Menu

Monday, January 14, 2019

/

Assalammualaikum.Wr.Wb

Dear Sahabat keluarga nawra. Hari ini 10 Januari 2019, kami sekeluarga mengantar Kakak Nawra ke pondok pesantren kembali. Setelah liburan semester ganjil, sejak tanggal 22 Desember 2019. Lumayan juga lama liburan sekolahnya.

Semua perlengkapan Nawra sudah mulai kami persiapkan sejak sehari dia di rumah. Maklum dia membawa pulang semua barang-barangnya di asrama. Jadi mulai ada yang disisihkan jika itu barang kepunyaan Nawra. Supaya tidak tercecer nantinya.

Saya menyiapkan keranjang khusus untuk menampung semua barang-barang Nawra.


Saat kami menjemput, Nawra suah berkemas dan menyiapkan ada tiga barang dalam kantong gede dan kardus yang siap kami angkat , untuk dibawa pulang.

Ternyata, kata Nawra ada atu kantong lagi yang tertinggal, di dalam tas tersbut terdapat baju harian Nawra. Satu tas tersebut tertinggal di depan asrama alias lupa dibawa pulang.

Berkemas Menuju Pondok

Hari ini saya dan suami tetap bekerja, Athifah juga tetap sekolah. Pagi hari saya dan Nawra berangkat ke rumah Nenek. Nawra dan Annasya saya tinggal di rumah neneknya dulu. Pas istirahat siang, kami sepakat untuk kumpul di rumah nenek, lalu dengan mobil menjemput barang-barang Nawra di rumah kemudian menuju pondok.

Semua barang keperluan Nawra yang akan dibawa ke pondok sudah kami persiapkan sejak malam tadi. Semua sudah dikemas rapi  dan di packing. Barang-barang tersebut semuanya kami tumpuk di ruang tamu. Ada satu keranjang besar yang berisi baju seragam Nawra yang sudah di-laundry.

Seperti dulu, peertama kali. Saya yakin keranjangn ini tidak akan diperbolehkan untuk dipake di asrama. Hanya untuk memudahkan untuk mengangkat barang-barang saja.
Palingan nanti juga dipulangkan kembali.

Berangkat Menuju Pondok

Habis shalat zuhur, kami berangkat ke pondok dari rumah Nenek Nawra. Sebelumnya kami mampir dulu ke pom bensin,lalu menjemput semua barang di rumah.

Dalam perjalanan menuju rumah, semua anak-anak tertidur. Kami membiarkannya. Mampir dulu sebentar ke Minimarket Koya untuk membeli sambal Mustofa, ternyata stoknya kosong. Jadi kakak , ga bawa sambal kali ini. Tapi di rumah saya sudah menyiapkan ayam goreng untuk dibawa .

Sampai di rumah, anak-anak lanjut tertidur. Kami menyiapkan dan memindahklan semua keperluan anak-anak untuk ke pondok. Termasuk bekal minuman dan makanan. Maklum kalo seperti sebelumnya, tentu saja kami akan pulang sore, sampai pintu gerbang ditutup.
Setelah semua barang dipindahkan dan semua perlengkapan ready, kami shalat  zuhur. Setelah itu membangunkan Nawra untuk shalat juga. Lalu lanjut berangkat.

Kali ini anak-anak sduah tidak tertidur lagi, berangkat dari rumah sudah terdengar suara petir, namun ga tahu di daerah mana yang sduah hujan. Cuaca memang sedang tak menentu, angin tetiba berhembus kuat. Kami melaju dengan Starlet.

Di tengah jalan, hujan mulai akna turun. Kami mapir dulu ke rumah makan Tanjung Bungo di simpang Tugu Hiu, membelikan Nawra nasi bungkus dengan lauk Ayam Bakar. Ini merupakan rumah makan langganan kami. Di sini banyak dijual aneka gulai dusun, dengan harga bisa dibeli mulai dari lima ribuan.

Kami lanjut lagi, ternyata pas lewat di komplek perkantoran Walikota Bengkulu, hujan kian turun. Sekarang hujan panas.Kami melaju lurus ke arah perumahan UNIB ingin mampir ke ATM BRI untuk ambil uang.Setelah itu, kmi mutar balik lagi kea rah dua jalur di dekat perumahan Al-Kautsar terus menuju kea rah pondok pesantren.

Ajaib, di sepajang jalan ini tidak hujan, namun cuaca mendung. Kami semua terkekeh dan tersenyum. Jalan ini memang lurus saja dan jalannya juga mulus. Jadi nyaman untuk berkendara.

Tak berapa lama ,sampai kami di pondok sekitar jam dua lewat sepuluh menit. Padahal waktu balik ke pondok lagi,sudah ditentukan pukul dua siang tepat.Tapi pondok juga masih terlihat sepi, masih banyak yang belum datang.

Kami menurunkan semua barang keperluan Nawra, lalu melapor. Nah, buku biru perizinan Nawra ketinggalan beserta dengan raportnya. Tapi di meja petugas, juga disiapkan daftar absensi yang berisi juga informasi jam kedatangan.

Setelah diperiksa, semua barang bisa dibawa masuk lagi ke asarama. Kecuali satu produk cologne, yang tidak bisa dibawa masuk. Harus dibawa pulang. Nawra menerima hal tersebut, kemudian memberikannya kepada saya lagi untuk dibawa pulang.

Menunggu Sampai Pintu Asrama Tutup

Hari ini tutup pintu asrama di jam empat sore tepat. Itu artinya juga merupakan batas waktu terakhir para orang tua bisa melihat, ngobrol, berkunjung di pondok. Seusai itu harus pulang dan anak santri juga akan segera memulai aktivitas pondoknya.

Selama menunggu ini, kami tidak diperbolehkan masuk ke asrama. Jadi para orang tua hanya bisakumpul, duduk-duduk di depan asrama atau di halaman pondok.

Saat menunggu itu kami manfaatkan untuk lebih banyak mengobrol, bertanya,saling bercerita dan saling mendengar dengan Nawra mengenai kehidupannya di asrama. Kadang ada saja cerita lucu yang disampaikan Nawra mengenai kisah di pondok. Baik yang berkaitan dengan guru atau dengan teman-temannya. Termasuk cerita diriny sendiri yang lucu bahkan kadang tragis.Seperti cerita barang-barangnya yang hilang atau saat ia kena hukuman.

Waktu Berkunjung Hampir Habis

Kami nego dengan Nawra, bahwa di jam empat atau menjelang azan ashar.kami ijin pulang duluan. Sebab Babahnya masih harus ke kantor lagi, masih harus absen sore. Masih ada waktu sekitar satu jam lagi menuju jam empat sore.

Awalnya Nawra ga mau, harus benar di jam empat. Namun akhirnya dengan wajah yang masih diliputi cemberut. Akhirnya, ia pun mengizinkan kami untuk pulang.

Kami mengatakan bahwa minggu depan, kami akan datang lagi. Sebab merupakan jadwal kunjungan santri. Jadi nanti in sya Allah kami akan mengjungi kembali seperti biasa dan membawa barang-barang keperluan Nawra yang tertinggal , termasuk juga makanan dan minuman untuk snack di pondok.

Kami pun pulang, setelah bersalaman dan berciuman serta berpelukan. Meski muka dan mata Nawra mulai diliputi dengan air mata.

Kami pulang dulu ya kakak, semoga Allah SWT selalu menjaga semangat dan keiklasanmu ya. Semoga selalu istiqomah dan barokah belajar di pondok. Aamiin.

Terima kasih sudah berkunjung di blog keluarga Nawra. Lain waktu datang lagi ya

Powered by Blogger.