Menu

Tuesday, May 25, 2021

/ /
Kompetisi film pendek, Sundance Film Festival: Asia 2021, Persembahan IDN Media

Assalammualaikum.Wr.Wb

Hai sahabat Keluarga Nawra. Bagaimana kabarnya, semoga selalu sehat dan tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik ya. Sebab pandemi corona belum berakhir, kita harus tetap wasapada.


Selama pandemi masih berlangsung, banyak waktu yang kita habiskan di rumah bersama keluarga bukan. Jika tidak ada keperluan yang mendesak untuk keluar rumah, sebaiknya kita tetap bersama keluarga , bekerja dan beribadah di rumah saja.

 

festival film pendek


Salah satu kegiatan yang sering kita lakukan di rumah adalah menonton. Berbagai acara televisi atau menonton youtube. Menonton ini yang paling asik ya, menonton film atau drama. Jika ingin berlama-lama menonton dan dihantui rasa penasaran. Tonton saja serial, sinetron atau drama. Episode yang banyak dan lama, membuat sebagian orang rela berja-jam untuk menonton.


Untuk film bisa film panjang atau film pendek, durasi film panjang biasanya di atas 100 menit, bahkan banyak juga yang hingga 120 menit alias dua jam. Kalo film pendek, tentu saja lebih singkat waktunya. 

 

Di rumah kebetulan berlangganan Indihome, jadi ada di aplikasi Vidio itu pilihan untuk menonton film pendek. Yah, film dengan durasi sekitar 20-30 menit. Sudah bisa memberikan inspirasi dan pengetahuan sekaligus buat kita yang nonton.

 

Saya suka melihat film pendek ini apalagi yang bertemakan sosial budaya, seru sekali. Banyak mengulas sisi kehidupan di masyarakat kita yang jarang diketahui orang.

 

Menonton film pendek ini memberikan kesan yang sangat mendalam. Pesan singkat di dalam adegan pendek filmnya itu sangat membekas karena mereka pemain hanya fokus pada satu konflik atau tema saja. 

 

Jadi, selama dua jam , saya bisa nonton banyak film dan itu menyenangkan. Daripada menonton drama yang banyak episodenya. Meski tentu saja keseruan dan daya tarik serta kepuasan nonton drama dan film pendek tentu berbeda.

 

Saat menonton film pendek, say juga sering membaca nama para pemain,sutradara dan kru lainnya. Sebab , kebanyakan film pendek pemainnya bukan artis terkenal sih.Cuma salut dengan akting mereka, juga bagus dan memukau.

 

Film pendek ini, menghasilkan banyak pemain, sutradara dan seniman film baru, mereka yang punya hobi sama terhadap dunia film. Memliki ruang dan wadah untuk berkreasi, jadi bisa menyalurkan hobilah.

 


Nah, ngobrolin soal film pendek, Saya punya info buat yang suka nonton dan juga suka dengan film pendek. Mana tahu ada minat untuk membuat film pendek sendiri. Ada lomba film pendek nih, kalian bisa ikutan loh. Ajaklah keluarga, teman, sahabat untuk bergabung membuat film pendek . Lalu diikutkan ke lomba Kompetisi film pendek, Sundance Film Festival: Asia 2021, Persembahan IDN Media


festival film pendek


Sundance Film Festival


Sundance Film Festival: Asia, persembahan XRM Media dan IDN Media dengan bangga engumumkan pelaksanaan Short Film Competition sebagai salah satu rangkaian acara di festival ini. Disponsori oleh Argo, sebuah platform streaming dan kurator global film pendek, kompetisi ini dibuka untuk para insan perfilman Indonesia. Kompetisi ini juga bertujuuntuk menemukan, membina, dan memberikan panggung bagi talenta-talenta baru di industri film dan memperkenalkan mereka ke kancah global.


