Menu

Keluarga Nawra

Sunday, September 13, 2020

Ayo, Ikutan Lomba Esai Online Nasional Berhadiah Laptop

/ / 0 Comments
Ayo, Ikutan Lomba Esai Online Nasional Berhadiah Laptop

 LOMBA ESAI ONLINE NASIONAL BERHADIAH LAPTOP 



Jurusan Sosiologi Universitas Bengkulu mempersembahkan Lomba Esai Nasional Online Tingkat Mahasiswa Tahun 2020


TEMA: Kontribusi Civitas Akademi dalam Upaya Penanggulangan Pandemi COVID 19 


 Sub Tema: 

⏺️ Kesehatan

⏺️ Teknologi

⏺️ Sosial Budaya 

⏺️ Hukum dan Politik

⏺️ Lingkungan

⏺️ Ekonomi

⏺️ Pendidikan


🔎 Formulir Pendaftaran Esai Online Nasional :

https://bit.ly/ESAIJURSOS2020


🔎 Buku Panduan Esai  Online Nasional : https://bit.ly/BUKUPANDUANESAIJURSOS2020


🎗️Seluruh peserta yang mendaftar dan mengumpulkan karya akan mendapatkan E-sertifikat


📲Contact Person: 

Okta:  (telp/WA  085268956151) 

Sartika:  (telp/WA 082282732998) 

Annisa:  (telp/WA 0822-2502-3383)


📱More Information: 

FB:  jurusan sosiologi UNIB

IG:  @jurusansosiologiunib

YouTube: sosiologi FISIP UNIB

Email : lombaesaijursos@gmail.com


#sosiologifisipunib

#unib

#fisipunib

#lombaesai

#esaijursos

#himasos

#lombamahasiswa

#lombamenulis

#bengkulu #bloggerbengkulu

Sunday, August 2, 2020

Hari Raya Idul Adha 1441/2020 , Annasya Tunaikan Qurban Pertamanya

/ / 0 Comments
Hari Raya Idul Adha 1441/2020 , Annasya Tunaikan Qurban Pertamanya

 Assalammualaikum. Wr.Wb


Apa Kabar sahabat Keluarga Nawra, alahamdulillah tahun ini, Adek Annasya menunaikan ibadah qurban pertamanya. Saat ini Annasya berusia empat tahun. Lokasi kurban tahun ini di Mushollah Al Amin dengan rumah orang tua saya. Nenek dan kakeknya anak-anak Keluarga Nawra.


Berikut dibagikan foto kegiatan ibadah kurban tersebut, yang tetap dilaksanakan meski di tengah pandemi korona. Ibadah kurban ini dilakukan pada tanggal 31 Juli 2020. 


Sebelumnya jauh sebelum lebaran saya sudah membelikan Athifah dan Annasya baju seragam dengan gambar sapi. 



Usia Athfah 8 tahun sedangkan Annasya empat tahun, alhamdulillah beberapa kali beli baju seragam , selalu ada nomer baju mereka berdua.


Karena lebaran idul Adha ini jatuh saat pandemi, jadi kai semua tetap patuhi protokol kesehatan untuk pakai masker.


 



SapiIni sapi sebelum jadwal sapinya si Annasya


Panitia Kurban salahsatunya Uwak Annasya sendiri, yang biasa anak-anak sapa Ayah Andi. Beliau adalah Kakak keempat Meme Nawra




Selain panitian bapak-bapak, juga ada panitia ibu-ibu yang siap masak dan menyediakan aneka camilan



Mereka mneyiapkan makanan da minuman untuk panitia



Mkanan yang dimasak menggunakan bahan sapi juga selain menu lainnya


Panitia untuk setiap sapi sudah ditentukan untuk pemeliharaan, saat pemotongan dan juga saat dibersihkan. Untuk panitia yang menimbang, beda lagi.



Alhadulillah, tahun ini ada juga Kambing, dua ekor dan Sapi ada 5 ekor. 


Panitia adalah orang-orang  yang berada di sekitar Mushallah Al Amin atau di sekitar kelurahan Tengah Padang, terutama RT 25 dan RT 15. Serta ibu-ibu anggota Arisan Mandiri


Kerja tim yang kompak dan saling memudahkan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat


Untuk pembagian kurbannya diberikan kepada yang berhak, selain yang berada di sekitar kelurahan Tengah Padang dan sekitarnya Namun, ada banyak juga yang dibagikan kepada yang lainnya.

Tiba giliran Sapi Annasya dipotong




Dedek Nasya, di gendong Cik Sum ( kakak keempat Meme Nawra)


Semoga di tahun depan Keluarga Nawra bisa berkurban kembali, kali ini mungkin nama yang berkurban Kanga Athifah atau Abah Sholihin.



Monday, July 20, 2020

Beberapa Manfaat Menggunakan Layanan Paliatif Onkologi di Rumah

/ / 0 Comments
Beberapa Manfaat Menggunakan Layanan Paliatif Onkologi di Rumah
Beberapa Manfaat Menggunakan Layanan Paliatif Onkologi di Rumah

Bagi seseorang yang divonis menderita penyakit kronis dan memang sudah sangat jauh dari kesembuhan, bukan berarti harus menyerah begitu saja akan takdirnya tersebut. Karena tetap harus menjalani pengobatan agar nantinya kualitas hidup mereka juga tetap meningkat. 

