Menu

Saturday, July 15, 2017

/


Lebaran selain mendatangkan kesenangan dan kegembiraan , bisa juga mendatangkan berbagai penyakit. Sebab banyak hal yang bisa membuat orang sakit. Apalagi biasanya lebaran juga disambung dengan liburan. Kita sering kali abai mengenai kondisi tubuh kita, suka lalai memperhatikan makanan dan menjaga kesehatan

Hal ini snagat rentan bukan saja terhadap anak-anak akan tetapi juga terhadap kita orang dewasa. Saya pun mnegalami hal demikian. Jadi setelah berpuasa dan tibalah hari lebaran, datang pula kepada saya penyakit Hipertensi. Sebagai seorang perawat tentu saja saya bisa mengecek dan mengontrol berapa tensi darah saya di rumah secara rutin. Lalu mencoba mengobatinya untuk menurunkannya. Baik dengan cara minum obat dokter atau secara alami, itu semua bisa saya lakukan yang lupa saya lakukan adalah mencegah penyakit hipertensi tersebut.

Berikut ini saya jelaskan mengenai penyakit Hipertensi secara sederhana, tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan #nulisserempak dari Blogger Bengkulu mengenai #lebaran dibengkulu  



Apa Hipertensi

Jika tekanan darah St pemeriksaan didapatkan hasilnya​ 160 mmHg

Penyebab Hipertensi

1. Usia
Semakin bertambah usia maka resiko hipertensi semakin tinggi
2. Jenis kelamin
Pada umumnya hipertensi lebih sering terjadi pada pria. Namun di atas usia 65 tahun para wanita juga beresiko tinggi

3. Pola hidup
Obesitas, merokok, dan stress pemicu terjadinya hipertensi

Tanda dan Gejala Hipertensi

Gejala klasik yang sering muncul adalah yaitu sakit kepala , pusing, telinga berdengung, mata kabur, kencing di malam hari, ayunan langkah tidak mantap karena kerusakan susunan syaraf pusat

Penanganan di Rumah
Hindari perilaku merokok

Diet sehat
- Diet rendah garam
Batasi konsumsi garam antara lain makanan yang mengandung soda kue ,baking powder, MSG, pengawet makanan ( Biasanya terdapat dalam saos, kecap, selai, jelly)
Cukup konsumsi garam satu sendok perhari

- diet tinggi serat
Serat kasar dapat berfungsi mencegah penyakit tekanan darah tinggi

Makanan yang tidak dianjurkan 

Makanan dengan tambahan garam dapur, baking powder, soda seperti
Mie
Bihun
Roti
Biskuit
Makaroni
Kue kering
Sarden
Daging berlemak
Otak
Ginjal
Lidah
Ikan asin
Makanan kaleng
Sosis
Ebi
Dendeng
Keju
Kacang tanah
Sayuran yang dimasak dengan garam, acar, asinan

Apa yang harus dilakukan

1. Hindari stres
2. Olahraga teratur
3. Istirahat yang cukup

Akibat Hipertensi

1. Sakit kepala, pegal-pegal, berdebar-debar, telinga berdenging
2. Gagal jantung
3. Berkembangnya plak lemak dalam dinding pembuluh darah
4. Stroke iskemik dan hemoragik
5. Gagal ginjal
6. Kencing manis
7. Rematik

Jadi selama #Lebarandibengkulu tahun ini, sejak hari pertama saya sudah menderita gejala dan keluhan hipertensi tersebut. Meski masih dalam batas yang biasa, tetapi keluhan sakit kepala ini sangat menganggu. Apalagi saat bersilaturahim dan ngobrol dengan tetangga, teman, keluarga deyutan dari kepala bikin tidak konsentrasi.

Kebiasaan atau tradisi lebaran keluarga kami yang biasa kami lakukan,seperti saling mengunjungi, menginap, jalan-jalan dan berkumpul bersama untuk melakukan banyak hal bersama keluarga. tetap harus saya ikuti. Saya tetap melakukan itu semua meski kepala sering sakit. Makan dan minum juga sangat memilih. Saat melakukan berbagi kegiatan piknik ke Pantai Panjang, mandi di sungai, naik kapal. semua saya lakukan dengan semangat. Apalagi saat lebaran ini banyak sekali objek wisata di kota Bengkulu yang ramai dikunjungi. Anak-anak juga meminta untuk bermain ke sana. Jadi meski sakit saya harus bisa dan ikut juga menikmati lebaran yang selama ini biasa keluarga saya lakukan.

Saya pun membatasi pergi silaturahim hanya di siang hari saja, di malam hari untuk istirahat. Saya juga menghindari banyak makan kue dan minuman lebaran terutama dengan menggunakan daftar bahan yang dilarang dimakan yang sudah saya uraikan di atas. 

Untuk mengobati saya lebih menyukai dengan menggunakan cara alami, jadi hampir tiap hari setiap makan saya selalu makan Timun sebagai lalapan, banyak minum air putih dan istirahat. 

Lalap Timun


Yang awalnya di kepala saya sebelah kanan seperti ada benjolan, seolah seperti lebam habis jatuh, mulai sedikit hilang. Selain dengan makan dan minum Timun. Dengan timun dapat menurunkan tensi meski tidak langsung turun, tetapi pelan-pelan. Nah, saya lebih suka turunnya pelan saja jangan langsung drastis. Jadi pilihannya ya konsumsi timun.

Selain itu secara rutin juga saya selalu meminta suami dan Nawra untuk memijat dengan lembut bagian sekitar kepala saya yang benjol tersebut dengan minyak Telon. Hasilnya juga lumayan bagus, benjolnya mulai berkurang.

Jadi lebaran saya di Bengkulu kali ini, adalah sebuah hikmah juga bagi saya untuk komitmen menjaga pola hidup dan kesehatan diri, sebab terkena suatu penyakit, apalagi hipertensi sangat tidak enak. Saya pun berkomitmen juga untuk melakukan olahraga secara rutin dan menjaga kesehatan pikiran, agar tidak  mudah sakit, terutama sakit hipertensi.

Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati....

Powered by Blogger.