Pendapat Para Tokoh Tentang Sundance Film Festival


Menurut,  Winston Utomo, CEO IDN Media: “Film pendek akan selalu menjadi salah satu bagian penting dari dunia film dan storytelling. Karya-karya film pendek memiliki tempat tersendiri di hati banyak penggemar film, terutama di Sundance Film Festival: Asia. Dalam Short Film Competition ini, kami sangat menantikan kreativitas para sineas Indonesia melalui karya-karyanya. Kami sangat berharap Sundance Film Festival: Asia dapat menjadi wadah bagi berkembangnya industri film di Indonesia.”


festival film pendek
Winston Utomo, CEO IDN Media


Lalu kata, Mike Plante, Programmer Senior, Short Film, Sundance Film Festival: “Di Sundance Film Festival, kami berkomitmen untuk terus mencari talenta dan karya baru, serta memberi panggung bagi mereka seperti melalui Short Film Competition sebagai bagian dari Sundance Film Festival: Asia 2021. Kami sangat antusias untuk menemukan karya baru dan memperkenalkannya pada audiens yang tentu juga tak kalah antusias.”


Ada juga pendapat, Michael Chow, Founder of XRM Media: “XRM Media merasa terhormat, bisa membawa Sundance Film Festival: Asia ke Jakarta, Indonesia, sekaligus mengadakan Short Film Competition bersama dengan Argo. XRM yakin bahwa keberadaan film pendek akan menjadi bagian yang berkelanjutan di dunia perfilman. Oleh karenanya, XRM berkomitmen untuk mendukung komunitas film lokal di Asia dan memperkenalkan mereka pada akses menuju audiens global.”


Sedangkan menurut ,Arcadiy Golubovich, CEO Argo: “Argo sangat senang bisa turut mendukung hadirnya Sundance Film Festival: Asia 2021 dan mendukung para pembuat film pendek. Kami yakin misi kami untuk mendemokrasi distribusi film dengan menghadirkan karya-karya terpilih terbaik untuk audiens global sejalan dengan dukungan yang diberikan bagi potensi-potensi dalam komunitas film pendek.”


Nah, menarik sekali ya ide di belakang penyelenggaraan festival film pendek ini. So, kau bisa segera bikin konsep ide film pendekmu dan ajak teammu untuk ikutan lmba film pendek. Siapa tahu kau adalah pemenangnya. 


Tuesday, May 18, 2021

/ /
Membiasakan Anak Membaca Buku

Assalammualaikum.Wr.Wb


Hai apa kabar sahabat Keluarga Nawra, semoga sehat semua yah. Tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik dan tertib. Selamat lebaran idul fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin ya semuanya.


Nah, bagaimana aktivitas di rumah, sudah kembali normalkah setelah liburan saat puasa hingga libur lebaran. Apalagi aktivitas anak-anak setelah liburan tentu saja sedikit-banyaknya mengalami perubahan yah. Terutama aktivitas belajar. Meski belajar daring, kegiatan belajar tetap harus dikondisikan dan tetap semangat.


Menjaga agar aktivitas belajar anak tetap berjalan lancer setelah liburan, tentulah bukan hal yang mudah bagi sebagian anak. Orang tua kadang dibuat pusing juga untuk mengatur ulang kembali aktivitas anak untuk belajar setelah liburan.


Namun, sebagai orang tua. Kita tidak boleh lelah apalagi menyerah memotivasi anak untuk tetap semangat belajar. Kapan saja dan dimana saja.




Pengalaman Kami Menjaga Ritme Anak Belajar


Sama halnya dengan para orang tua lainnya, saya juga tak kenal menyerah untuk memotivasi anak agar tetap semangat belajar. Menggunakan berbagai cara. Bahkan pernah juga emosi, hahaha. Apalagi kepada anak pertama. Maklum, baru belajar dan belum menemukan formulanya yang cocok.


Keluarga Nawra mempunya tiga orang anak, semuanya perempuan. Anak pertama usia 14 tahun, mau melanjutkan ke jenjang SLTA, anak kedua kelas dua Sekolah Dasar,anak ketiga lima tahun, baru akan masuk TK B.


