Menu

Wednesday, February 6, 2019

/
Assalammualaikum. Wr.Wb

Salam Sahabat Keluarga Nawra,

Bagaimana kabar kondisi anak-anak di rumah. Semoga sellau sehat dan baik-baik saja yah. Nah, ada penyakit baru nih bagi anak kita, tidak terlihat nyata sebagai penyakit sih. Sebab tidak menyerang fisik naak. Namun penyakit ini sangat berbahaya dan juga bisa mengganggu masa depan anak.



Ayah Bunda , sudah tahu belum dengan istilah Phubbing? jika belum tahu, sekilas keluarga Nawra akan menjelaskan mengenai hal ini yah. Semoga bisa memberikan pencerahan dan tambahan informasi.

Mengenal Istilag PHUBBING 

Phubbing adalah istilah sibuk main hp dan mengabaikan orang di hadapan kita, itulah yang terjadi, pola anti sosial. Stop phubbing kalau kita sedang berhadapan atau sedang dalam pertemuan. Ini kata baru dan sedang diadakan campaign anti phubbing.

Istilah phubbing, berasal dari kata phone dan snubbing, diciptakan oleh Alex Haigh, mahasiswa Australia yang magang di perusahaan periklanan terkenal McCann di Australia. Ia kemudian direkrut menjadi pegawai tetap di sana. Film berjudul A Word is Born merekam keseluruhan proses penciptaan istilah baru ini dan menjadi iklan untuk Macquarie Dictionary Australia.


Phubbing diartikan sebagai perilaku tidak mengindahkan orang lain, sibuk dengan gadget, kecanduan gadget. Pelaku phubbing disebut phubbers, yakni orang yang terus menerus cek email, sosial media, atau chatting menggunakan gadget. Pphubbing (Partner phubbing) adalah phubbing yang dilakukan saat anda sedang bersama dengan pasangan kita dan anak-anak kita.

Hasil penelitian terhadap 453 responden dewasa yang dilakukan para peneliti Hankamer School of Business dari Baylor University, Texas, kebiasaan tidak mengindahkan lawan bicara dan lebih fokus pada gadget akan merusak hubungan romantis dan meningkatkan kecenderungan depresi karena kepuasan hidup akan menurun. Ketika partner merasa diacuhkan, maka akan timbul konflik dan menurunkan tingkat kepuasan interaksi satu sama lain, demikian kata Prof. James A. Robers, Ph.D. Studi ini juga menyimpulkan, bagi pasangan yang hubungannya kurang erat, akan merasa jauh lebih terganggu dengan perilaku phubbing yang dilakukan pasangannya.

Fenomena Phubbing di Sekitar Kita

Ayah Bunda , mungkin sering melihat fenomena berikut ini:


  1. Saat Makan bersama, makanan sudah terhidang; semua sibuk memotret makanan tersebut dan langsung mengunggah fotonya ke media sosial . Setelah itu fokus kita akan terbagi dengan komentar atau tanggapan teman-teman media sosial kita. Kadang kala acara makan bersama tidak lagi fokus karena sibuk dengan gadget masing-masing.
  2. Dalam setiap kesempatan kita akan meletakkan gadgetletakkan sedekat mungkin dalam jarak pandang yang memungkinkan individu untuk segera tahu jika ada chat masuk atau komentar baru di media sosial kita
  3. Setiap kali telepon genggam berdering, kita akan langsung merespons meskipun tengah bercakap-cakap dengan lawan bicara di depannya. 
  4. Mata kita juga tiap saat melirik dan memeriksa gadget, memerikasa notifikasi yang masuk. Kita juga tidak lagi fokus mengobrol atau bercengkrama dengan lawan bicara atau keluarga kita.
  5. Gadget selalu stand by di genggaman, jadi bisa langsung merespons jika ada notifikasi.
  6. Hampir semua orang di waktu yang senggang, selalu  mengisi waktu senggang untuk bermain handphone. Misalnya sedang menunggu lampu merah, menunggu di dokter, atau sekedar menunggu pesanan makan datang. Pokoknya setiap waktu kita luangkan untuk bermain handphone.
  7. Menemani atau bermain dengan anak, sering kita lakukan dengan sambil mengases handphone. Kita tidak lagi bermain dan menemani anak dengan penuh semangat dan waktu yang terluang untuk anak.
  8. Berjalan di trotoar atau di mal tapi mata tertuju pada layar dan jempol sibuk mengetik.
  9. Menenangkan anak yang rewel atau susah diatur saat ada tamu atau teman yang ingin kita ajak mnegobrol, maka anak kita berikan handphone.
  10. Banyak lagi hal lainnya, yang lebih kita utamakan untuk handphone ini, bahkan jika gadget kita tertinggal, kita akan pulang mengambilnya. Serasa ada yang kurang jika handphone kita tertinggal. 
Coba kita renungi, apakah hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Mari kita berpikir sejenak.

Mari Ayah Bunda Sahabat Keluarga Nawra supaya kita tidak lagi menjadi orang yang asing bagi pasangan kita, bagi anak-anak dan bagi keluarga dan masyarakat di sekitar kita. handphone membuat kita kehilangan momen penting dan berharga bersama orang-orang yang kita kasihi.

Salam
Keluarga Nawra 



Terima kasih sudah berkunjung di blog Keluarga Nawra. Lain waktu datang lagi ya

Powered by Blogger.