Menu

Monday, September 17, 2018

/
Assalammualaikum. Wr. Wb

Hai, sahabat keluarga Nawra, alhamdulillah tahun ini kakak Nawra udh tamat SD. Sekarang udah jadi anak SMP. Kakak Nawra melanjutkan ke pondok pesantren nih. Bulan September ini, artinya udh hampir tiga bulan si kakak di pondok. Nah, awal bulan ini pas kami pindahan rumah. Si kakak ijin dri pondok. Waktu keluar itu juga dimanfaatkan untuk sekalian cap tiga jari. Kebetulan ada informasi dari sekolah. Bahwa Ijazah sudah bisa dicap tiga jari.


Saya pun mengantar dan menemani kakak untuk cap tiga jari di sekolah. Ternyata cap tiga jari dilakukan di ruangan perpustakaan. Di sana sudah menunggu ustad dan ustadzahnya si Nawra. 


Nawra sempat bertanya kenapa cap tiga jari itu menggunakan tangan kiri, bukan tangan kanan. Jadi memang cap tiga jari ini mungkin hanya ada di Indonesia, hehehe.

Dimana pada ijazah kita diminta untuk memberikan tanda sidik jari kita, dalam bentuk cap tiga jari. Dengan menggunakan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis yang disatukan. Lalu dicelupkan ke dalam tinta, lalu ditempelkan ke kertas ijazah. Posisinya di atas atau mengenai sedikit pas foto yang ditempelkan di ijazah.

Proses cap tiga jari ini tidak lama, hanya butuh waktu beberapa menit saja. Biasanya yang lama adalah proses antre untuk cap tiga jari. 

Setelah cap tiga jari, biasanya pengambilan ijzahnya atau fotokopinya nanti yang agak lama. Bisa sekitar satu minggu atau dua minggu kemudian, bahkan lebih.

Belajar tanda tangan serah terima berkas yang udah diterima 

Lalu, kenapa Cap Tiga jari itu menggunakan tangan kiri, bukan tangan kanan.

Jadi sebagian besar atau mayoritas orang Indonesia bekerja dengan menggunakan tangan kanan sehingga tangan kanan kemungkinan lebih beresiko dalam bekerja. Potensi kecelakaan juga lebih besar. Termasuk juga akan mengalami perubahan bentuk. Oleh karena itu menggunakan tangan kiri.

Cap tiga jari ini dimulai untuk ijazah SD sampai perguruan tinggi sedangkan TK atau PAUD tidak menggunakan cap tiga jari.

Jadi ini adalah pengalaman pertama bagi kakak Nawra melakukan cap tiga jari. Awalnya nawra juga sempat bingung, namun setelah dieduaksi dan dijelaskan oleh gurunya. Dia mulai paham dan ga bingung lagi. Nawra mengikuti dengan seksama semua arahan gurunya. Dengan adanya cap tiga jari ini, Nawra jadi main lagi ke sekolah. Memang jauh juga jaraknya sejak kelulusan, udah mau lebih tiga bulan. 
Ijazah emang belum dapat, tapi dapat yamg lainnya 

Ajang cap tiga jari ini juga jadi sarana silaturahim kakak dengan sekolahnya SDIT IQRA 2 Kota Bengkulu yang beralamat di jalan Merawan, Kebun Tebeng. 

Kesempatan ini juga dimanfaatkan oelh pihak sekolah untuk membagikan foto dan video perpisahan. Nawra mendapatkan dua foto, satu foto yang sudah dibingkai. Satu lagi foto yang belum dibingkai serta satu buah video lengkap acara perpisahannya.  

Salam, 
Keluarga Nawra
2 comments

Aku juga baru tau kenapa pakai tangan kiri. . Haha
Thanks for sharingnya, mba Milda

Reply

Wah baru tahu saya. Pertanyaan Kakak Nawra menunjukkan bahwa dia adalah anak yang kritis. Semoga sukses di Pesantren dan ilmunya bermanfaat.

Reply

Terima kasih sudah berkunjung di blog keluarga Nawra. lain waktu datang lagi ya

Powered by Blogger.