Menu

Friday, May 31, 2019

/
Assalammualikum.Wr.Wb

Apa Kabar Sahabat Keluarga Nawra

Sore itu kami tiba di rumah sekitar jam empat. Dari menjemput kakak Nawra di Pondok Pesantren. Barang bawaan kakak lumayan banyak, sepertinya ia membawa semua isi lemarinya di asrama. Usai beres-beres, kami pun ngobrol di ruang keluarga. Bertanya banyak hal kepada si kakak, tentang kehidupannya di pondok . Saat ngobrol itu, tangan kakak ngak berhenti mengaruk setiap bagian tangan dan kakinya yang gatal. Seketika saya memerikasa bagian tubuh yang digaruk tersebut. Ternyata sudah penuh dengan bercak-bercak, bahkan ada yang lecet. Melihat gejalanya, saya kuatir si kakak terkena Scabies.

Saya pun segera membuka referensi dan buku-buku kesehatan yang saya miliki. Mencari informasi mengenai gatal-gatal yang dialami kakak Nawra.

Untuk solusi pertama, saya berikan ia salep gatal. Hanya beberapa saat saja kakak bertahan tidak menggaruk, selebihnya kembali asik menggaruk kembali.

Tak, berapa lama suara adzan berkumandang, kami pun berbuka puasa terlebih dahulu
Scabies, Gatal Asik di Malam Hari

Usai taraweh saya kembali mengecek kakak,ternyata ia masih juga asik mengaruk-garuk. Duh, sya jadi kasihan juga. Pasti rasanya sangat tidak nyaman. Saya katakana kepada suami, bahwa besok pagi, Nawr akan saya bawa berobat . Sepertinya tidak cukup hanya dioleskan atau diobati dengan salep saja. Harus minum obat juga dari dalam.

bagian yang paling gatal itu kaki atau tangan
Berobat ke medis juga bagian dari membuat , menambah keyakinan . Penyakit apa yang sedang kakak alami sehingga bisa mencari solusi pengobatan yang tepat. Ini menjadi penting agar bisa meminimaisir akibat. Apakah benar, ia mengalami Scabies.

Kami tiba di klinik jam sepuluh pagi, setelah mendaftar langsung diberikan tindakan. Tidak perlu antre. Dari Tanya jawab dan pemeriksaan dokter. Jadi, iya si kakak terkena Scabies.
Kenalan Dulu Dengan Scabies

Pengertian Scabies

Kudis atau scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Pada scabies, tungau bereproduksi pada permukaan kulit lalu masuk ke dalam kulit untuk bertelur sehingga menyebabkan gatal.

Gejala yang sering ditemukan pada penderita Scabies

Gejala scabies yang paling umum adalah rasa gatal terutama pada malam hari, sebab tungau tersebut menaruh telurnya ke dalam kulit. Gatal sering dirasakan di sela-sela jari, ketiak, selangkangan, dan daerah lipatan lain. Selain gatal, dapat juga ditemukan ruam dan jejak seperti galian yang tipis dan tidak teratur, atau ditemukan benjolan seperti jerawat kecil dan kerak yang berwarna keabu-abuan.

Penyebab dan Faktor Risiko Kudis

Penyebab scabies adalah S.scabiei yang menginvasi kulit. Tungau ini biasanya terdapat di sprei, gorden, bantal, atau pakaian orang yang terinfeksi. Individu yang paling sering terkena penyakit ini adalah mereka yang hidup berkelompok, contohnya anak pesantren, narapidana, atau keluarga. Faktor risiko lainnya adalah individu dengan daya tahan tubuh lemah, penggunaan steroid, atau sedang menjalani kemoterapi.

Penanganan Scabies

Oleh dokter, kakak Nawra diberikan beberapa obat oral yang diminum smpai tiga hari ke depan. Dengan setengah dosisorang dewasa. Sebab usia kakak baru 12 tahun. Saya melihat dosis obatnya ada yang hanya setengah kaplet ada juga yang satu. Sedangkan obat salep yang sebelumnya sudah dipergunakan. Tetap dipergunakan sampai habis.

Setelah tahu penyakit yang dialami Nawra, sudah ikhtiar minum obat. Maka ada kegiatan lainnya yang harus juga kakak lakukan agar cepat sembuh dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. 

Semoga dengan masa liburan yang cukup lama ini. Bisa mengobati  penyakit Scabies ini sampai sembuh.

1.    Jaga kebersihan.
Hal ini dimulai dengan diri sendiri, rajin mandi, membersihkan diri, menganti pakaian yang kotor atau lembab.
2.    Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi.
Bagi anggota keluarga yang lainnya, bisa menjaga diri  tidak tertular dengan minum obat seperti yang diminum oleh penderita. Selain itu perlu juga menjaga kontak dengan penderita. Oleh karena itu, kakak memang terpaksa tidur sendiri dulu.
3.    Rendam pakaian, seprai, gorden, boneka dalam air panas sebelum dicuci.

Pakaian kakak dan barang-barangnya yang dibawa dari pondok semuanya berguyur saya cuci dan rendam dengan detergent terbaik. Hal ini untuk membuat tunggau yang tertinggal mati.

Sabar ya kak, nanti in sya Allah sembuh. Kita obati dulu :)

Memang tidak bisa dihindari, di pondok kakak bergaul dan melakukan banyak hal bersama. Sangat sulit untuk tidak tertular penyakit ini. Oleh karena itu, selain melakukan ikhtiar di atas. Tentu saja nanti, ketika balik lagi ke pondok kakak akan membawa obat-obatan juga. Agar bisa sembuh total dan untuk berjaga-jaga , jika terkena lagi. 

Terima kasih sudah berkunjung di blog keluarga Nawra. Lain waktu datang lagi ya

Powered by Blogger.