Salah satu di antaranya adalah penyakit kanker, memang sudah bukan rahasia lagi jika seandainya kanker ini menjadi salah satu momok yang begitu menakutkan. Penyakit yang memang sudah menelan banyak korban ini semakin lama semakin banyak diderita oleh masyarakat, apalagi dengan latar belakang gaya hidup tidak sehat. Berbagai bentuk pengobatan dilakukan, termasuk diantaranya adalah dengan layanan paliatif onkologi di rumah.
 

Banyak mungkin yang asing dengan bentuk pengobatan yang satu ini. Perawatan paliatif ini sendiri pada dasarnya memiliki tujuan yang agak berbeda dibandingkan dengan jenis perawatan yang lainnya, karena bukan sekedar kesembuhan secara fisik, melainkan juga mental dari penderitanya. Banyak sekali memang kasus dimana seorang pasien penyakit kronis yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya atau mengalami depresi karena penyakit tersebut tak kunjung sembuh. Hal ini tentunya bukan sesuatu yang baik untuk dilakukan.

Depresi ini sendiri juga sangatlah rawan membuat kondisi kesehatan semakin memburuk. Adanya perawatan paliatif onkologi  ini nyatanya memberikan banyak sekali manfaat, diantaranya adalah:

Mengurangi gangguan fisik penderitanya, nafsu makan yang menurun, sering mengalami rasa sakit perut, susah tidur dan sejenisnya memang termasuk kondisi yang cukup sering dialami oleh pasien dari kanker, apalagi yang sudah ada di stadium akhir. Setidaknya dengan adanya perawatan yang satu ini akan membantu untuk mengurangi gangguan secara fisik yang dirasakan oleh pasien. Akan tahu bagaimana teknik atau metode-metode terbaik untuk mengatasi gejala-gejala tersebut.


Mencegah gangguan emosi dan juga sosial, kondisi yang nyatanya paling sering terjadi ketika terkena penyakit kronis adalah gangguan secara emosional, depresi dan stres adalah hal yang kerap dirasakan oleh pasiennya. Dengan adanya konseling atau perawatan paliatif ini paling tidak akan sedikit meringankan beban yang diterima tersebut. Membuat Anda nantinya juga akan jauh lebih tenang dan mengurangi gangguan emosi dan juga sosial.

Mengatasi dampak secara finansial, biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani pengobatan penyakit kronis ini memang tidak bisa dikatakan kecil, melainkan cukup besar apalagi sifatnya juga berkelanjutan. Jadi hal ini nantinya juga akan memperburuk kondisi keuangan, apalagi jika seandainya Anda juga sudah tidak lagi bekerja. Seorang tenaga paliatif ini nantinya juga akan memberikan konseling terkait dengan keuangan tersebut agar tidak semakin memburuk.


Masalah spiritual, orang-orang yang sudah terserang penyakit berbahaya, tak jarang di antaranya yang akan mencari kedamaian dan juga ketenangan, sehingga beribadah juga lebih giat. Nantinya tim perawat juga akan membantu untuk menemukan kedamaian tersebut, umumnya juga dengan melibatkan tokoh dari masing-masing pemuka agama yang sudah dipercayai untuk memberikan motivasi kepada penderitanya.

Ada banyak sekali bukan manfaat yang dirasakan, meskipun penyakit kanker yang diderita sudah kronis, namun sebenarnya tidak menutup kemungkinan untuk sembuh. Meskipun prosentasenya juga sangat kecil. Pastikan juga bahwa kualitas hidup Anda juga tetap baik dalam kondisi semacam ini dengan perawatan paliatif tersebut. Layanan paliatif onkologi di rumah ini sekarang juga sudah semakin banyak. Salah satu diantaranya adalah bisa Anda temukan lewat Aido Health, langsung cari tenaga perawat terbaiknya di sana.



Sumber gambar Unsplash

Thursday, July 2, 2020

Tomyan Kaldu Kepiting

/ / 15 Comments
Tomyan Kaldu Kepiting
Tomyan Kaldu Kepiting 


Assalammualaikum.Wr.Wb
Hai, apa kabar sahabat Keluarga Nawra. During the pandemic, pasti banyak yang stay at home dan nyoba jadi pejuang masak atau pejuang dapur. 

Yah, nyobain aneka resep atau bahkan membuat kreasi baru dari sebuah resep. Ngubek-ubek resp juga bisa. Pokoknya, ada aja deh yang dikerjakan di dapur. Sebagian teman-teman bilang. Selama #DirumahAja lebih sering memasak.

Kalo kamu bagaimana? Sering masak jugakah selama di rumah saja?

Nah, kali ini karena di kota Bengkulu harga kepiting sedang murah. Hanya seharga sepuluh ribuan saja perkilonya. Lalu harga baawang putih yang hanya sekitar tiga belas hingga lima belas ribu rupiah perkilonya. Lalu harga cabe merah, terakhir saya beli diharga dua belas ribu rupiah.

Bagaimana? Murah ya! Ditempatmu bagaimana? Berapa harga ketiga produk yang saya sebutkan tadi.


Tomyan Kaldu Kepiting

Jadi kali ini saya ingin masak ala-ala Tomyan gitu deh, meski ini resep ada juga utak-atiknya. Tidaklah mirip seratus persen dengan resep sebenarnya. Sebab anak-anak saya tidak suka kalo makan makanan yang banyak menggunakan bumbu.

Pilihan masak Tomyan, selain Keluarga Nawr menyukai kuliner berkuah kebetulan saya juga sedang diet santan. Jadi lebih sering masak dengan kuah bening. Tapi bosan juga kan kalo makan  menu dengan kuah bening. Jadi kali ini saya ingin membuat yang berwarna tapi tetap enak.

