Menu

Wednesday, September 1, 2021

/



https://www.keluarganawra.com


Pasal 28B (2) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa 


“Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”

 

Hal ini dipertegas dalam Pasal 54 Undang-Undang Perlindungan Anak, yang menyatakan 


“Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temanya di dalam sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya.” 

 

Pasal 70 ayat (2) menyebutkan 


“Setiap orang dilarang memperlakukan anak dengan mengabaikan pandangan mereka secara diskriminatif, termasuk labelisasi dan penyetaraan dalam pendidikan bagi anak-anak yang menyandang cacat Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana terutama dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga peserta didik dalam hal ini anak-anak khususnya dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya yang nantinya diharapkan dapat mewujudkan dalam dirinya kekuatan spiritual keagamaan yang tinggi, kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan yang akan berguna baik bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara, upaya pencapaian proses belajar ini tentunya harus didukung oleh semua pihak" 


Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai salah satu Kementerian yang mempunyai peran perlindungan anak telah mendorong pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota agar dapat memujudkan suatu kondisi sekolah atau lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, ramah dan menyenangkan bagi anak.


Sekolah ini dikenal dengan  Sekolah Ramah Anak (SRA) atau dengan kata lain anak anak yang ada di sekolah dapat terpenuhi haknya. 


Hal ini penting mengingat delapan jam dalam sehari atau satu per tiga waktu anak berada di sekolah . Menjaga dan melindungi anak selama waktu itu harus menjadi hal yang prioritas dan dilakukan bersama –sama oleh semua unsur yang ada di sekolah. Mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Guru BK, penjaga Sekolah dll.


Bahkan sangat perlu adanya kerjasama yang baik dan terarah antara sekolah dengan orang tua, lembaga masyarakat,dunia usaha maupun alumni untuk mendukungnya.


https://www.keluarganawra.com


Tujuan dari sekolah ramah anak yaitu :


1. Mencegah kekerasan terhadap anak dan warga sekolah lainnya


2. Mencegah anak mendapatkan kesakitan karena keracunan makanan dan lingkungan yang tidak sehat.


3. Mencegah kecelakaan di sekolah yang disebabkan prasarana maupun bencana alam


4. Menciptakan hubungan antar warga sekolah yang lebih baik, akrab dan berkualitas.


5. Memudahkan mencapai tujuan pendidikan


6. Anak terbiasa dengan pembiasaan- pembiasaan yang positif.


Sekolah Ramah Anak merupakan salah satu indikator dalam mendukung kebijakan Kota LayakAnak di Kota Bengkulu.


https://www.keluarganawra.com
peserta zoom meeting sosialisasi SRA


Apa itu Sekolah Ramah Anak


Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya.


Oleh karenanya, peran serta lembaga pendidikan menjadi aspek penting yang diperlukan dalam mendukung kebijakan ini. 


Sebagai upaya dalam mensosialisasikan hal tersebut maka tim pengabdian masyarakat berbasis riset yang bekerjasama dengan jurusan sosiologi FISIP UNIB melangsungkan kegiatan sosialisasi Sekolah Ramah Anak pada level SD/SMP/SMA dan SMK di Kota Bengkulu. 


Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan dalam mengedepankan prinsip pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) di tengah masih banyaknya berbagai persoalan yang menimpa anak. 


https://www.keluarganawra.com


Sosialisasi SRA Kepada Dunia Pendidikan


Sosialisasi kegiatan ini dilakukan secara daring melalui zoom meeting  (1/9)  dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu, Perwakilan dari DP3APPKB Kota Bengkulu, serta Kepala Sekolah maupun Guru dari level SD, SMP, SMA/SMK Se Kota Bengkulu. 


Acara ini juga  mengundang Fasilator Tingkat Nasional yakni Tris Diani Fajar .SKM serta Merry Yumiati, M.TPd. 


Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Yunisiliah, M.Si , ia berharap kegiatan ini bisa menjadi semacam brainstorming mengenai isu penting yang menyangkut hak anak.Serta berbagai upaya nantinya dapat dilakukan guna memenuhi hak anak tersebut sehingga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan baru bagi para stakeholder di sekolah mengenai pentingnya pemenuhan hak anak, khususnya dalam bidang pendidikan.


Terima kasih sudah berkunjung di blog Keluarga Nawra. Lain waktu datang lagi ya

Powered by Blogger.