Berdasarkan pengalaman dari anak pertama, hal yang membuat ritme belajar berubah salah satunya adalah kurang berinteraksi dengan buku. Biasanya kalo libur sekolah, otomatis interaksi dengan buku juga berkurang bahkan ditinggalkan sama sekali.


Jadi poin utamanya adalah meski libur sekolah interaksi anak dengan buku tidak boleh libur. Aktivitas dengan buku harus terus diupayakan berjalan terus, meski hanya dalam hitungan menit. Interaksi dengan buku ini tidak harus buku pelajaran sekolah. Buku apa saja asal berbentuk hardcopy. Buku yang sebenarnya.



Cara Kami Menjaga Interaksi Baik Antara Anak dan Buku


Beberapa cara sudah kami terapkan dengan anak, ada plus minusnya. Ada yang saya ujicobakan selama beberapa hari, saya evaluasi tidak efektif. Saya ganti metodenya. Lalu dievalusi kembali. Kondisi ini juga memantik kreativitas kami juga selaku orang tua.


Sampai akhirnya, cara ini yang kami terapkan di rumah dalam menjaga interaksi baik antara anak dan buku. Lumayan efektif dan dilakukan hingga sekarang. Di rumah kami sehari-hari. Anak-anak pun menikmatinya dengan baik, tanpa ada rasa beban.


Kami membuat aturan setelah shalat Magrib, dilanjutkan dengan membaca Al-Quran. Setelah itu membaca buku. Pada awalnya, anak-anak meminta waktu membaca buku sebelum tidur. Membaca bukunya sambal tiduran. 


Awal aturan ini dibuat, saya memberikan keleluasaan soal waktu membaca buku ini. Mau sebellum tidur, mau sambil tiduran, silakan saja. Asal tujuan tercapai yah, membaca buku.


Untuk anak pertama, diberi target membaca minimal 15-30 menit atau setengah jam. Untuk anak kedua membaca satu buku cerita, satu judul buku atau satu judul cerita jika buku itu kumpulan cerita. Sejenis kumpulan cerpen anak.


Anak ketiga karena belum lancar membaca huruf abjad, jadi ia membaca gambar. Membaca gambar itu begini, anak diminta untuk menerangkan kembali gambar yang dilihatnya pada buku yang dibacanya. Hal ini sesuai dengan daya pikir, imajinasi anaknya masing-masing.




Bagian ini seru juga, selain membantu motorik baca anak, melafalkan huruf dan kata dengan benar. Hal ini juga bisa melatih anak menghasilkan dan mengucapkan kosakata baru.


Jadi setiap hari, anak diminta untuk tetap membaca buku. Buku yang dibaca bukan buka pelajaran sekolah. Kalo akhir pecan, biasanya saya yang membacakan buku buat mereka atau mendongeng terutama untuk anak kedua dan ketiga. Sebab, jika akhir pekan mereka diperbolehkan tidur di kamar kami.


Akhirnya aktivitas membaca di rumah kami menjadi sebuah kebiasaan dan menjadi kebutuhan. Anak-anak sudah terpola bahkan menagih untuk baca buku. Termasuk kebutuhan untuk membeli buku baru, hehehe. 


Anak-anak senang jika diberi hadiah atau dibelikan buku baru, sebab sekarang tidak lagi minimal satu buku atau satu cerita. Kadang dalam satu waktu mereka bisa membaca 2-4 buku atau judul buku. Meski ada buku yang diulang-ulang terus karena mereka menyukai isi cerita bukunya.


Blogger Perempuan Lets Read Online Gathering

Memang satu hal yang juga saya jaga di rumah, saya dan suami juga termasuk yang interaksinya juga baik dengan buku. Jadi anak juga meniru dan melihat kebiasaan kami. Terutama pada saat mereka sedang membaca buku, kami juga mneyimak, mendampingi , mengawasi mereka. Bukan malah bermsin handphone, hehehe.


Jadi, ketika Blogger Perempuan mengajak zoom meeting dengan Lets Read yang membahas soal buku. Saya sangat senang sekali dan antusias.


