak. Juga warisan Kakakku. Kakak yang dulu seiya sekata denganku dalam menggerakkan roda kegiatan Masjid sudah meninggal dalam usia yang relatif muda. Tanpa ia sempat melihat dan menikmati bagaimana perubahan Masjid itu sekarang. Ia meninggalkan kami dalam keadaan yang baik .Kakak  yang suaranya meski kadang diselingi batuk sangat dinantikan pada setiap jam sholat datang. Kini suara itu telah berganti dengan Kakakku yang lain. Menjelang akan nikah beliau pindah kerja  dan mendekat dengan kami sehingga kini dia berada di sekitar Masjid warisan  Bapak.Sungguh di Masjid ini hati kami  anak-anak Bapak saling terkait dan saling memuliakan pesan terindah Bapak.

Bagian depan, shaff untuk laki-laki

Sekarang masjid ini dikelolah oleh kakak saya pas di bawah kakak yang meninggal ini. Beliau saat ini juga rajin mengajak anak dan istrinya untuk salat berjamaah di masjid. Selain itu beliau juga menjabat sebagai pengurus masjid an mengelolah pengurusan ibadah kurban setiap bulannya. Meskipun hanya masjid kecil, Alhamdulillah setiap tahun selalu ada yang memberikan amanah kepada masjid Al-Amin untuk memotongkan hewan kurbannya. Baik sapi atau kambing.

Pemotongan Hewan Kurban
Selain itu suami saya dan anak-anak juga rajin dating berkunjung dan beribadah di masjid. Saya dengan arisan Mandiri. Hampir dipastikan selalu mengadakan kegiatan di masjid ini bersama-sama ibu arisan. Baik untuk kegiatan arisan itu sendiri. Seperti pengajian rutin dan ceramah agama. Atau untuk peringatan hari besar islam. 

Ibu-ibu Arisan Mandiri selesai acara kebesaran islam
Memang masjidnya kecil , hanya muat sekitar seratus orang tetapi fasilitas ibadah dan perlengkapan kematian sudah lengkap. Sebab dikelolah dengan baik oleh para pengurus dan anggota kematian serta anggota arisan Mandiri. Misalnya saja ketika ada warga anggota kematian yang terkena musibah , maka mulai dari menggali kubur, menyiapkan makan untuk pengali kubur, ahli musibah dan para tamu selama tiga hari saat digelar acara takziah. Untuk urusan biaya dan makanan ditanggung oleh persatuan kematian. Di malam takziah, persatuan kematian menyiapkan air serobat untuk para tamu. 

Keranda kematian dan kamar mandi untuk berwudhu

 
Kegiatan salat di masjid ini ramai pada salat Magrib, Isya dan Subuh. Untuk hari jumat karena ini masjid kecil atau sering orang menyebutnya mushollah maka kegiatan salat Jumat tidak dilakukan di masjid ini. Akan tetapi para perempuan secara rutin juga salat berjamaan di masjid dan biasaya juga dilanjutkan dengan ceramah atau pengajian rutin.

Sekarang kondisi masjid Al-Amin sudah sangat bagus dan nyaman. Ruangannya juga sudah bagus.Plafon ruangannya juga sangat diganti dengan kayu dan dicat sehingga menarik


Tempat berwudhu juga sangat memandai dan terawat dengan baik. Air mengalir dengan baik dan lancer.

Tinggal sekarang tugas saya dan keluarga serta masyarakat di sekitar masjid ini untuk memakmurkan masjid. Mengisinya dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Menajganya agar tetap tetap terawat dengan rapi, bersih dan nyaman.

Saya selalu terngiang perkataan Bapak,  bahwa Masjid  harus kami upayakan untuk selalu ramai dengan berbagai kegiatan yang baik. Membawa Masjid dalam segala aspek kehidupan kami. Menjadikan Masjid sebagai rumah utama setelah rumah tempat tinggal kami, menjadikan  Masjid tempat mencurahkan hati dan belajar tentang islam. Menebar kebaikan pada sesama.

Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan dari Blogger Bengkulu dalam #nulisserempak tentang #masjiddibengkulu. Sekaligus untuk mengurai rasa rindu saya terhadap bapak dan kakak saya yang sudah meninggal.