Bahan-Bahan

Untuk bahan isian Tomyan, bisa beli yang sudah jadi seperti Midea  atau Suki. Tapi saya juga suka menambahkan Tahu Goreng atau Tahu Putih yang sudah direbus terlebih dahulu. Tahunya dipotong kotak-kotak, dengan ukuran kira-kira 1-2 cm.

Siapkan bahan berikut ini 

- Bahan isian Tomyan
- Daun sawi atau Pokcoy secukupnya
- Irisan kecil-kecil 5 siung bawang putih
- Cabe merah giling
- 2 sendok sambal instant atau botol
- Lada satu sendok teh
- Minyak goreng secukupnya
- Garam dan penyedap
- Daun salam, jeruk dan serai

Bahan untuk kuah

- 1500 ml air
- Daun salam, jeruk dan serai
- Beberapa ekor kepiting 3-4 ekor


Cara Memasak

Pertama

Tumis irisan bawang putih dengan minyak goreng sesuai selera. Masukan cabe dan sambal botol. Aduk hingga merata. Lalu setelah itu masukan daun salam, daun  jeruk dan serai.

Kedua

Setelah tercium wangi bumbu-bumbunya, lalu masukan  kepiting. Setelah itu tambahkan  air. Aduk hingga merata. 

Ketiga

Masukan semua isian Tomyan yang telah kita persiapkan tadi. Aduk kembali pelan-pelan. Kemudian masukan juga sayuran yang telah dipotong-potong.

Keempat

Ciciplah kuahnya, lalu masukan garam, penyedap, lada  sesuai selera . Aduk pelan-pelan hingga bumbu merata dan terasa makyus. Cicip juga sayurannya, pakah sudah cukup matang.

Kelima

Sajikan selagi hangat , dan nikmatilah bersama dengan keluarga sembali ngobrol atau hanya sekedar menonton televisi.


Pengalaman penting saya!

Jadi sudah beberapa kali saya membuat menu ini. Dengan resep yang sama, dan rasanya pun tidak berubah. Tetap sama dan enak, laku keras bagi Keluarga Nawra.

Namun, pernah suatu ketika, kebetulan sambal botol saya habis. Jadi waktu itu masaknya tanpa menggunakan sambal botol. Hasil kuahnya jadi tidak terlalu lezat dibandingkan dengan  jika menggunakan sambal botol. Jadi sambal botol ini sangat penting disediakan atau digunakan saat masak menu ini. Sambal botol ini bisa juga diganti dengan sambal instant yang dalam kemasan sachet. Seperti yang sering kita dapatkan jika membeli ayam goreng.

Oke deh, selamat mencoba semoga harimu menyenangkan dan selalu berbahagia. Makanlah makanan sehat denag variasi menu dan cara masak yang akan selalu ingin kamu ulang berulang kali

Salam Sehat
Keluarga Nawra

Friday, June 19, 2020

Berapa Biaya Rapid Test Secara Mandiri

/ / 24 Comments
Berapa Biaya Rapid Test Secara Mandiri
Berapa Biaya Rapid Test

Assalammualaikum.Wr.Wb

Apa kabar Sahabat Keluarga Nawra, sekarang  kita sudah masuk tahapan kehidupan yang baru. Kebiasaan baru yang harus kita galakkan setiap hari, kapan saja dan dimana saja. Setidaknya ada beberapa, seperti selalu mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Kemana-mana selalu menggunakan masker untuk sebagian orang merupakan hal yang sulit juga untuk diterapkan. Banyak orang yang menggunakan masker bukan untuk menutupi hidung.

Lalu kebiasaan untuk jaga jarak, sepertinya di era New Normal ini sedikit bablas, banyak orang yang seolah lupa untuk menghindari kerumunan. Jadi di sebagian tempat . Masih banyak kita temui tumpukan orang. Misalnya di pasar, mall dan tempat makan.

Jika begini kondisinya, seperti yang kita ketahui. Setiap hari selalu saja ada peningkatan jumlah kasus positif Covid 19. Sebarannya juga semakin meluas, hingga ke mana-mana. Entah siapa yang mmebawa atau terkena sehingga setiap haru selalu muncul kasus baru.

Tempat wisata mulai dibuka di era New Normal

Melihat kondisi ini, tentu saja kita tidak bisa mengontrol dan mengendalikan banyak orang sehingga kita harus tetap fokus dan waspada dimulai dari diri kita sendiri , lalu keluarga serta kerabat. Baru teman dekat, kita ajak dan ingatkan mereka untuk tetap waspada dan selalu mengikuti protokol kesehatan secara baik dan benar.

Lalu, jika sudah merasa ikut terpapar atau merasa terkena virusnya. Kita juga bisa melakukan Rapid Test secara mandiri. Tidak perlu menunggu Rapid Test masal yang dilakukan oleh pemerintah , instansi atau komunitas tertentu.
kita bisa melukan Rapid Test secara mandiri.   

Proses Rapid Test yang Akan Kita Lalui

1. Tahap Screening
Hal umum  yang akan ditanyakan pada proses ini adalah teang gejala apa yang sedang dialami sampai seperti apa riwayat perjalanan yang sudah dilakukan,  apakah pernah berinteraksi dengan pasien COVID-19 sebelumnya.

2. Tahap Medical Check Up
Selanjutnya akan dilakukan cek darah. Untuk mendeteksi mengenai masalah kesehatan pasien. Seperti mendeteksi kanker, resiko penyakit jantung, fungsi hati dan ginjal, serta kadar glukosa.