Blogger Perempuan Lets Read Online Gathering kali ini mengangkat tema Buku : Bekal Anak Bertumbuh (live on zoom) yang dilaksanakan pada 11 Mei 2021 Yang akan menghadirkan  tim dari The Asia Foundation Indonesia. Elsa Agustin. Yang akan memperkenalkan tentang Lets Read dan The Asia Foundation serta Ibu Roosie Setiawan founder Reading Bugs. Ibu Roosie juga seorang penulis dan Penggagas Komunitas Read Aload


Mengenal Lets Read Indoneisa


Let's Read! adalah perpustakaan digital bukuceritaanak persembahan komunitas literasi dan The Asia Foundation.




Let's Read! diprakarsai oleh Books for Asia, yakni program literasi yang telah berlangsung sejak 1954. Program tersebut menerima U.S. Library of Congress Literacy Awards atas inovasi dalam promosi literasi pada Desember 2017.


Misi:

Membudayakan kegemaran membaca pada anak Indonesia sejak dini melalui:

1. Digitalisasi #ceritabergambar

2. Pengembangan cerita rakyat yang kaya kearifan lokal; dan

3. Penerjemahan buku cerita anak berkualitas terbitan dalam dan luar negeri ke dalam bahasa nasional dan ibu.


Ratusan koleksi ceritabergambar Let's Read! dapat dibaca, diunduh, disebarkan, dan diterjemahkan secara bebas melalui situs maupun aplikasi Android: bit.ly/letsreadapp.


Untuk info koleksi terbaru serta diskusi dan pelatihan terkait literasi, sila ikuti media sosial Let's Read! di Instagram dan Facebook dengan nama akun: @letsread.indonesia.

Jln. Barito II No. 41, Kebayoran Baru

Kota Administrasi Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Telepon +622172786557

Website https://bit.ly/LetsReadID




Komunitas Read Aload


Di Indonesia perkembangan Read Aloud tentu tak bisa lepas dari sosok ini. Roosie Setiawan (63), kini dikenal sebagai pakar read aloud. Ia adalah penerjemah buku 'The Read-Aloud Handbook' karya Jim Trelease, pendiri komunitas Reading Bugs, Satgas Literasi Sekolah dan juga menulis buku 'Membacakan Nyaring'.


Ketika membaca buku itu, seperti membaca pengalamannya sendiri membacakan buku pada anak-anaknya. "Awalnya, mau mendongeng untuk kedua anak saya. Tetapi karena saya ibu bekerja, dongeng yang saya dongengkan kemarin, hari ini saya sudah lupa dan anak-anak saya protes. Akhirnya saya memutuskan tidak mendongeng tetapi membeli buku dan membacakannya. 




Tahapan Read Aloud 


Sebelum memulai read aloud para orang tua harus memastikan buku yang akan dibacakan sesuai dengan tahap kembang usia anak. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena ini akan mempengaruhi ketertarikan anak terhadap buku dan juga keoptimalan informasi yang bisa terserap.


Setelah menentukan buku yang dibaca, pelajari isinya sebelum menyampaikannya kepada anak. Berlatihlah dengan suara, intonasi, ekspresi, dan gerakan tubuh yang bisa menarik perhatian anak. 


Saat membaca nyaring mulailah dengan percakapan pembuka dan tunjukkan kepada anak tentang buku cerita yang akan dibaca. Berikan informasi singkat mengenai sampul buku yang berisi gambar sampul, pengarang, dan juga ilustrator buku. Setelah itu mulai dengan menyusuri ilustrasi dan membaca nyaring dengan semenarik mungkin. 




Agar anak tetap fokus pada cerita, buatlah interaksi singkat di tengah-tengah kegiatan membacakan nyaring. Buatlah anak-anak bertanya tentang isi cerita. Seandainya anak tidak mengajukan pertanyaan, berikanlah pertanyaan kepada mereka dan bantu mereka untuk mengungkapkan pikiran atau gagasan mereka tentang cerita yang sudah dibacakan atau menceritakan kembali isi cerita yang sudah dibacakan.  