Baca juga ya, tulisan sobat Bobe Komi Kendy

Padang Betuah, Masjid Berusia Ratusan Tahun




Friday, May 26, 2017

Rumah-rumah Terapung di Atas Sungai Musi Palembang

/ / 5 Comments
Rumah-rumah Terapung  di Atas Sungai Musi Palembang

Assalammualaikum Wr.Wb
Halo sahabat #KeluargaNawra

Beberapa waktu lalu saya sekeluarga bersama kakak ipar yang ada di kota Palembang. Berkesempatan untuk keliling di sungai Musi dengan menggunakan 'Ketek' perahu sederhana atau tradisional yang digunakan sebagai alat transportasi di atas sungai Musi. Tujuan perjalanan kami kali ini berkunjung ke pulau Kemaro .

Sungai Musi adalah sebuah sungai yang terletak di provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Dengan panjang 750 km, sungai ini merupakan yang terpanjang di pulau Sumatera dan membelah Kota Palembang menjadi dua bagian. Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang pun melintas di atas sungai ini. Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, sungai ini terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat.

Sambil bercerita tentang sungai Musi. Saya ingin memperlihatkan berbagai rumah yang berhasil saya ambil gambarnya dari atas perahu Ketek. Rumah-rumah tersebut tumbuh di atas sungai Musi bukan di pinggiran sungai Musi.



Geografi

Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua bagian kawasan: Seberang Ilir di bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan. Sungai Musi, bersama dengan sungai lainnya, membentuk sebuah delta di dekat Kota Sungsang.

Mata airnya bersumber di daerah Kepahiang, Bengkulu. Sungai Musi disebut juga Batanghari Sembilan yang berarti sembilan sungai besar, pengertian sembilan sungai besar adalah Sungai Musi beserta delapan sungai besar yang bermuara di sungai Musi. Adapun delapan sungai tersebut adalah :

Ini katanya rumah yang dipakai dalam film Habib Rizieq


Adapun  sungai yang bermuara ke sungai Musi tersebut adalah 

    Sungai Komering
    Sungai Rawas
    Sungai Leko
    Sungai Lakitan
    Sungai Kelingi
    Sungai Lematang
    Sungai Semangus
    Sungai Ogan




Lahan seluas 3 juta ha di daerah aliran sungai (DAS) Musi dianggap kritis akibat maraknya penebangan liar. Kondisi ini dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor.





DAS Musi secara geografis terletak pada 103° 34’ 12 “ – 105°  0’ 36” BT dan 02° 58’ 12”  -  04° 59’ 24” LS dengan luas 7.760.222, 86 Ha.  Secara administrasi DAS Musi termasuk pada 4 (empat) provinsi yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi dan Lampung. Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk ke dalam DAS Musi meliputi 17 (tujuh belas) Kabupaten/Kota atau seluruh Kabupaten/Kota yang berada di Provinsi Sumatera Selatan.

Kabupaten di Provinsi Bengkulu yang masuk pada DAS Musi meliputi Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang, sedangkan Kabupaten di Provinsi Jambi yang masuk pada DAS Musi meliputi Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Muaro Jambi. Dan kabupaten di Provinsi Lampung Barat yang masuk pada DAS Musi meliputi Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Way Kanan.



Nah, itu dia beberapa rumah yang terapung di atas sungai Musi yang berhasil saya ambil bersama keluarga. Kami berangkat dari belakang JCO di sekitar pasar 16 sekitar jam setengah dua belas siang. Saat itu lalu lintas di atas sungai tidak terlalu ramai. Namun ketika hendak pulang dari pulau Kemaro menuju ke pasar 16 kembali. Sekitar jam setengah tiga, lalu lintas di atas sungai mulai ramai.


Thursday, May 25, 2017

Villco, Kenikmatan Kopi Bengkulu Dari Atas Mobil

/ / 5 Comments
Villco, Kenikmatan Kopi Bengkulu Dari Atas Mobil



Assalammualaikum Wr. Wb
Hallo sahabat #KeluargaNawra

Waktu kopi darat kesepuluh Blogger Bengkulu, ahad lalu. Saya dan teman-teman blogger lainnya kebanjiran dan mabok kopi loh. Kenapa emangnya, ya gimana gak mabok. Ketemu langsung dengan para pengusaha kopi dan petani kopi yang ada di Bengkulu secara langsung. Kedatangan mereka tentu saja membawa produknya. Pastinya juga para blogger ikutan kecipratan icip-mencicip kopinya.