Kemudian dilakukan rontgen dada atau rontgen thorax pada paru-paru. Sehingga rontgen ini akan membantu tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit bagi pasien yang memiliki indikasi penyakit Covid-19 seperti sesak napas, batuk terus menerus, demam, nyeri sampai cedera dada.

3. Tahapan Menunggu Hasil Pemeriksaan
Hasil tes ini akan diketahui 1-2 jam setelahnya dan akan menunjukkan apakah pasien benar Suspect Corona ataukah tidak.  

Jika hasil tes menunjukkan pasien sebagai Suspect Corona maka pasien akan diminta untuk melakukan tes virus Corona atau tes Swab oleh dokter atau tenaga medis yang menangani.

4. Tahap Pembayaran
Bagi pasien yang tidak dinyatakan suspect corona. Biayanya terbilang cukup mahal. Rata-rata biaya penanganan yang tidak sampai pada tes virus Corona COVID-19 dipatok dengan harga mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 700 ribu.
Proses Pasien Suspect Corona.

Kita Bisa Lakukan Rapid Test Secara Mndiri 

Jika dokter merekomendasikan untuk melakukan tes Virus Corona COVID-19 lebih lanjut, maka pasien suspect corona akan melalui beberapa tahapan lagi.

5. Ruang Isolasi
Setelah pasien dinyatakan Suspect Corona maka ia akan dipindahkan ke ruang isolasi. Jika kamar penuh, maka pasien diminta untuk menunggu terlebih dahulu di ruang dekontaminasi, sampai kamar isolasi rawat inap kosong atau pasien akan dipindah ke rumah sakit rujukan lain yang bersedia menerima.

6. Tes Virus Corona COVID-19 atau Tes Swab
Kemudian tes virus Corona atau tes Swab, tes ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan sel pada hidung atau tenggorokan. Selanjutnya rumah sakit rujukan ini akan mengirimkan spesimen ke 17 laboratorium yang sudah ditunjuk oleh pemerintah. Normalnya hasil tes virus Corona atau tes Swab ini membutuhkan waktu kurang lebih 3 sampai 4 hari.

7. Tahap Pembayaran
Biaya dikeluarkan jika melakukan tes secara mandiri di rumah sakit.Rata-rata akan diminta untuk membayar dengan biaya total Rp 1,5 juta untuk pasien yang melakukan tahapan test dari awal hingga diketahui suspect corona

Dimana Bisa Rapid Test Mandiri

Ada banyak rumah sakit yang bisa melakukan test secara mandiri. Kita bjuga bisa mencari informasi tersebut melalui aplikasi Halodoc, silakan didonlot dulu aplikasinya. Sehingga kita akan bisa akses informasinya dengan sangat mudah hanya melalui handphone saja. 

Dengan aplikasi Halodoc ini kita bisa 

Bicara Dengan Dokter

Bicarakan kondisi kesehatan kamu dengan menghubungi dokter berpengalaman dan terpercaya secara gratis! Kamu bisa memilih berbagai metode komunikasi seperti Chat dan Voice/Video Call dari smartphone kapan saja, di mana saja! 


Selain itu kita juga bisa mendapatkan informasi dan berkonsultasi mengenai  seputar Covid 19 termasuk untuk mengetahui informasi seputar Covid Test. Termasuk mengenai biaya yang harus kita keluarkan untuk melakukan Rapid Test tersebut.

Beli Obat

Tinggalkan cara lama belanja kebutuhan medis! Kini kamu bisa Beli Obat atau kebutuhan medis lain lebih cepat, aman & nyaman. Enggak perlu ribet untuk antre atau bahkan terjebak macet. Obat dan kebutuhan kesehatan kamu akan langsung diantar ke tujuan.

Pemeriksaan Laboratorium

Praktis dan aman, kini kamu bisa melakukan Pemeriksaan Laboratorium di rumah! Pilih paket pemeriksaan yang kamu butuhkan, kemudian tentukan tanggal dan staf kami akan langsung datang ke lokasi kamu.

Perlindungan Kesehatan

Akses asuransi dan benefit karyawan anda langsung dari aplikasi halodoc. Daftar dan hubungkan perlindungan kesehatan anda sekarang untuk mempermudah akses kesehatan anda. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan AXA Mandiri, Cigna, Allianz, FWD, Medicilin, Bumiputra, Intiland, Ultrasakti, dan banyak lagi yang akan bergabung!

Gedung Halodoc

Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav 32-33, RW.7, Kuningan, Karet Kuningan, Setia Budi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta - 12920.+6285574677403
email : help@halodoc.com

Wednesday, June 17, 2020

Selamat Ulang Tahun Ke Tujuh Athifah Shidqi Khalilah

/ / 0 Comments
Selamat Ulang Tahun Ke Tujuh Athifah Shidqi Khalilah
Assalammualaikum.Wr.Wb

Apa kabar Sahabat Keluarga Nawra, semoga selalu dalam lindungan ALLAH SWT ya dimana pun berada. Semoga terlindungi juga oleh covid 19 ini dan semoga pandemi ini segera berakhir.

Kali ini Keluarga Nawra, bahagia sekali menki #DiRumahSaja menjalankan banyak aktivitas di rumah bersama keluarga. Terutama banyak waktu bersama anak, melakukan banyak hal secara bersama-sama.