Ada tiga tahapan posisi yang sebaiknya dipraktekkan para orangtua yang membacakan cerita untuk anaknya. Pertama, posisi memangku si anak. Ini berlaku untuk anak yang belum mampu duduk sendiri. "Usahakan buku juga terlihat oleh si anak dan ketika orangtua mengucapkan kata yang ada di buku, ia wajib menunjuk kata-kata yang diucapkan. Ini supaya anak tahu bentuk kata yang diucapkan ayah atau ibunya." 


Kedua, anak masih dipangku orangtua, namun dibiarkan memegang buku yang sedang dibacakan tersebut. Tahap ketiga, saat anak sudah beranjak besar, "Biarkan dia duduk di samping orangtuanya." 


Menurut Rossie, posisi duduk menempel seperti itu (skin to skin), dapat mendekatkan hubungan anak dan orangtua menjadi lebih intim. 


Selain itu, "Secara emosional, si anak juga akan merasa dirinya spesial karena orangtuanya mau membacakan buku untuknya." Rossie yakin, read aloud sangat mungkin dilakukan siapa saja. 


"Modalnya, toh, hanya orangtua, anak, dan buku." Selain sederhana dan gratis, read aloud juga sangat efektif karena setiap orang bisa langsung merasakan hasilnya. "Pada akhirnya, orangtua akan sangat bersyukur karena memiliki peranan besar dalam kesuksesan si anak."




Saturday, May 8, 2021

/ /
 Prinsip Pendidikan SMA Pintar Lazuardi

Assalammualaikum.Wr.Wb

Halo sahabat Keluarga Nawra, apa kabarnya. Semoga sehat selalu ya semuanya. Tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan dengan tertib.


Kali ini keluarga Nawra mau bercerita mengenai keseruan ikut zoom meeting bersama SMA Pintar Lazuardi, pekan lalu. Dengan para pemateri yang super inspiratif dan tentu saja sangat berpengalaman di bidang pendidikan.


sma lazuardi


Para peserta yang ikutan, jadi berasa sedang ikutan training motivasi mengenai pendidikan , khususnya tentang tumbuh kembang anak. sangat interaktif karena melibatkan peserta zoom dengan aktif .Seru sekali, waktu dua jam berasa hanya sebentar saja. 


Peserta kegiatan ini semuanya adalah orang tua yang memiliki anak usia sekolah yang aktif. Paparan para pemateri membuka wawasan orang tua da menambah pengetahuan mengenai dunia anak, pendidikan anak dan tentunya harapan terhadap anak melalui pendidikan yang mereka dapatkan.


Tentu saja kita ingin mempunyai anak yang sehat, pintar dan bermanfaat, sukses di masa depan, mempunyai iman yang kuat, punya jiwa sosial dan banyak hal postif lainnya yang kita inginkan dari anak.


Salah satu cara untuk bisa mewujudkan itu semua adalah melalui pendidikan formal. Namun, dengan kondisi pandemi yang kemungkinan akan tetap berlanjut di tahun mendatang. 


Tentu saja orang tua akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan hal tersebut. Meski metode pendidikan tetap berlangsung secara daring. Mengikuti pembelajaran daring, tentu saja akan berbeda dengan belajar secara tatap muka. Anak tentu saja butuh waktu untuk penyesuaian.


Selain itu, kelas daring juga harus dibuat semenarikdan se interaktif mungkin agar anak bisa tetap belajar seperti biasanya saat tatap muka. 




Nah, pada poin ini. Tidak semua guru, tidak semua sekolah bisa atau mampu melakukan hal ini. Apalagi mengembangkannya menajdi sebuah pembelajaran daring yang menarik. Bahkan ditunggu-tunggu oleh anak.


Adakah sekolah yang sudah mengembangkan metode tersebut? Salah satu sekolah yang mulai mengembangkan dan  mulai fokus dengan belajar online ini adalah SMA Pintar Lazuardi.

 

Mungkin ada sahabat keluarga Nawra yang belum paham mengenai apa itu SMA Pintar Lazuardi. Nah, kali ini saya akan membahas mengenai hal itu. Terutama yang menjadi prinsip pendidikan dari SMA Pintar Lazurdi.