Kegiatan ini di fasilitasi oleh Media Center Bengkulu, oleh bapak Khafi selaku humasnya. Bertempat di gedung kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu yang beralamat di jalan S.Parman Padang Jati. Tepat di tengah jantungnya kota Bengkulu. Kepala Disperindag bapak Lierwan juga mengajak para blogger untuk bisa membantu mempromosikan kopi Bengkulu. Saya mewakili sebagai ketua Blogger Bengkulu menyampaikan rasa suka cita yang luar bisa atas pertemuan dan persahabatan ini, semoga Bobe juga bisa ikut memperkenalkan kopi Bengkulu melalui tulisan di blog.

Kebetulan di acara ini saya kebagian kopi Villco. Dari namanya aja udah kentara banget ya. Kalo merek tersebut produknya  adalah kopi. Mirip juga sama nama sebuah permen kopi ya. Tapi tunggu dulu. Yang ini lebih istimewa.

Istimewanya kopi Villco ini disajikan atau atau kita nikmatin secara bebas dari sebuah mobil yang di desain secara unik dan klasik. Bikin tambah asik saja ngopinya. Mobil Kopi Villco sering mangkal di sekitar pantai Panjang di dekat Sport Center.

Ngopi Sambil Menikmati Pantai Panjang



Menurut pengusahanya, bahan baku kopi Villco ini berasal dari buah kopi yang merah atau cherry merah segar, yang di rawat dan dibudidayakan secara alami oleh para petani kopi di daerah Kepahiang. Salah satu kabupaten yang ada di Bengkulu.

Ditanam pada ketinggian 1200-1500 mdpl. Dari lahan perkebunan yang agro ekologi atau kebun yang ramah lingkungan. Semua proses dan perawatannya juga secara alami.

Pengusaha Kopi Villco

Untuk jenisnya, kopi Villco ada Arabica dan Robusta. Saya secara cepat belum bisa membedakan gimana rasa Arabica dan gimana juga rasanya Robusta. Soalnya saya suka minum kopi saja dan sukanya kalo pake susu. Jadi minum kopi susu. Tapi sejak ikutan acara ini dan kenalan sama banyak pengusaha kopi dan produknya. Saya mulai sedikit tahu dan menambah wawasan tentang kopi. Terutama kopi Villco ini.

Harga kopi Villco sangat terjangkau dengan rasa yang tak kalah . Bahkan nikmat di kelasnya. Sebab diproses dan diolah secara maksimal. 



Jika teman-teman ingin menikmati kopi sembari menikmati keindahan serta keramaian pantai Panjang. Maka pilihannya jatuh pada kopi Villco. Apalagi sensasi menimati kopi dari atas mobil, gak bakalan ditemukan di tempat lain.

Langsung saja cari mobilnya ya dan pesan segera kopinya. Ada berbagai olahan kopi juga yang bisa dipilih dan dicobain.


Untuk pemesanan kopi bisa hubungi
Wa 0821 7675 3396
Instagram Villco Bengkulu
Facebook Villco Bengkulu

Tuesday, May 23, 2017

Regenerasi Kulit Mu Melalui Terapi Stem Cell

/ / 3 Comments
Regenerasi Kulit Mu Melalui Terapi Stem Cell


Stem cell atau sel punca adalah merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Ia juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel – sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup organisme. Pada saat stem cell terbelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi stem cell atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus.

Ada Dua Jenis Stem Cell, yakni : 

Stem cell embrionik , stem cell embrionik adalah pluripoten dan dapat berdiferensiasi atau berubah menjadi semua jenis sel dalam tubuh, 



Stem cell dewasa, merupakan sel yang hanya dapat mempertahankan dan memperbaiki jaringan, stem cell dewasa lebih terbatas perubahannya dan hanya bisa berdiferensiasi menjadi jenis sel tertentu sesuai jaringan stem cell itu berasal. 



Melihat potensi tersebut, menjadikan stem cell menjadi terobosan baru dalam dunia pengobatan  maupun terapi regeneratif. Dan diharapkan terapi regeneratif ini akan menghasilkan jangka waktu hidup sehat yang lebih lama bagi pasien. Sedangkan dari sisi regenerasi, terapi stem cell diharapkan bisa meregenerasi kulit yang mengalami penuaan, cedera pada kulit seperti luka bakar, jaringan parut bekas jerawat, atau luka lain pada kulit.