Ada yang membuat lebih bahagia sekaligus juga membuat sedih, pasalnya hari Rabu, 17 Juni 2020 ini adalah hari kelahiran anak kedua kami, si Athifah Shidqi Khalilah.

Ulang tahun di tengan pandemi tentu saja akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu ada sesi jalan dan makan di luar. Maka ulang tahun kali ini cukup bersama keluarga dan di rumah saja.

Athifah dan Annasya

Athifah juga tidak bisa bertemu dan memberitahu teman-teman sekolahnya, jika hari ini ia sedang berulang tahun. Mungkin Athifah juga lupa sudah berapa lama ia tidak pergi ke sekolah, tidak bertemu dengan guru dan bertegur sapa dengan teman-temannya.

Kue Ulang Tahun Athifah

Saya melirik ja di layar komputer kantor, sudah bergerak menuju angka satu siang. Saya menunggu suami menjemput untuk membeli kue ulang tahun Athifah. Tentu saja saya menunggu dengan gelisah sebab ja setengah tiga, minimal saya sudah berada di kantor lagi. Saya mencoba mnelpon beberapa kali, tidak di respon. Saya berpikiran bahwa Abah Nawra sedang di jalan sehingga tidak bisa angkat telepon.

Tiba Menjemput Saya Yang Cemberut

Kebetulan saya keluar halaman kantor, bosan saya menunggu di dalam. Tak lama terdengar suara teman-teman saya berteriak, kalo ada suami saya yang datang menjemput.

Dengan muka cemberut saya menyapanya, dengan sedikit omelan. Saya segera memutuskan akan menuju kemana, biar cepat.

Jadi setelah membeli kue ulang tahun, kami akan mampir ke restoran cepat saji untuk membeli ayam. Untuk kado ,besok atau lusa saja diberikannya. Sebab tidak ada waktu lagi.

Ternyata di toko kue, tidak begitu banyak pilihan model kue ulang tahun, apalagi dengan karakter anak. Agak lama saya memutuskan untuk membeli kue yang mana. Akhirnya karena saya ingat Athifah suka kue dengan hiasan buah cery dan coklat yang banyak. Saya pun memilih berdasarkan feeling, bahwa kue ini akan disukai Athifah.

Athifah yang tidak pakai topi, di hari pertama ia sekolah
Usai membeli kue tart, kami segera membeli ayam goreng tepung lengkap dengan nasi dan minumannya. Kami tahu, mereka bertiga (kakak Nawra dan adek Nasya) akan menyukainya. Mereka akan menghabiskan jatah makan siang hari ini.

Tiba di Rumah Dengan Kondisi Terburu-buru

Athifah anak yang manis dan tidak banyak menuntut, ketika kami tiba di depan rumah.  Athifah dan Annasya berteriak menyambut kami dengan teriak dari sisi jendela ruang tamu, mata gemas mereka tertuju kepada kami.

Anak-anak sudah tahu, ketika kami pulang. Maka harus menunggu dulu untuk berpelukan atau saling berdekatan, kami harus membuka baju, mencuci tangan dulu dan protokol kesehatan lainnya. Barulah menyapa mereka.

Saya letakkan kue tart di atas meja makan, mereka menunggu di ruang tengah yang terhubung. Saya jelaskan. Nanti saja dibuka kue ulang tahunnya, sebab saya harus segera balik ke kantor lagi. Saat ini makan ayam saja dulu.Mereka pun setuju.

Seperti biasa kakak Nawra segera membuatkan saya segelas kopi susu . Saya makan siang dengan roti dan beberapa potong ayam. Lalu mengobrol sebentar sembari tetap melakukan aktivitas kecil. Seperti membereskan meja makan yang sudah berantakan.

Sore Hari Potong Kue Ulang Tahun dan Berfoto

Saya meninggalkan rumah, berangkat ke kantor lagi, jarak rumah ke kantor ada sekitar sepuluh hingga lima belas menit dengan kendaraan motor.

Saya berpesan kepada mereka suapaya tidak lupas shalat Ashar dan mandi sore. Pastikan ketika saya pulang nanti. Mereka sudah rapi dan wangi.

Waktu berlalu di kantor, saya pun bergegas pulang, terbayang wajah Athifah yang penasaran dengan kue ulang tahunnya.

Hadiah Athifah yang saya belikan
Sampai di rumah sama halnya dengan pulang siang tadi, saya tetap melakukan protokol kesehatan dengan baik. Baru mengajak Athifah dan Annasya untuk berganti pakaian, berfoto dengan kue ulang tahunnya. Nanti akan saya upload di facebook, agar diingatkan nanti kenangan hari ini oleh facebook.

Bukankah hanya facebook yang benar-benar mengingat kenangan tentang diri kita.

Saya meminta kakak Nawra untuk mengambil foto dan video Athifah dan Annasya, selama proses itu mereka berdua terlihat sangat bahagia. 

Setelah potong kue dan bernyanyi selamat ulang tahun. Barulah Athifah menyela dengan suara lirih, “enaklah kalo ada kawan-kawan, bisa makan kue rame-rame”

Mendengar itu, saya langsung bilang, “Kita semua adalah teman Apha, untuk makan kue ini sama-sama”

Kemudian saya menawarkan kertas dan pena kepada Athifah untuk dia menuliskan kado apa saja yang dia inginkan. Tapi sebelum itu, coba sebutkan dulu apa do’a dan keinginan Apha.

Anak kelas satu SD itu lalu menyebutkan harapan dan do’anya. Ia ingin tetap terus membaca, shalat lima waktu, tidak nakal dengan adek dan kakak, tidak nakal sama Ummi dan Abah. Ia ingin menjadi anak yang manis dan disenangi oleh banyak orang.

