Menu

Wednesday, April 19, 2017

/


Assalammualaikum Wr. Wb
Halo  Sahabat #KeluargaNawra

Salah satu kenikmatan kami orang Sumatera adalah melimpahnya produksi buah JENGKOL. Eh, Jengkol termasuk buah atau sayur ya. Secara umum jengkol lebih dikenal oleh orang-orang sebagai bahan makanan atau sayuran untuk dimakan bersama dengan nasi. Jadi jengkol lebih dikenal oleh sebagian besar orang-orang sebagai sayur.

Balik lagi ke soal jengkol, menurut informasi teman-teman di pulau Jawa , harga jengkol lumayan mahal. Jadi saya kalo sedang mengunjungi saudara yang ada di sana. Mereka selalu meminta oleh-oleh jengkol. Oh, ya termasuk juga saudara saya yang ada di Lombok, juga sering minta dikirimin jengkol. Alasannya sih, harga jengkol di sana mahal. Benar juga sih, di Bengkulu  jengkol kadang dijual murah meriah. Ada yang sudah direbus juga. Jadi tinggal kita masak. Ada jengkol muda yang bisa langsung dimakan sebagai lalapan. harga jengkol terkadang, satu kilo cuma kisaran sepuluh hingga lima belas ribu rupiah. Dengan harga yang lumayan murah. Memang saya dan keluarga bisa saja setiap saat bahkan setiap hari makan jengkol. 

Baca Juga  ANEKA RESEP MASAKAN JENGKOL

Tetapi meski murah makan jengkol tidaklah baik. Di dalam agama Islam, jengkol termasuk jenis makanan yang makruh. Istilah makruh itu adalah, jika dimakan diperbolehkan dan tidak berdosa, akan tetapi jika tidak dimakan itu lebih baik. Jadi tegantung kita sih, mau makan atau tidak..

Lagipula makan jengkol juga bisa mendatangkan Masalah Kesehatan. Kali ini dalam postingan #Kuliner saya ingin berbagi informasi seputar jengkol. Bukan tentang resep jengkolnya saja tetapi juga masalah yang disebabkan jika kita makan jengkol terutama terhadap kesehatan.


  MASALAH KESEHATAN Akibat Makan JENGKOL

Biji jengkol sedikit beracun karena adanya kandungan asam jengkol, sebuah asam amino yang dapat menyebabkan djenkolism (keracunan biji jengkol).

Gejala yang muncul antara lain terjadinya kejang otot, pirai, retensi urin, dan gagal ginjal akut.Kondisi tersebut terutama dialami pria, dan tidak bergantung dari berapa jumlah biji yang disiapkan.

Setiap orang bisa saja  mengonsumsi jengkol tanpa terjadi suatu  insiden, tetapi dapat mengalami gagal ginjal pada kesempatan yang lain. Jadi tetap ada bahayanya ya.

Memakan jengkol dalam jumlah sedikit menciptakan masalah penampilan, karena menghasilkan bau mulut, keringat, feses, dan urin. Sebenarnya bau ini bisa diatasi dengan membersihkan diri dengan peralatan kebersihan yang mengandung pengharum, seperti pasta gigi, cairan kumur, sabun, dan deodoran. Bau pada waktu kencing dapat dikurangi apabila pembilasan dilakukan sebelum dan sesudah kencing dengan jumlah air yang cukup atau bila perlu dibilas dengan cairan pembersih.



Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol berlebihan menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut kejengkolan.

Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi.

Baca Juga  BETERNAK dan MAKAN Daging RUSA

Risiko terkena kejengkolan sangat bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi juga secara genetik dan oleh lingkungan. Misalnya keturunan keluarga yang suka makan jengkol atau tinggal di lingkungan yang banyak dijumpai jengkol. Jadi lebih sering makan jengkol atau bisa juga karena ikut tradisi orang makan jengkol.

Jadi kamu sekarang mau tetap makan jengkol atau bagaimana?
7 comments

Akuuu belum pernah makan jengkol...kalo Pete sih doyan, mungkin jengkol bakalan doyan juga...

Reply

cobain aja say pasti ketagihan

Reply

Wah infonya mantap, kalo sering-sering makan jengkol bisa kebal jengkol apa malah kejengkolan ya? He...He.. Long Weekend ntar, bolehlah cari2 jengkol d pasar deh,
#aduhngilerjengkol

Reply

Duh, Semur JENGKOL. saya tak suka ini mah, bau mulut.

Reply

Hmmm.. Jengkol memang enak banget mbak kalo di konsumsi dalam porsi yg secukupnya.. ������

Reply

wah untung saya ga terlalu suka jengkol

Reply

Terima kasih sudah berkunjung di blog keluarga Nawra. lain waktu datang lagi ya

Powered by Blogger.