Telah banyak dilakukan penelitian berkaitan dengan stem cell ini, ada yang mengambil material stem cell bersumber dari epidermis, dermis, sel mesenkim, sumsum tulang, embrionik dan stem cell pada janin. Dan sumber stem cell yang terakhir tadi, yang bersumber dari janin dikabarkan paling berhasil dan aman dalam penerapannya untuk memperbaiki dan meregenerasi kulit.

Dimana setelah dimasukkan Stem cell melalui infus melalui pembuluh vena pasien, stem cell akan langsung menyebar ke dalam tubuh, berkembang menjadi sel-sel baru menggantikan sel-sel yang telah rusak sehingga terjadi proses peremajaan. 

Proses infus

Kontan saja, dalam waktu relatife singkat kulit yang kusam dan berkerut akan hilang akibat penurunan produksi kolagen oleh proses degeneratif. Hasilnya, kulit bertambah elastis, kulit semakin tebal, dan mengurangi pigmentasi sehingga penampilan jauh lebih baik. Rambut pun juga semakin tebal dan menghitam,karena telah tumbuh rambut baru.

Informasi tentang Stem Cells
Web: www.stanfordcenter.com
WA : 081259339977 (Vonny)

Sunday, May 21, 2017

GIVE AWAY, Berhadiah Buku Hanya Dengan Berbagi Komentar

/ / 24 Comments
GIVE AWAY, Berhadiah Buku Hanya Dengan Berbagi Komentar


Assalammualaikum Wr, Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Hola-hola, keluarga Nawra mau berbagi buku ini. Istilah kata kekinian. Mau give away. Caranya gampang banget. Gak pake susah.

Kamu cukup komen di sini, berbagi komentar dan sharing saja. Berbagi itu kan indah dan menyenangkan. Jadi keluarga Nawra minta kalian berbagi di sini.


Oh, ya hadiah yang akan diberikan adalah, dua buah buku keren ini. Kalo kamu mau beli boleh aja sih. Tersedia di toko buku. Harganya sekitar Rp. 78.000. Serta satu orang dengan jawaban yang paling keren (jika ada) pulsa sebesar Rp. 25.000,-

Tapi kali ini, keluarga Nawra mau kasih kamu gratis ya. Simak caranya supaya bisa ikutan GA ini


Pertama, Kamu cukup, like supaya kamu dapat update infonya seh ,sapa tau kamu yang menang. Tapi kamu gak jadi menang karena kudet. Sosial media #Keluarganawra berikut ini. Silakan klik aja sudah terhubung langsung.

Instagram @keluarganawra

Twitter @keluarganawra

Fanspage @keluarganawra

Kedua, Drop jawaban atau komentar kamu di kolom komen postingan ini. Dengan disertai alamat kalian. Yang dianggap ikut GA ini adalah yang menyertakan alamat lengkap dan no hapenya ya.

Tiga, kamu tekan tombol share di bagian bawah postingan blog ini di Twitter atau , G+ atau Facebook atau semuanya. Dengan tagar #GAKeluargaNawra

Mudahkan caranya !

Pertanyaannya adalah, silakan pilih mau menjawab no 1 atau 2

1.Menurut kamu sebaiknya pesta pernikahan dilakukan di gedung atau di rumah , berikan alasanmu.

2. Jika ke pesta pernikahan, kamu lebih suka memberikan amplop atau kado kepada pengantin.

Silakan dijawab ya, dan drop komentarnya di kolom Komen. 

Jawaban ditunggu sampai dengan tanggal 15 Juni 2017
Pemenang akan diberitahu atau akan ada kejutan. Pada tanggal 17 Juni 2017.



Saturday, May 20, 2017

Pagoda di Pulau Kemaro Palembang

/ / 2 Comments
Pagoda di Pulau Kemaro Palembang





Assalammualaikum Wr. Wb
Halo sahabat #KeluargaNawra

Berkunjung ke Pulau Kemaro akhirnya jadi juga setelah dua belas tahun bolak-balik ke kota Palembang. Terbayar juga. Sebenarnya cuma penasaran saja, ingin melihat langsung. Kalo cerita pulau Kemaro ya bisa dibaca di mana-mana dan sering juga saya dengar dari cerita keluarga yang ada di Palembang.

Katanya di sana ada bangunan PAGODA, itu saja. Cuma ya, kalo belum lihat secara langsung, tetaps aja ya penasaran.