Lalu ia lanjutkan untuk menuliskan tujuh kado yang ia inginkan. Kertas itu barua ia serahkan kepada saya hampir jam delapan malam. 

Sebelum diserahkan, ia kembali membacakan dan mengingatkan dan memastikan bahwa kado tersebutlah yang begitu ia inginkan.

Saya hanya tersenyum membaca dan mendengarkan penuturannya. In sya Allah besok dibelikan yah, ucap saya dalam hati.

Liburan keluarga di Januari 2020 sebelum pandemi

Saya peluk ia berkali-kali sambil terus berucap terima kasih dan rasa syukur yang lainnya. Agaknya sduah puluhan kali selama dua hari ini saya melakukan hal tersebut. Athifah juga selalu senang

Ia Terbangun Dengan Pagi Menyisir Mentari

Sebelum saya berangkat kerja, ia kembali mengingatkan. Agar saya membawa kertas catatan yang telah ia serahkan tadi malam. Ia ingin saya membelikan kado tersebut sesuai dengan yang ia inginkan.

Ketika saya hendak ngantor, ia kembali bertanya, kapan saya pulang dan kado itu apakah akan dibelikan hari ini.

Saya menjelaskan kepadanya apa saja yang harus saya lakukan hari ini termasuk membeli kado tersebut. Jadi tunggu saja di rumah. Di dalam catatan itu ia menuliskan ingin kado mainan make up, salon-salonan, masakan sosis, masakan sate, boneka mermaid, mainan dokter-dokteran, kuda poni. Ada tujuh kado sesuai dengan usianya.

Kue ulang tahun Athifah yang banyak coklat dan cery

Saya berjanji, akan membelikan dan memberikan kado tersebut. Sejak tiga hari menjelang hari ulang tahunnya. Kami sering berpelukan dan mengucapkan rasa syukur dan sayang.

Athifah Tempat Saya Belajar Bersyukur

Puasa tahun ini ia berpuasa full dan shalat lima waktu dengan tertib. Termasuk mengaji, ia lakukan dengan happy. Meski ada sesekali disertai dengan cemberut, rasa malas, ketiduran dan bahkan tangisan. Namun, secara keseluruhan ia melakukan semua itu dengan sangat baik.

Athifah yang paling sering menghibur saya, jika saya terdiam dan terlihat sedih. Ia akan berkata, “Me, ingat nenek yah, kangen nenek?” lalu ia akan memeluk saya dan mencium saya berulang kali.

Jika saudaranya nakal kepada saya, maka ia akan mengingatkan kakak atau adiknya tersebut. Supaya tidak boleh bersikap seperti itu dan kasihan dengan Ummi yang tidak punya ibuk lagi. Jadi kita harus menyayangi Ummi.

Athifah selalu diam, jika seketika saya marah jika ia berbuat salah. Athifah yang segera akan membantu saya untuk membereskan rumah , tempat tidur, ruang tamu dan mainanya. Ia melakukan semua itu dengan tertib dan rapi.

Atjifah yang selalu suka makan ayam dan sosis. Athifah yang jika ingin makan, ia selalu bertanya ada makanan apas aja yang bisa dimasak. Setelah itu ia memilih apa yang ingin ia makan, ia meminta saya untuk memasaknya. 

Athifah paling istimewa, sebab ia punya kakak dan adik


Anakku Athifah semoga Allah SWT selalu menjaga mu kelak di dunia dan di akhirat, agar engkau punya masa depan yang baik untuk dirimu, keluarga, bangsa dan agamamu. Seperti keinginanmu untuk bisa bermain di negara bersalju, semoga Allah perjalankan engkau ke sana. Semoga engkau mendapatkan suami dan dikarunia anak dengan keturunan yang shalih. Aamiin.

Terima kasih Athifah sudah hadir dan menjadi anak kami yang manis. Alahamdulillah sudah tertib shalat lima waktu dan puasa ramadhan kemarin full serta tidak bikin repot.

Terima kasih Athifah atas kasih sayang dan syukurmu menjadi anak kami, semoga engkau nanti menjadi wanita, istri dan ibu yang baik serta berguna bagi dirimu, keluargamu dan negara ini serta agama Islam. Semoga kita berkumpul di dunia dan akhirat ya Nak, di surga Allah SWT.



Thursday, April 2, 2020

Pengen Tahu Kami #NgapainAjadiRumah Cek Postingan Berikut

/ / 7 Comments
Pengen Tahu Kami #NgapainAjadiRumah Cek Postingan Berikut
Assalammualaikum. Wr. Wb

Apa kabar sahabat keluarga Nawra. Semoga sehat selalu ya.Kali ini mau ikutan #NulisSerempak mengikuti tantangan dari Blogger Bengkulu.

Kali ini tema yang akan Keluarga Nawara akan bahas mengenai  #NgapainAjaDiRumah.

Baiklah Keluarga Nawra akan berbagi cerita kalo di rumah ngapain aja sih selama ada himbauan #WorkFromHome karena wabah Covid 19 ini. 

Sama halnya dengan keluarga lainnya. Kami juga banyak berdiam dan melakukan aktivitas di rumah bersama-sama.


Sampai saat ini kami belum ada yang bosan sih. Masih asik-asik aja betah di rumah.

Kenapa bisa bosan. Kan sudah kumpul bersama ama keluarga, makan dan minum bareng, tercukupi, internet lancar, acara Televisi bagus-bagus. Jadi kenapa ngaak suka dan ngak betah.

