Menu

Wednesday, May 10, 2017

/
Assalammualaikum Wr. Wb
Halo Sahabat #KeluargaNawra

Akhirnya kami sampai di stasiun Sindang Marga kota Lubuk Linggau. Memang kami adalah penumpang terakhir yang diantar oleh supir. Satu mobil tadi kami ada enam orang penumpang.

Sampai di depan stasiun, ternyata pintu belum terbuka. Banyak orang antri dan  ingin membeli tiket . Serta menunggu pintu dibuka. Kami juga ingin segera masuk karena belum salat magrib.

Kalo keluarganawra sudah membeli tiket jauh-jauh hari. Masih dapat harga Rp. 100.000. Untuk tiket saya dan suami, tiket Nawra dan tiket Athifah. Annasya juga sudah ada tiketnya. Meski bayi, Annasya juga harus mmebeli tiket dan sudah ada tiketnya sendiri ketika di print.

Untuk print tiket kita tinggal menuju ke mesin print tiket saja, jika bingung akan ada petugas yang membantu kita untuk print tiketnya. Biasanya letak mesin print tidak jauh dari loket untuk membeli tiket atau dekat pusat informasi.

Akhirnya pintu dibuka sekitar jam tujuh, otomatis kami juga harus menjamak salat magrib dengan isya.

Tiket Kakak Nawra
Harga tiket full dan sama dengar tiket orang dewasa, tidak ada diskon.

Tiket Kakak Tengah (Kanga Athifah)
Harga sama kayak orang dewasa dan kakak Nawra

Tiket Annasya
Meski bayi dan tidak dapat tempat duduk. Anasya tetap bayar dan harganya khusus buat infant. Seperti saat membeli tiket pesawat. Bedanya tiket pesawat nama bayi gabung dengan orang tuanya. Tetapi tiket kereta api, bayi sudah punya tiket sendiri dan tercetak atas namanya sendiri. Oleh karena itu perlu sekali memasukan data yang benar saat membeli atau booking tiketnya.


Oleh Annasya tiketnya juga dijadikannya mainan, hehehe.


Alhamdulillah tiket sudah kami print dan sudah cukup serta sesuai dengan nama dan identitas yang didaftarkan saat memesa.

Oh, ya saat memesan tiket secara online  kita perlu data no KTP
Saat akan masuk ke dalam, selain menyerahkan tiket kepada petugas, kita juga harus menyertakan KTP atau SIM atau paspor kepada petugas. Namaa yang teretra di tiket akan disesuaikan dengan nama yang ada di kartu identitas.

Ada baiknya untuk jaga-jaga, saat melakukan perjalanan dengan keluarga. Sebaiknya kita juga membawa fotokopi KK atau kartu keluarga. Untuk antisipasi.

Tiket sudah cukup, saatnya masuk ke dalam gerbong, kami tadi sampai di stasiun sekitar jam tujuh malam, jadi masih ada waktu satu jam untuk bersiap-siap.Oh, ya tadi kami dari Bengkulu jam dua siang, mampir sejnak istirahat di sekitar danau Mas Curup.

Istirahat dan Makan gorengan di danau Mas Curup

Kami akhirnya memutuskan untuk salat di Mushollah stasiun. Lokasi Musholahnya juga sangat dekat dengan peron. Tempatnya juga bersih dan banyak tersedia mukena. Jadi salatnya juga nyaman. Saya bergantian dengan Nawra untuk salatnya. Nawra menjaga Anansya, sedangkan Athifah berada di dekat saya. Duduk di sebelah tempat saya salat.

Lanjut anak-anak masuk ke dalam gerbong, kami sengaja menyetel kursinya untuk saling berhadapan. Nanti akan dirubah kembali saat anak-anak sudah tidur. Lalu anak-anak meminta bermain hape sebentar. saya pun memperbolehkan karena setelah kereta berjalan. Sinyal juga ikut berjalan entah kemana, hahaha.




Anak-anak bermain handphone hanya saat sebelum kereta api berjalan. Jika sudah berjalan apalagi saat signal hilang. Maka anak-anak tidak lagi bermain handphone. mereka lebih asik bermain ala kadarnya. Di antara sela kursi penumpang dan gang.

Selain menyiapakan membeli tiket untuk masing-masing anak dan kedua orang tuanya. Satu hal lagi yang harus ada adalah minuman dan aneka snack. Meskipun ada juga penjual makanan yang dikelolah secara khusus oleh pengolah kereta api, kita juga bisa memesan makanan.

Namun, kami lebih menyukai jika membawa juga makanan dan minuman dari rumah. Selain lebih terjamin. Harga makanannya di kereta api juga relatif mahal. Jadi bisa juga sekalian berhemat jika membawa makanan dari rumah.

Oh, ya ini kami naik kereta bisnis malam dari stasiun kereta api Sindang Marga Lubuk Linggau menuju stasiun Kertapati, Palembang. Tujuan perjalanan kami kali ini hanya untuk liburan dan silaturahim saja dengan keluarga yang ada di Palembang.

Udah dulu ya, ini keretanya sudah mau berjalan. Nanti kita lanjutkan ceritanya!

2 comments

asyikkk.. naik kereta api emang lebih asyik :D

Reply

aku kemarin ga tau kalau anak 3 tahun mesti bayar mba akhirnya karena tiket uda habis anakku dibilang usia 2 tahun hahaha lucu dah

Reply

Terima kasih sudah berkunjung di blog keluarga Nawra. lain waktu datang lagi ya

Powered by Blogger.