Pagoda adalah semacam kuil yang memiliki atap bertumpuk-tumpuk, bergaya Meru. Sebuah pagoda terutama ditemukan di negara-negara dengan umat Buddha yang banyak seperti Thailand atau Tiongkok.

Apalagi untuk pergi melihat Pagoda di pulau Kemaro tersebut kita harus menyeberangi sungai Musi dengan perahu kecil atau yang disebut orang Palembang 'KETEK'

Lucu ya namanya, selain Ketek ada juga kapal lain yang menuju ke sana. Kita bisa menggunakan kapal pesiar kecil, atau perahu boat agar cepat sampai. Namun sensasi naik Ketek akan sangat berbeda, dan itu merupakan pengalaman yang luar biasa.

Demi sebuah pengalaman, akhirnya ditemani oleh kakak ipar, kami sekeluarga akhirnya menjejak ingin melihat Pagoda di pulau Kemaro. Kami berangkat dari terminal ketek yang tersebar di dekat Benteng Kuto Besak atau BKB, sekitar jam sebelas. Sampai di sana sekitar jam dua belas. Pas sedang naik matahari, cuma kebetulan cuaca siang itu agak mendung . Belum turun hujan.

Berikut ini adalah gambar Pagoda yang kami ambil 
gambarnya di pulau Kemaro

Pagoda pertama yang kami jumpai
Nawra, Athifah dan Annasya, berfose di Pagoda Utama


Pagoda ini tingginya sembilan tingkat dan dibuka hanya pada saat perayaan hari kebesaran umat Budha. Jadi klao hari biasa, kita tidak bisa naik dan masuk ke dalam Pagoda. Ini adalah dua saudara, satu kakak ipar dan satunya lagi suami saya.


Habis itu suami kepengen di foto dengan pagoda dengan gaya kekinian, hehehe



Selanjutnya saya kasih bonus foto up to date, namun abaikan dulu ya rambut baba Nawra yang acak-acakan. Agak gondrong sih, maklum sempat galau dipotong apa gak. Saran saya buat rambut tipis kayak suami saya sebaiknya dipotong pendek saja. Meski terlihat sedikit botak karena rambutnya tipis. Tapi lebih rapi dan terlihat lebih ganteng, hehehe.


Giliran si Kakak Nawra , pengen di foto sendirian juga. Katanya ingin dipasang di akun Instagramnya. Duh, anak sekarang apa-apa pengen dipejeng. Gak mau kalah sama Memenya dan Babanya. Tapi Nawra gak minta langsung di upload kok di IG






Kalo saya ambil fotonya dari samping Pagoda ke arah sungai, dimana di sana juga terdapat dermaga kecil. yang juga banyak digunakan oleh orang-orang untuk berfoto. Demi keamanan anak-anak. Kami tidak berfoto di sana soalnya tidak ada pagar pengaman. Sangat rentan bahaya terutama bagi anak-anak. Oh, ya di belakang atau di sekitar halaman Pagoda, banyak terdapat para penjual makanan dan minuman. Seperti kelapa muda dan aneka minuman dingin. Jadi tidak perlu kuatir atau takut kelaparan. Bawa aja uang yang banyak.


Kalo ini gambar belakang Pagoda, diambil dari halaman pohon Cinta. Tepat di belakang fose foto saya di atas. Itu terlihat pohon cinta-nya. Kayak pohon beringin.









Dengan melihat Pagoda di pulau Kemaro ini, semakin saya dan keluarga sadar bahwa Islam adalah agama yang damai dan Rahmatan Lil Alamin. Kenapa, kalo memang islam seperti yang dicap oleh sebagian orang agama yang radikal. Tentu bangunan Pagoda ini tidak akan berdiri megah dan tetap ada di pulau Kemaro ini sampai sekarang. Tentu sudah lama dihilangkan atau dirobohkan oleh masyarakat Palembang. Akan tetapi kenyatannya tidak demikian.


Semoga dengan ulasan tentang gambar Pagoda yang ada di pulau Kemaro ini bisa menambah wawasan dan informasi buat kamu ya. Semoga tidak penasaran lagi Pagoda atau isi pulau Kemaro itu apa.  Oh, ya di pulau ini juga terdapat penghuni yang memang bertugas merawat dan memelihara Pagoda tersebut.
Powered by Blogger.