Tapi iya sih, setiap orang dan setiap keluarga itu beda-beda.

Meski demikian. Keluarga Nawra juga ngak boleh membuang waktu percuma dan melalukan perbuatan yang sia-sia.

Berikut Ini Keluarga Nawra Bagikan Cerita Ngapain Aja kalo di Rumah.

Simak ya, mungkin ada hal yang sama kita lakukan.

Setiap anggota keluarga. Harus dan wajib bangun pagi. Melakukan aktivitas pagi seperti shalat dan membereskan tempat tidur.

Pagi hari itu sebelum jam tujuh pagi. Biasanya menu makanan sudah siap untuk disantap. Begitu pun dengan minumam. Seperti susu, teh, kopi atau air jeruk hangat. 

Aktivitas makan atau sarapan ini dilakukan secara santai sampai selesai sekitar jam delapan. 

Lalu Athifah dan Annasya mandi pagi.

Sering kejadian di TV itu film Marsha udah diputar. Saya sering menawarkan. Enak mandi sekarang, filmnya juga baru mulai. Jadi nanti lebih tenang. Biasanya mereka akan memilih mandi dulu. Sering juga mereka mandi sebelum film Marsha mulai.

Setelah Nonton Marsaha, Athifah lanjut shalat Dhuha dan mengerjakan tugas sekolah yang diinformasikan oleh wali kelasnya di grup WA.

Tapi suka diselingi dengan menjemur pakaian dan juga menjemur diri, sebentar saja, yang penting terpapar sinar matahari pagi.

Kalo si kakak, kerjanya pagi hari menjemur. Saya menyapu rumah, lalu ia lanjut mengepel rumah. Luas rumah sekitar 45 m , yah ngak terlalu capeklah kalo dipel.

Tak lupa si kakak juga shalat dhuha dan biasanya lanjut mengaji dan menghapal. Satu hari kami beri tugas untuk ngaji minimal satu juz perhari. Lalu ia ada tugas hapalan dari pondok, untuk menghapal surat Al Kahfi selama satu bulan. Setiap hari, menghapal 5 ayat. Nanti disetorkan dulu dengn orang tua. Lalu orang tua menyetorkan video hapalannya ke ustadzah.


Kalo Abahnya anak-anak, biasanya kebagian yang menyikat dan membersihkan kamar mandi, merapikan pekarangan rumah, mencabut rumput dan membakar sambah

Setoran Hapalan Sambil Tutup Mata

aturan setoran hapalan ini, dari pihak ponpes mengharuskan saat setoran hapalannya para santri harus memejamkan mata atau menutup mata. Untuk menghindari terjadinya perbuatan mencontek atau melihat hapalan. Yah, namanya saja menghapal dari rumah. Mungkin ada saja trik dan instrik yang akan dilakukan oleh santri.

Oke lah, tantangan untuk setoran hapalan sambil menutup mata. Bakal dilakukan oleh si kakak, ia sudah lumayan banyak hapalannya. In sya Allah bisa dan tepat sesuai hapalan.

Jam 11.00 Pagi Baru TV dan HP Hidup

Jadi saat Athifah belajar dan kakak menghapal, TV yang tadi hidup akan dimatikan. Nanti akan dihidupkan kembali jam 11.00 pagi. 

Si kakak diberi waktu main HP sampai jam 04.00 sore. Tapi ini posisinya internet tidak On terus. Jadi kadang yang aktif Internetnya hanya satu jam saja. Ini internetnya tetring dari handphone saya. Jadi gampang juga mengontrolnya.

Biasanya si kakak memilih untuk main HP, dan si Athifah dan Annasya nonton Televisi. Nonton MY KID sampai zuhur ke dua anak itu lakukan, sambil juga terus bolak balik makan camilan dan minum.

Nanti menjelang zuhur, HP dan TV dimatikan kembali lalu, kami shalat bersama-sama. 

Kadang anak-anak juga semuanya tidur loh, jadi memang waktu bebas sih. Kadang main sampai berserakan.
  
Aktivitas Sore Hari

Kalo sore, biasanya anak-anak mandi, main di teras, melakukan aktivitas santai sambil ngobrol-ngobrol. Biasanya ini emang nggak disambilin sama main HP. Kadang si kakak kembali ngaji dan menghapal. Si Athifah bermain sepeda. 


Saya melipat cucian, mereka juga suka ngumpul di dekat saya. Sambil membantu meletakkan pakaian mereka masing-masing yang sudah saya lipat tersebut.

Malam Hari #NgapainAjadiRumah

Usai shalat Magrib berjamaah, kami tilawah. Lalu ada yang setoran hapalan, belajar mengaji dan ini biasanya sampai jelang Isya.

Kemudian aktivitas anak-anak membaca buku, nonton, main tapi ngak boleh yang ada mainnannya alias tidak boleh berserakan. Kadang nonton yutub sama-sama. 

Si kakak,main Hp sambil mengerjakan tugas sekolah. sampai jam sembilan pagi. Setelah itu di suruh stop main Hp lalu tidur. 

Nah, begitulah aktivitas Keluarga Nawra di rumah, kalo kalian ngapain aja. Bagikan ceritanya dong di kolom komentar

Monday, March 23, 2020

Lakukan Hal ini Agar Anak Tidak Bosan Di Rumah

/ / 0 Comments
Lakukan Hal ini Agar Anak Tidak Bosan Di Rumah
Aktivitas anak selama sekolah diliburkan buat keluarga Nawra tidak ada yang berubah secara signifikan. Biasa saja.