Enam Prinsip Pendidikan SMA Pintar Lazuardi


Dalam paparannya, Kepala SMA Pintar Lazuardi, Ibu Sonya Sinyanyuri mengemukakan prinsip pendidikan di SMA Pintar Lazuardi adalah:


1. Pengembangan Karakter, melalui program Gen Z action dan penanaman nilai-nilai kepedulian (Compassionate Program).

2. Growth Mindset Approach (Pola Pikir Bertumbuh), proses belajar senantiasa mendorong anak-anak para untuk aktif bertanya, praktik langsung, dan berani mencoba dengan dukungan terus menerus dari para Guru agar proses berpikir dapat terus bertumbuh.

3. Siswa memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu belajar, materi yang ingin dipelajari terlebih dahulu, sehingga setiap Siswa memiliki perjalanan proses belajar yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

4. Mengutamakan interaksi yang kuat antar Siswa dan Guru dengan community feedback system dan ruang diskusi yang terintegrasi dalam LMS.

5. Berorientasi masa depan dengan memberikan layanan program pendampingan bimbingan karir dan personalized program.

6. Membekali pengembangan keterampilan Abad 21, yang mencakup 7C : creativity, critical thinking, collaboration, communication, confidence, dan computational thinking.




SMA PINTAR LAZUARDI-BLENDED LEARNING HIGH SCHOOL 


Bapak Setiyo Iswoyo selaku Direktur SMA Pintar Lazuardi menyampaikan bahwa proses belajar di SMA Pintar Lazuardi menggunakan  konsep Blended Learning. Konsep ini mengabungkan metode pembelajaran online dan tatap muka. Pada saat pembelajaran online, para Siswa akan dibantu dengan LMS (Learning Management System) yang diberi nama Pintar (Pedagogycal Intelligence Architecture).


Kegiatan tatap muka akan dilakukan seminggu sekali di sekolah home based. Kegiatan tatap muka difokuskan untuk:

Pengembangan karakter

Pengembangan keterampilan sosial

Perwalian (coaching, mentoring, dan bimbingan karir)

Untuk bimbingan karir juga disediakan program-program pilihan yang mencakup:

- Motion Graphics

- Graphic Design

- Digital Comic

- Photography

- Music Techno

- Public Speaking

- Digital Marketing


Kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran online. Untuk para Siswa yang berasal dari wilayah   yang   belum   tersedia  sekolah home based, kegiatan tatap muka akan digantikan dengan program pengayaan dan coaching yang dilakukan secara online.




LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS)


Untuk mendukung kegiatan pembelajaran, dibangun sebuah Learning Management System (LMS), yang diberi nama PINTAR (Pedagogical Intelligence Architecture). Ini tidak sebatas platform belajar online, namun merupakan aplikasi belajar online yang tetap memperhatikan esensi pembelajaran, yaitu keterikatan antara Siswa dengan proses pembelajaran, interaksi antar Siswa dan Guru. 


Dilengkapi juga dengan fitur-fitur yang memungkinkan Siswa belajar mandiri dan terpantau aktivitasnya. 


Aplikasi canggih ini dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Bahkan orang tua juga dilibatkan untuk bersama-sama Guru, memantau dan memberikan dukungan kepada putra-putri tercinta.


Nah, jika orang tua berkeinginan untuk mendaftarkan putra-putrinya, bisa mengunjungi secara online SMA Pintar Lazuardi di link ini https://smapintarlazuardi.id/  atau bisa berkunjung langsung ke sekolahnya


- SMA Lazuardi Global Compassionate School (GCS)-Depok,

- SMA Lazuardi Ideal GCS-Purwakarta,

- Sekolah Lazuardi Kamila GCS-Solo,

- Sekolah Lazuardi Haura GCS-Lampung,

- Sekolah Lazuardi Athaillah GCS-Makassar,

- SMA Hellomotion Tangerang Selatan





Powered by Blogger.