Berikut ini Keluarga Nawra akan membagikan cerita agar ANAK BETAH DI RUMAH

Tiap pagi mereka Atifah dan Annasya tetap bangun pagi salat subuh sarapan pagi dan mandi pagi.

Usai sarapan pagi dilakukan dengan baik maka Atifa diminta untuk mengerjakan pekerjaan sekolah sesuai dengan arahan dan informasi wali kelas yang sudah diinformasikan di grup WhatsApp

Tidak lupa Athifah juga melakukan salat dhuha. Ini bukan hanya salat dhuha tetapi salat yang lainnya juga harus dikerjakan dan dilaporkan di grup sekolah di WhatsApp.


Biasanya disertai dengan foto jika tidak ada foto maka orang tua membuat laporan tertulis yang kemudian laporan tersebut dikirim ke grup sekolah yang ada di WhatsApp

Selama belajar saya juga memberlakukan jam istirahat bagi Athifah ,yang tidak ada bedanya dengan jam istirahat di sekolah nya. 

Atifah pulang sekolah jam 11 siang jadi aktivitas bermain menonton televisi atau bermain laptop Atifah lakukan setelah jam 11 sampai menjelang waktu dzuhur.

Tugas Athifah di beri nama dan tugasnya, biar gurunya mudah

Setelah setelah salat zuhur anak-anak diberikan kebebasan untuk melakukan apa saja terkadang meski bermain laptop atau menonton Athifah masih melakukan kegiatan sekolah misalnya menghafal pelajaran bahasa Arab, ngapalin niat salat atau melakukan kegiatan lainnya yang ada di buku tema.

Terkadang juga lewat saja karena kecapean bermain jadi tidur. Oleh karena itu di waktu siang setelah salat zuhur menjelang salat magrib anak-anak saya bebaskan melakukan apa saja

Kegiatan Athifah di pagi hari di jam sekolah, ya belajar

Usai sholat maghrib Athifah lanjut mengaji dan sambil menunggu shalat isya setelah itu ia memeriksa kembali kegiatan sekolah nya saya juga melakukan kroscek.

Setelah semua Oke baru melaporkan ke grup WA kelas nya jadi laporan saya lakukan di malam hari atau di akhir sesi kegiatan saja agar gurunya juga enak nyaman untuk memeriksa kegiatan atau tugas anak

Laporan kegiatan Shalat Athifah yang dikirim ke grup WA kelss.

Cara Keluarga Nawra Mencegah Covid 19 Bagi Keluarga

Oh ya untuk nutrisi anak-anak .selalu di siapkan sarapan pagi minum susu dan camilan serta diberikan vitamin di pagi hari sebelum mandi sesudah sarapan mereka saya ajak untuk sejenak berjemur berjemur ini tidak harus berjemur tetapi bisa dengan disertai melakukan kegiatan atau aktivitas yang bermanfaat misalnya membantu saya menjemur pakaian

Bejemur sebentar dan gratis

Dengan adanya wabah Covid 19 ini dan himbauan intruksi pemerintah untuk agar stay at home dan beraktivitas di rumah saja saya dan anak-anak menikmati dengan baik banyak waktu kami bersama sebagai orangtua yang juga beraktivitas di luar.

Jadi dengan adanya kegiatan di rumah saja ini membuat kami semakin dekat dan banyak melakukan apa saja secara bersama-sama.

Sampai tulisan ini dipublikasikan baik kami orang tua dan anak-anak belum merasa bosan di rumah karena sama saja waktu kami bersama kadang pendek banyak hal-hal yang kami lakukan bersama-sama dan itu terasa sangat singkat sehingga kami ingin mengulanginya lagi dan melakukannya lagi bersama-sama jadi saat ini anak-anak tidak bosan.

Oh, ya tips dari keluarga Nawra untuk membuat anak-anak dan keluarga tetap terjaga dari COVID 19 adalah salah satunya dengan tetap menjalankan pola hidup sehat seperti arahan yang diberikan oleh tim medis mencuci tangan .menjaga kesehatan asupan gizi dan juga kebersihan diri serta lingkungan.

Oleh karena itu selain berdiam diri dirumah kita juga perlu menambah nutrisi menambah imun dan juga menambah pikiran yang positif sehingga sehat.

Jika terpaksa keluar rumah maka diharuskan memakai masker dan selama masa karantina ini kami belum pernah mengajak anak-anak keluar rumah.

Mereka Hanya berdiam diri saja di rumah jika pun keluar hanya saya atau suami yang keluar dan itu pun ketika kami sampai di rumah kami segera melakukan atau membersihkan diri dulu baru menemui anak-anak.

Semoga badai Covid 19 ini segera berlalu dan kita bisa melakukan aktivitas yang dulu biasa kita lakukan seperti biasa dan juga semakin mampu memenej waktu untuk keluarga kita sehingga waktu bersama keluarga itu menjadi lebih banyak dan lebih berkualitas

Kalau kamu apa saja yang dilakukan selama di rumah dan untuk mencegah penyebaran Covid 19?

Yuk bagikan cerita kamu seperti apa dalam bentuk tulisan. Oh, ya tulisan ini dibuat dalam rangka ikutan nulis serempak bersama Blogger Bengkulu bagikan cerita kamu dalam bentuk tulisan di blog agar dunia tahu apa yang kamu lakukan terima kasih

Powered by Blogger.